Introversi: Sebuah Jalan Menuju Sukses

Mahasiswa Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Tulisan dari Adnan syauqi faiz tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah kalian pernah mendengar perkataan seperti ini:
"Ron, itu si Dodi kenapa ya? Kok dia menyediri terus, tidak mau bergaul pula." Ujar Adi
Lalu temannya menimpali perkataan Adi
"Menurutku Dodi itu orang yang berkepribadian introver. Jadi, wajar saja kalau dia tidak mau bercengkrama dengan kita."
Atau perkataan seperti ini:
"Memang orang introver bisa sukses? Bergaul dengan orang lain saja tidak mau."
Tentunya kita kerap kali mendengar perkataan seperti itu bukan?
Namun, apakah kalian sudah tahu kepribadian introver itu apa? Jika belum, yuk kita bahas bersama!
Pengertian Introversi
Menurut Rauch (2003) dalam masyarakat ekstrover, bersikap ramah dianggap normal dan memang itu yang diinginkan. Ekstrover dipandang sebagai orang yang berhati besar, bersemangat, hangat, empatik. Orang yang berjiwa sosial tinggi akan mendapat pujian. Introversi digambarkan dengan kata-kata seperti “terjaga”, “penyendiri”, “pendiam”, “pendiam”, “mandiri”, kata-kata yang menunjukkan penghematan emosional dan kecilnya kepribadian.
Introver merasa terpinggirkan karena memiliki karakteristik yang paling mudah terlihat oleh orang lain dan dianggap bertentangan dengan norma budaya. Menjadi pendiam, berhati-hati dan bijaksana jarang dianggap sebagai perilaku positif. Memang, dalam sebuah film sering menggambarkan karakter populer sebagai sosok yang ramah dan karakter pendiam berperan sebagai korban.
Konsep klinis introversi sendiri berasal dari tahun 1923, ketika psikolog Carl Jung menciptakan istilah yang kemudian digunakan dalam tes kepribadian saat ini, tes Myers-Briggs Type Indicator.
Perbedaan Introver dengan Pemalu
Sering terjadi kesalahpahaman ketika seseorang memberikan prasangka bahwa introver identik dengan rasa malu. Introver tidak selalu pemalu; mereka hanya lelah jika berada di lingkungan sosial. Introver memproses informasi dengan cara yang berbeda, dan energi mereka sering terkuras jika berada di sekitar kelompok besar orang. Orang pemalu, di sisi lain akan merasa cemas atau ketakutan jika berada dalam lingkungan sosial. Jadi, belum tentu bagaimana perasaan semua introver ketika ditempatkan dalam situasi sosial. Faktanya, banyak introver menikmati bersosialisasi, hanya saja dengan cara yang berbeda. Mereka biasanya lebih suka melakukan percakapan satu lawan satu yang mendalam daripada menghadiri pesta besar dan obrolan ringan dan, setelah satu atau dua jam bersosialisasi, introver sering perlu “dinonaktifkan” atau beristirahat.
Oh, ternyata introver dengan pemalu itu berbeda ya! Lalu, apa saja sih perjuangan yang dilakukan seorang introver?
Perjuangan Seorang Introver
Menurut Meurisse (2020) ada beberapa perjuangan yang hanya bisa dirasakan oleh kaum introver, diantaranya:
• Tampak Malu kertika Bertemu Orang Baru
Apa kesan pertama yang kamu buat pada orang lain? Apakah kamu sering digambarkan sebagai orang yang pemalu ketika bertemu orang baru? Hal ini terjadi ketika orang lain berasumsi tentang kamu, hanya karena kamu lebih tenang. Seperti, kamu tidak cukup percaya diri atau bahwa kamu menyembunyikan sesuatu.
• Menghindari Pesta atau pun Acara Sosial
Apakah kamu pernah merasakan diri kamu merasa lebih kesepian selama pesta atau acara sosial daripada saat kamu sendiri? Ini adalah perjuangan umum bagi para introver. Setiap kali kamu pergi ke pesta atau acara sosial, kamu merasa seperti ada dinding yang memisahkan kamu dari orang lain, karena banyaknya obrolan ringan. Selain itu, obrolan ringan akan membuatmu sangat bosan dan seperti membuang-buang waktu berhargamu.
• Merasa Kurang Dihargai
Pernahkah kamu merasa bahwa orang-orang mengabaikanmu di dalam ruangan hanya karena kamu tidak banyak bicara seperti orang lain? Sebagai seorang introvert, kamu biasanya jarang berbicara karena tidak tahu harus berkata apa atau tidak punya sesuatu untuk dikatakan. Akibatnya, orang tidak akan mengenal kamu dengan baik, dan meremehkan keterampilan dan kemampuanmu.
