Servis Mobil Lama Jadi Penopang Pertumbuhan Baru Auto2000
ยทwaktu baca 2 menit

Perubahan pola kepemilikan mobil di Indonesia mulai membuka peluang baru bagi bisnis purnajual Auto2000. Jika sebelumnya banyak konsumen mengganti mobil dalam kurun tiga hingga empat tahun, kini siklus kepemilikan kendaraan cenderung lebih panjang, sehingga kebutuhan servis terus meningkat.
Chief Executive Auto2000, Anton Jimmi Suwandy mengatakan, tren tersebut mulai terlihat di jaringan bengkel resmi Auto2000. Menurut dia, semakin banyak pemilik mobil dengan usia kendaraan di atas masa garansi yang kembali melakukan perawatan di bengkel resmi.
"Kami banyak melihat market otomotif sekali lagi hanya dari penjualan mobil. Tapi sebenarnya banyak juga dari kebutuhan servis. Karena dulu kalau orang ganti mobil mungkin 3 sampai 4 tahun. Sekarang bergeser 4 sampai 5 tahun, kadang 6 sampai 7 tahun. Nah ini kan butuh servis," buka Anton saat ditemui di GR Garage, PIK Jakarta, Kamis (4/6).
Selama ini, Auto2000 relatif kuat melayani pelanggan kendaraan baru yang masih berada dalam masa garansi. Namun seiring bertambahnya usia kendaraan di jalan, perusahaan melihat peluang yang lebih besar dari pemilik mobil lama.
"Selama ini kami kuat memberikan pelayanan servis kepada customer dari 1 sampai 3 tahun. Itu cukup kuat. Kenapa? Masih ada warranty. Nah setelah warranty ini masih ada potensi. Dan sekarang mulai banyak customer yang masuk ke bengkel resmi untuk yang di atas 4 sampai 5 tahun. Nah potensi ini juga kami gunakan," katanya.
Anton menjelaskan, peningkatan kunjungan bengkel menjadi salah satu faktor yang membuat bisnis purnajual Auto2000 tetap tumbuh meski pasar kendaraan baru tidak selalu bergerak positif.
"Itu kenapa tadi, customer datang ke bengkel ini, walaupun penjualan marketnya turun. Tapi kenapa tetap bisa naik dari tahun ke tahun? Karena kami bisa memberikan paket-paket yang ramah ya buat di kantong customer. Akhirnya mereka masuk," ujarnya.
Selain menawarkan program servis yang lebih terjangkau, Auto2000 juga melakukan berbagai upaya untuk menjangkau pelanggan yang lokasinya jauh dari bengkel resmi. Salah satunya melalui layanan mobile service yang memungkinkan teknisi mendatangi pelanggan secara langsung.
Strategi tersebut tidak hanya diterapkan di Pulau Jawa, tetapi juga mulai diperluas ke sejumlah wilayah lain yang dinilai memiliki potensi pasar purnajual cukup besar.
"Di wilayah-wilayah, baik di Jawa maupun di luar Jawa yang masih ada potensi untuk servisnya juga kita masuk. Jadi ada juga cabang-cabang yang sifatnya hanya fokus kepada servis dan parts. Itu juga kami kembangkan juga ke depannya, terang Anton.
