Investasi China di Eastern Economic Corridor

Septya Adiva
Universitas Mulawarman, Mahasiswa
Konten dari Pengguna
26 November 2022 20:56 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Septya Adiva tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Edited by Septya
zoom-in-whitePerbesar
Edited by Septya
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Investasi proyek Eastern Economic Corridor atau EEC pertama kali dimulai sejak Januari 2018, Pemerintah Thailand memiliki ambisi untuk menjadikan wilayah Thailand Timur sebagai surga industri asia, selaras dengan misi mereka untuk memberi akomodasi industri inovatif dan era Thailand 4.0. Thailand tidak membangun proyek Eastern Economic Corridor ini seorang diri, tetapi juga bekerja sama dengan China melalui investasi. Pemerintah Thailand memiliki rencana untuk mengembangkan jaringan transportasi di bawah proyek tersebut untuk lima tahun ke depan mulai 2017 hingga 2021 akan mampu menghubungkan transportasi dan logistik antara Bangkok, Chachoengsao, Chonburi, Rayong, Pattaya, Sattahip, Map Phut, dan di luar perbatasan negara seperti Myanmar, Vietnam, Laos, Kamboja, dan China Selatan. Proyek Eastern Economic Corridor ini berfungsi untuk meningkatkan infrastruktur dasar dengan menyambungkan jalur transportasi dari pusat negara hingga ke perbatasan negara. Selain itu, bermanfaat untuk meningkatkan sektor bisnis dengan membangkitkan kota industri berbasis produksi global, serta berkembangnya kota baru yang berfokus untuk meningkatkan entitas pekerja. Kemudian, yang terpenting adalah untuk mempromosikan Eastern Economic Corridor sebagai pusat pariwisata di dunia. Perencanaan ini akan mampu menarik banyak investor asing ke dalam wilayah Eastern Economic Corridor, investor juga akan mendapatkan keuntungan karena Thailand mempunyai kebijakan area bebas pajak dan investor diperbolehkan menyewa lahan hingga 99 tahun lamanya (Organization for economic cooperation and development, 2008).
ADVERTISEMENT
Untuk menjalankan proyek besar ini, Thailand sangat terbuka untuk investor asing yang bersedia menanamkan modal mereka, salah satunya adalah China. Usai peresmian Eastern Economic Corridor pada tahun 2017, perwakilan Thailand mencoba melakukan negosiasi dan melakukan pendekatan dengan China agar mau berinvestasi pada Eastern Economic Corridor. Pemerintah Thailand mengharapkan investasi Belt Road Initiative diarahkan untuk proyek Eastern Economic Corridor sebagai implementasi kebijakan revolusi industri 4.0 Thailand yang telah dirancang sejak tahun 2016. China akhirnya setuju untuk mengubah investasi mereka dari proyek Kanal Kra ke Eastern Economic Corridor, karena China berpandangan bahwa masih menguntungkan pihaknya usai melihat prospek masa depan daerah Thailand Timur. Selain keuntungan yang didapatkan China, cara Thailand menarik investor juga patut diberi apresiasi karena Thailand memiliki Kebijakan Ramah Investor Thailand sebagai salah satu faktor utama menarik perhatian investor China. Kebijakan ramah investor yang ditawarkan oleh Eastern Economic Corridor, yaitu (1) Pemotongan pajak penghasilan perusahaan sebesar 50%, (2) Pengembangan perumahan akan mendapat sewa tanah sepanjang 50 tahun, (3) Pendirian areal industri dan komersial akan mendapat jangka masa sewa selama 99 tahun, (4) Mendapatkan work permit, visa assistance dan business visa selama 5 tahun secara gratis, (5) Akun mata uang asing dan penggunaan mata uang asing tanpa harus menukarkan dengan Bath, (6) Adanya fast track environmental impact assessment.
ADVERTISEMENT