Kumparan Logo

Sistem Kecerdasan Buatan Amazon Bisa Layani 10.000 Perintah

kumparanTECHverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Amazon Echo memakai sistem Alexa. (Foto: Amazon)
zoom-in-whitePerbesar
Amazon Echo memakai sistem Alexa. (Foto: Amazon)

Sistem pendeteksi dan kontrol suara Amazon Alexa yang dirancang untuk menjadi asisten virtual, kini mencapai titik bersejarah karena sekarang ia mampu melayani 10.000 perintah yang diminta pengguna. Sebelumnya, sistem Alexa hanya memiliki 1.000 kemampuan pada Juni 2016, kemudian berkembang menjadi 7.000 saat acara CES (Consumer Electronics Show) Januari lalu. Sistem Alexa kini dibenamkan pada beberapa perangkat pintar Amazon, seperti speaker Echo dan Dot yang dapat mendeteksi perintah suara. Pada produk Echo, misalnya, unit mikrofon yang dapat mendeteksi suara dari jarak jauh, membuat Alexa dapat merespons perintah suara dari sudut mana saja. Pengguna tak perlu menekan tombol untuk mengaktifkannya, cukup dengan berkata "Alexa," "Echo," "Amazon," atau "Computer." Sistem Alexa dirancang agar bisa menjawan pertanyaan, atau mengeksekusi perintah atas layanan berbasis Internet yang terkoneksi dengannya. Misalnya, menyalakan atau mematikan lampu di rumah yang telah terhubung dengan Internet. Dengan integrasi kemampuan baru dalam jumlah yang signifikan ini, Amazon memiliki keunggulan dibandingkan asisten digital yang dimiliki perusahaan lain, seperti Siri dari Apple, Cortana dari Microsoft, dan Google Assistant. Asisten digital dari Apple dan Google bisa digunakan dalam ponsel pintar mereka, sementara Alexa sekarang sudah mulai mengintegrasikan teknologinya ke dalam perangkat peranti keras lain. Di CES 2017, Alexa terintegrasi dengan perangkat-perangkat seperti televisi, kulkas, robot pintar rumah tangga, asisten pintar Lenovo (sejenis Amazon Echo), pengeras suara portabel, pengisi daya baterai, mobil, ponsel Huawei, dan kamera. Alexa pertama kali diumumkan pada November 2014 lalu, bersamaan dengan Echo. Tujuan dari diciptakannya Alexa adalah dapat menghasilkan sistem komunikasi seperti di pesawat luar angkasa Enterprise dari film Star Trek. Untuk saat ini, Alexa hanya tersedia dalam bahasa Inggris dan Jerman. Namun, walau secara kuantitas jumlah kemampuan Alexa itu sangat banyak, kualitasnya dalam menangkap perintah masih perlu dibuktikan, begitupun dengan langkah eksekusinya dalam menyelesaikan perintah. Apakah kuantitas itu akan dibarengi dengan kualitas yang baik?