Opini & Cerita
·
31 Agustus 2020 15:02

Problematika Skripsi Online : Mulai Dari Koneksi, Hingga Sulitnya Mengambil Data

Konten ini diproduksi oleh adrial akbar
Problematika Skripsi Online : Mulai Dari Koneksi, Hingga Sulitnya Mengambil Data (37982)
Ilustrasi mengerjakan skripsi. Foto : Unsplash.com
Semenjak merebaknya covid – 19 di Indonesia, semua kegiatan publik banyak yang dibatasi, kegiatan pembelajaran salah satunya. Kegiatan pembelajaran untuk saat ini sebagian besar menggunakan format online. Salah satunya adalah dunia perkuliahan yang menggunakan format online.
ADVERTISEMENT
Perkuliahan format online ini terkadang memang memudahkan para mahasiswanya. Apabila ada kelas pagi misalnya, pada saat kuliah konvensional, mahasiswa setidaknya harus bangun pagi untuk bersiap sebelum menuju kampus. Tapi, setelah adanya format online, mahasiswa tinggal bangun beberapa menit sebelum kelas dimulai, duduk dan menyalakan gawainya untuk mengikuti kelas online. Dan tidak usah mandi. Yup, tidak perlu mandi. Asik kan?.
Selain itu tidak ada lagi tuh potensi telat mengikuti kelas. Karena sudah tidak ada lagi hambatan di perjalanan menuju kampus. Sudah tidak ada lagi tuh alasan telat masuk karena macet. Kecuali memang bangun kesiangan ya, itu beda cerita.
Tapi itu sebagian kecil saja kemudahan yang dirasakan. Ada segudang permasalahan dibalik kuliah format online ini. Salah satunya adalah bagi para mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi. Saya pun juga sudah pernah mengalami. Salah satunya pada saat melakukan bimbingan. Memang lebih efisien, tapi tidak untuk efektifitas. Bimbingan dengan format online itu seperti ucapan maddog, "gak ada gregetnya". Hal tersebut terjadi karena diskusi dengan pembimbing secara online itu tidak senikmat diskusi secara langsung. Diskusi yang terjadi pun tidak semaksimal apabila diskusi secara langsung.
ADVERTISEMENT
Masalah lainnya yang menambah kepahitan skripsi online ada pada pengambilan data yang sedikit mengalami hambatan, apalagi yang harus bertemu langsung dengan narasumber. Banyak yang durasi mengerjakan skripsinya bertambah karena tidak bisa mengambil data. Pahit bukan ?. Memang pada dasarnya hidup sudah pahit. Tapi waktu mengerjakan skripsi bertambah karena tidak bisa mengambil data, juga tak kalah pahitnya.
Tak terhenti sampai disitu saja. Permasalahan berlanjut sampai disaat memasuki fase sidang online. Sudah memikirkan sidangnya saja pusing, ditambah harus memikiran embel – embel lainnya, bikin makin pusing aja. Contohnya seperti harus menyiapkan gawai yang sesuai, memastikan koneksi internet cepat dan stabil, memastikan rumah kita tidak masuk daftar pemadaman lampu, sampai harus mematikan semua alat elektronik yang memakan daya listrik besar ( agar saat sidang enggak jepret).
ADVERTISEMENT
Saya pun telah meminta beberapa pendapat teman saya dari beberapa universitas terkait bagaimana pengalaman mereka menjalani skripsi dengan format online ini.
Yang pertama adalah Bagas, mahasiswa salah satu kampus di Jakarta. Ia mengalami banyak sekali kendala dari mulai bimbingan skripsi, sampai dengan sidang skripsinya.

"Yaa cukup banyak si emang kendalanya"

Salah satu kendala yang dialaminya yaitu hal yang dianggap mengerikan bagi semua mahasiswa sebelum sidang online. Yaitu gawai dan koneksi internetnya mendadak menjadi lambat disaat sedang sidang online.

"Pas gua lagi sidang laptop gua lemot, terus internetnya juga ikut lemot, terus keringet dingin, sampe ditanya sama yang nguji ‘ini gimana’ ?"

Terbayang bagaimana paniknya saat itu terjadi kepada anda ?. Untungnya permasalahan itu dapat diatasinya. Tapi permasalahan tidak selesai sampai situ saja. Muncul permasalahan lainnya, koneksi internet.
ADVERTISEMENT

"Terus ada juga pas lagi ngejelasin, terus dosennya nanya, gara – gara internetnya lemot, jadinya pertanyaannya jadi putus – putus"

Koneksi internet ini memang menjadi biang keladi permasalahan dikala skripsi online ini. Tapi Bagas tidak sendirian, permasalahan karena internet yang lambat juga dialami oleh Hamal, mahasiswa salah satu universitas di Malang.

"Pernah pas lagi bimbingan via zoom, ada kendala sama koneksi, pas dosen sedang kasih arahan pas konsultasi, jadi patah – patah gitu"

Patah - patah ? goyang kali ah patah - patah. Tetapi lagi - lagi koneksi internet menjadi sumber masalah, bahkan sampai mengganggu proses bimbingan. Saya rasa juga banyak pejuang skripsi online lainnya yang mengalami hal yang sama terkait koneksi internet.
ADVERTISEMENT
Sebenarnya masih banyak lagi sih kesulitan yang dihadapi oleh mahasiswa dalam menjalani skripsi online ini. Beberapa pengalaman dari mahasiswa diatas hanya sebagian permasalahan saja. Tapi hal tersebut sudah cukup menggambarkan bahwa ada kesulitan yang dihadapi oleh para pejuang skripsi, karena formatnya yang online.
Dan yang terpenting, kedua narasumber yang saya minta pendapatnya sepakat untuk memilih tidak mau menjalani skripsi dengan format online. Karena banyak hal yang malah menyulitkan mereka. Namun, mereka tidak bisa berbuat banyak, karena situasinya sedang seperti ini. Mereka cuman bisa menjalaninya sambil mengelus – elus dada. Karena, Pada dasarnya bagi sebagian orang skripsi saja sudah sulit, ditambah pakai format online, jadi double sulitnya.
Tapi bagaimanapun juga semua kesulitan itu harus dilewati demi mendapatkan gelar sarjana yang tinggal sedikit lagi. Mungkin ini menjadi sulit karena ini hal yang baru dihadapi. Dan bagi para mahasiswa yang mendapatkan kesulitan juga dalam menghadapi skripsi online ini, tenang kalian tidak sendiri. Jangan lupa untuk menyelesaikan skripsi online kalian dengan sepenuh hati. Hitung – hitung ini 'gladiresik' lah buat menghadapi kesulitan – kesulitan lainnya di dalam hidup yang jauh lebih dapat menyusahkan diri sendiri. Tetap semangat untuk kalian para pejuang skripsi.
ADVERTISEMENT
Salam cinta dari saya, alumni skripsi online.