Tokoh Berkepribadian Introver
Terdapat penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa introver memiliki beberapa keunikan yang hanya dimiliki oleh dirinya sendiri. Tidak hanya sains, tetapi juga sejarah telah menunjukkan kepada kita, bahwa introver bisa sukses. Inilah beberapa tokoh sukses yang berkepribadian introver:
• Albert Einstein
Dia adalah ilmuwan paling dihormati di dunia dan juga penerima penghargaan Nobel di bidang fisika. Dia terkenal dengan kecenderungan introver dan dia tidak membantah akan hal itu. Ketika ditanya tentang hal itu, dia menghubungkan sebagian besar kesuksesannya dengan kepribadiannya yang introver. Dia pernah mengatakan "Kemonotonan dan kesunyian dari kehidupan yang tenang merangsang pikiran kreatif."
• Bill Gates
Dia adalah pendiri Microsoft, ia masuk dalam daftar orang-orang terkaya di dunia. Dia juga menghubungkan kesuksesannya dengan fakta bahwa dia seorang introver. "Saya pikir introver bisa melakukannya dengan cukup baik, jika kamu pintar, kamu bisa belajar untuk mendapatkan manfaat menjadi introver ..."
Dia mendorong introver untuk menggunakan waktu mereka sendiri untuk memikirkan cara-cara kreatif mereka dapat memecahkan masalah.
• J.K. Rowling
Dia adalah pencipta serial Harry Potter yang terkenal, dia menjelaskan betapa sulitnya menuliskan ide Harry Potter-Nya. J.K menyatakan bahwa dia sangat pemalu, dia bahkan tidak dapat meminjam pena. Introver acap kali takut pada interaksi paling mendasar dengan orang lain. Hal ini juga terjadi dengan J.K Rowling.
Kebiasaan orang introvert yang sukses
Setelah melihat figur di atas, kamu pasti penasaran kan? Apa saja kebiasaan yang sering dilakukan oleh mereka. Oleh karena itu, Cain (2012) menjabarkan berbagai kebiasan yang selalu dilakukan oleh mereka, diantaranya:
• Membangun Relasi yang Mendalam
Jika ekstrover mungkin lebih nyaman bercengkrama, introver membangun hubungan pribadi yang mendalam dengan teman dan kolega dari dasar kepercayaan dan dukungan yang kuat.
• Membuat Rencana
Introver cenderung menjadi peneliti yang berdedikasi dan memberikan pertimbangan yang cermat saat menyusun rencana proyek.
• Membangun Kreativitas dari Dalam Diri
J.K. Rowling mengembangkan konsep awalnya untuk Harry Potter ketika dia bepergian sendirian dengan kereta api. Selama empat jam di kereta, ia hanya duduk dan berpikir, lalu mengembangkan konsep awal Harry Potter.
• Memikirkan Apa yang akan Dibicarakan
Sebelum berbicara atau bergabung dalam percakapan, introver merenungkan apa yang ingin mereka katakan dan bagaimana mereka akan mengatakannya sehingga dapat berkontribusi dengan baik.
Nah, bagaimana? Sekarang kamu telah mengetahui apa itu introver hingga kebiasaan yang dilakukan oleh para introver yang sukses. Untuk mengetahui kepribadian apa yang ada di dalam dirimu, kamu dapat melakukan tes MBTI (Myers-Briggs Type Indicator) secara daring melalui ponselmu. Namun, untuk mengetahui secara pasti, kamu dapat berkunjung ke ahli atau psikolog untuk melakukan tes kepribadian ini. Tentu, hasil tes yang diperoleh memiliki kredibilitas yang tinggi lho!
Ayo kawan, ketahui apa jenis kepribadianmu. Selanjutnya, tentukan goal (tujuan) yang ingin kamu capai. Semangat!
Referensi
Briquelet, Kate . "‘Harry Potter’ word wizard Rowling pens new book – but uses pseudonym." New York Post. New York Post, 13 July 2013
Cain, Susan. 2012. Quiet: The Power of Introverts in a World That Can’t Stop Talking. New York: Crown Publishing Group
Einstein, Albert. 1935. "The World As I See It." London: John Lane The Bodley Head.
Jager, Chris. "Bill Gates: How To Succeed As An Introvert." Lifehacker Australia. Lifehacker Australia, 29 May 2013.
Jung, C. (1923). Psychological types.Newyork.
Meurisse, T., 2020. 9 Struggles Only Introverts Can Relate To. www.lifehack.org/310388/9-struggles-only-introverts-can-relate
Rauch, J. (2003, March). Caring for your introvert. The Atlantic. https://www.theatlantic.com/magazine/archive/2003/03/caring-for-your-introvert/2696/
