Diler Mobil Jepang Berguguran, Auto2000 Siapkan Ekspansi ke Daerah
ยทwaktu baca 3 menit

Jaringan diler Toyota Auto2000 melihat peluang pertumbuhan bisnis otomotif nasional, meski belakangan sejumlah jaringan diler otomotif merek Jepang melakukan efisiensi, menutup beberapa outlet, hingga berpindah kemitraan.
Meski begitu Chief Executive Auto2000 Anton Jimmi Suwandy mengatakan, Indonesia masih menjadi pasar yang memiliki prospek jangka panjang yang menarik. Karena itu, perusahaan tetap menyiapkan ekspansi jaringan secara selektif, termasuk ke wilayah di luar Pulau Jawa yang dinilai menjanjikan.
"Auto2000 melihat secara long term Indonesia tetap adalah potensi market yang besar, dan kami juga melihat di Sumatera, Kalimantan dan potensi-potensi yang sebenarnya cukup baik," katanya saat ditemui di Auto2000 GR Garage di PIK, Jakarta, Kamis (4/6).
Menurut dia, perubahan pola pertumbuhan ekonomi dan persebaran penduduk membuat potensi pasar otomotif kini tidak lagi hanya terpusat di kota-kota besar.
"Karena memang selama ini kebanyakan kan posisi dari cabang itu banyak fokus ke kota-kota besar atau pusat-pusat perdagangan yang ternyata sekarang juga bergeser. Misalnya perumahan-perumahan aja sudah bergeser ke pinggiran. Kita review. Kemudian banyak juga ekonomi yang berkembang di wilayah-wilayah lain," lanjutnya.
Anton menambahkan, penguatan nilai dolar AS juga dapat menjadi peluang bagi sejumlah daerah yang memiliki basis ekonomi dari komoditas ekspor.
"Kita juga berharap bahwa dengan kenaikan dolar ini ada opportunity lain. Bahwa Indonesia kan negara pengekspor juga ya. Negara pengekspor kalau ada sumber daya atau apa pun yang kita bisa ekspor, dolarnya naik, income-nya naik, di wilayah-wilayah itu kan bagaimana kita bisa melayani customer di wilayah itu juga," lanjut dia.
Berdasarkan pengamatannya, pertumbuhan pasar otomotif di luar Jawa bahkan menunjukkan tren yang lebih tinggi dibanding sejumlah wilayah lain.
Saya melihat bahwa penjualan di luar Jawa ini juga sebenarnya trennya cukup meningkat. Karena kan Q1 kemarin kan keluar informasi GDP cukup baik lah ya. Tapi kalau kita bandingkan wilayah-wilayah, yang di luar dari Jawa ini sebenarnya peningkatan lebih tinggi," ucap Anton.
Karena itu, Auto2000 masih membuka peluang untuk menambah jaringan layanan secara selektif sesuai dengan perkembangan pasar di masing-masing daerah.
"Nah opportunity ini yang kita juga harus lihat, mungkin skala investasi atau penetrasi nggak perlu sebesar di Jawa, tapi kita bisa selektif lah ya melihat wilayah mana yang potensi. Dan bahkan sampai hari ini pun kita masih merencanakan penambahan-penambahan cabang, walaupun skala yang lebih besar, di wilayah-wilayah tersebut," terangnya.
Tak hanya mengandalkan penjualan mobil baru, Auto2000 juga melihat potensi pertumbuhan dari bisnis purnajual. Menurut Anton, tren penggunaan kendaraan yang lebih lama membuat kebutuhan servis terus meningkat.
"Karena dulu kalau orang ganti mobil mungkin 3-4 tahun. Sekarang bergeser 4-5 tahun, kadang 6-7 tahun. Nah ini kan butuh servis. Nah selama ini kita kuat memberikan pelayanan servis kepada customer dari 1-3 tahun. Itu cukup kuat. Kenapa? Masih ada warranty. Nah setelah warranty ini masih ada potensi," tuntasnya.
