Honda Nilai Pasar Otomotif Semester II Masih Menantang, Brio Jadi Andalan

Honda Indonesia memperkirakan pasar otomotif nasional pada semester kedua 2026 masih akan menghadapi berbagai tantangan. Di tengah kondisi tersebut, pabrikan berlogo H itu memilih memperkuat segmen pembeli mobil pertama lewat Honda Brio sekaligus melanjutkan ekspansi jaringan diler.
Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy mengatakan, dinamika ekonomi dan politik, baik di dalam maupun luar negeri, masih memengaruhi pergerakan pasar otomotif sepanjang tahun ini.
"Kami melihat pasar otomotif pada semester pertama masih sangat dinamis dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari kondisi ekonomi maupun politik secara nasional dan global. Kondisi ini membuat konsumen lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan pembelian, sehingga market memang belum sepenuhnya stabil," ujar Billy kepada kumparan, Kamis (2/7).
Kondisi tersebut juga tercermin pada kinerja penjualan Honda sepanjang lima bulan pertama tahun ini. Berdasarkan data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), wholesales Honda periode Januari-Mei 2026 tercatat 18.271 unit, turun 35,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 28.502 unit. Pangsa pasarnya pun turun dari 9 persen menjadi 5,1 persen.
Penurunan juga terjadi pada penjualan retail. Selama Januari-Mei 2026, Honda membukukan retail sales sebanyak 20.162 unit atau turun 40,6 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 33.955 unit. Market share ritel Honda ikut terkoreksi dari 10,3 persen menjadi 5,6 persen.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat Honda terus menyesuaikan strategi bisnis agar tetap selaras dengan kebutuhan pasar. Salah satu langkah yang ditempuh ialah memperkuat lini produk di segmen pembeli mobil pertama.
Billy menyebut Honda Brio Satya S CVT menjadi salah satu model yang disiapkan untuk menjangkau konsumen yang baru akan membeli mobil. Segmen ini dinilai masih memiliki peluang meski pasar belum sepenuhnya pulih.
"Memasuki semester kedua, Honda akan terus menyesuaikan strategi dengan kondisi pasar. Salah satunya dengan menghadirkan produk yang relevan bagi konsumen, seperti Honda Brio Satya S CVT yang sesuai untuk pembeli mobil pertama," katanya.
Selain memperkuat portofolio produk, Honda juga melanjutkan pengembangan jaringan penjualan. Perusahaan menilai kehadiran diler di wilayah yang masih memiliki potensi pertumbuhan menjadi salah satu cara untuk mendekatkan layanan kepada konsumen.
Ekspansi tersebut akan berlanjut hingga akhir 2026. Sebelumnya, Honda juga telah meresmikan enam diler baru yang tersebar di sejumlah kota sebagai bagian dari pengembangan jaringan di luar kota-kota besar.
"Di samping itu, kami juga terus mendekatkan diri kepada konsumen melalui pengembangan dealer di area-area potensial hingga akhir tahun 2026," tutup Billy.
