Menggali Potensi Durian Lokal: BRIN Gelar Pelatihan Okulasi di Anyer

Mahasiswa IPB yang gemar nulis sana-sini
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Mentari Bresen tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anyer, Banten – Pusat Riset Botani Terapan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Yayasan Matahati Chakra Hadirasa menyelenggarakan pelatihan perbanyakan tanaman durian melalui okulasi dan sambung pucuk pada Sabtu, 23 Agustus 2025 di Oma Tani, Anyer, Banten.
Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 60 peserta yang terdiri dari pegawai yayasan, mahasiswa, serta masyarakat sekitar yayasan. Kegiatan bertujuan membekali peserta dengan keterampilan pembiakan vegetatif agar mampu menghasilkan bibit durian unggul secara mandiri.
Dalam sambutannya, Iyut, Ketua Yayasan Matahati Chakra Hadirasa, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini. “Pelatihan ini sangat bermanfaat, tidak hanya bagi pegawai kami tetapi juga masyarakat sekitar. Dengan ilmu ini, diharapkan mereka dapat mengembangkan budidaya durian lebih baik lagi,” ujarnya.
Di awal acara peserta mendapatkan materi tentang keragaman jenis durian di Indonesia yang disampaikan oleh Dr. Mahat Magandhi. Tercatat, dari 29 jenis durio yang ada di dunia, 22 jenis ditemukan di Indonesia, termasuk durian lokal seperti Durio kutejensis (lai/papaken), Durio dulcis (lahung), dan Durio graveolens (durian merah).
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi dan praktik perbanyakan vegetatif. “Okulasi dan sambung pucuk merupakan metode penting dalam perbanyakan tanaman unggul. Dengan teknik ini, sifat-sifat baik tanaman induk dapat diwariskan ke tanaman baru, sehingga bibit durian yang dihasilkan lebih seragam dan cepat berproduksi,” jelas Danu, M.Si., peneliti senior Pusat Riset Botani Terapan, BRIN sekaligus narasumber pelatihan.
Kegiatan ini semakin relevan mengingat permintaan bibit durian unggul terus meningkat. Menurut data Kementerian Pertanian, terdapat lebih dari 122 varietas durian terdaftar di Indonesia yang berpotensi dikembangkan.
Salah satu peserta, Ujang, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan ini. “Selain dapat ilmu langsung dari peneliti BRIN, saya juga senang karena mendapat bibit durian untuk ditanam di rumah,” ungkapnya dengan semangat.
Dengan adanya pelatihan ini, para peneliti diharapkan dapat mempercepat inovasi dalam perbanyakan bibit durian berkualitas, sehingga mendukung pengembangan agroindustri durian nasional.
