Konten dari Pengguna

Bedanya RAM dan ROM, Dua Istilah yang Sering Tertukar

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dhasya Adrian Maulana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi RAM dan SSD sebagai representasi ROM pada perangkat. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi RAM dan SSD sebagai representasi ROM pada perangkat. Foto: Shutterstock

Suatu hari saya lagi sibuk pakai HP, buka banyak aplikasi bergantian, eh tiba-tiba muncul notifikasi "penyimpanan hampir penuh". Saya sempat bingung, karena setahu saya sebelumnya sudah cukup rajin hapus file. Setelah dicek, ternyata yang penuh itu memori internal (ROM), bukan RAM yang biasa saya pantau kalau HP mulai lemot.

Dari situ saya baru sadar, selama ini saya suka menyamakan perbedaan RAM dan ROM begitu saja, padahal keduanya benar-benar berbeda fungsi. Berikut yang akhirnya saya pahami setelah kejadian itu, sekaligus jadi pelajaran tips teknologi yang mungkin berguna juga buat kamu.

RAM Itu Soal Kecepatan Saat Ini

RAM (Random Access Memory) berperan saat perangkat sedang dipakai secara aktif. Setiap kali buka aplikasi, datanya dimuat sementara ke RAM supaya bisa diakses dengan cepat. Semakin besar RAM, semakin banyak aplikasi yang bisa jalan bersamaan tanpa bikin HP atau laptop terasa berat.

Tapi sifatnya sementara. Begitu aplikasi ditutup atau perangkat dimatikan, data di RAM otomatis hilang. Jadi RAM ini murni soal kelancaran saat sedang dipakai, bukan tempat menyimpan file dalam jangka panjang.

ROM Itu Soal Kapasitas Jangka Panjang

ROM, yang di perangkat sekarang lebih dikenal sebagai memori internal atau storage (di laptop biasanya berbentuk SSD), berfungsi menyimpan data secara permanen: sistem operasi, aplikasi yang terinstal, foto, video, sampai dokumen. Beda dengan RAM, data di ROM tetap ada meski HP dimatikan atau di-restart.

Nah, notifikasi "penyimpanan penuh" yang saya alami itu jelas soal ROM, bukan RAM. Karena masalahnya bukan HP jadi lemot saat multitasking, tapi memang ruang penyimpanannya yang sudah sesak oleh file dan aplikasi.

Kenapa Perbedaan RAM dan ROM Ini Suka Ketuker

Setelah dipikir lagi, wajar sih kalau dua istilah ini sering campur aduk, karena sama-sama disebut "memori" dalam spesifikasi perangkat. Padahal RAM menjawab pertanyaan "seberapa lancar perangkat ini jalan sekarang," sedangkan ROM menjawab "seberapa banyak yang bisa disimpan di sini dalam jangka panjang."

Contohnya, HP dengan RAM 8GB dan ROM 128GB berarti perangkat itu bisa menjalankan banyak aplikasi sekaligus dengan lancar (berkat RAM), sekaligus muat banyak file dan aplikasi tersimpan (berkat ROM). Dua hal yang jalan berdampingan, tapi tidak saling menggantikan.

Cara Saya Sekarang Membedakan Gejalanya

Setelah kejadian itu, saya jadi punya cara sederhana buat menebak masalahnya:

  • Kalau perangkat terasa lag atau lemot saat buka banyak aplikasi sekaligus, kemungkinan besar itu soal RAM yang kurang besar.

  • Kalau yang muncul justru notifikasi penyimpanan penuh, meski jarang multitasking berat, itu tandanya ROM yang perlu diperhatikan, entah dengan menghapus file lama atau memilih perangkat dengan kapasitas lebih besar.

Kesimpulan

Dari pengalaman kecil itu, saya belajar untuk tidak asal menyamakan dua istilah yang sekilas mirip. RAM dan ROM sama-sama disebut memori, tapi menjawab kebutuhan yang berbeda: satu soal kelancaran saat ini, satu lagi soal kapasitas dalam jangka panjang. Memahami ini penting, apalagi saat harus memutuskan mau beli HP atau laptop dengan spesifikasi seperti apa.