Mahasiswa KKN Undip Ciptakan Hand Sanitizer Touchless untuk Tingkatkan Prokes

Mahasiswa Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Tulisan dari Bonifasius Aditya Bayuprakoso tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mangunsari, Kota Semarang (10/2/2022) – Sepanjang awal tahun 2022, kasus COVID-19 di Indonesia kembali meningkat. Penambahan kasus positif di Indonesia per 8 Februari 2022 mencapai 37.492 kasus dengan jumlah kasus aktif 233.062 sedangkan Kota Semarang sendiri, penambahan kasus positif COVID-19 mencapai 49 kasus dengan jumlah kasus aktif sebanyak 343 kasus. Meningkatnya kembali kasus COVID-19 di Indonesia akibat dari varian baru omicron yang mulai masuk dan menyebar melalui transmisi lokal. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan, kepatuhan masyarakat menggunakan masker sebesar 89,72 persen pada periode 17 sampai 23 Januari 2022. Menurun 1,74 persen dari data periode 10 sampai 16 Januari 2022 mencapai 91,46 persen memperburuk kondisi pandemi di Indonesia (Sumber: Merdeka.com).
Hal ini menarik perhatian masyarakat luas untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Salah satunya adalah dengan menggunakan hand sanitizer ketika setelah berkontak fisik di tempat umum. Oleh karena itu, salah satu mahasiswa Tim 1 KKN UNDIP 2022, Bonifasius Aditya Bayuprakoso, yang berada di Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang yang dibimbing Prof. Dr. Meiny Suzery, MS memutuskan untuk membuat dispenser hand sanitizer otomatis yang bertujuan untuk membersihkan tangan di tempat umum dengan menghindari kontak secara langsung dengan botol hand sanitizer tersebut.
Pembuatan alat hand sanitizer otomatis ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu casing yang terbuat dari card board 3mm dan komponen elektrik berbasis Arduino UNO dengan sensor ultrasonik. Casing untuk dispenser terlebih dahulu di desain menggunakan aplikasi Computer Aided Design (CAD) dan kemudian diterapkan secara langsung pada card board 3mm. Kemudian untuk bagian elektrik terdiri dari Arduino UNO R3, servo MG995 180˚, dan sensor ultrasonik. Arduino kemudian di flash menggunakan coding yang dapat membuat sensor membaca jarak dan menggerakkan servo yang telah dipasang untuk menekan botol hand sanitizer secara otomatis.
Setelah pembuatan alat selesai, dispenser hand sanitizer touchless tersebut diberikan kepada Kelurahan Mangunsari untuk ditempatkan di Kantor Kelurahan Mangunsari. Alat tersebut diserahkan secara simbolis kepada Sekretaris Lurah Kecamatan Mangunsari dan mendemonstrasikan penggunaan dispenser hand sanitizer otomatis tersebut dan mulai dapat digunakan untuk masyarakat ketika berkunjung ke Kantor Kelurahan Mangunsari.
Mahasiswa bimbingan Prof. Dr. Meiny Suzery, MS ini berharap dispenser hand sanitizer touchless mampu menjadi solusi yang bermanfaat bagi masyarakat untuk kembali meningkatkan protokol kesehatan mengingat kasus COVID-19 di Kota Semarang kembali meningkat dan bisa memutus rantai penyebaran COVID-19 di tempat umum.
