Lebaran Yatim di 10 Muharram: Mengulik Sejarah Singkat & Amalan yang Dianjurkan

Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Adrian Putra Hermansyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bulan Muharram Merupakan salah satu bulan yang mulia karena merupakan satu bulan pembuka yang mengawali di tahun baru dalam kalender Islam Hijriyah. Umat Islam sangat bergembira bahkan berbondong-bondong menyambutnya dengan memanjatkan berbagai macam do’a dan ritual ibadah lainnya. Selain perayaan Tahun Baru Hijriyah pada tanggal 1 Muharram, sebagian masyarakat menilai dan beranggapan bahwa di tanggal 10 Muharram dicap sebagai Hari Raya atau Lebaran Bagi anak Yatim. Lantas bagaimana kita mengetahui sejarah muncul istilah tersebut?, dan apa saja amalan yang bisa kita lakukan pada hari ke-10 di bulan Muharram?, berikut penjelannya...
Sejarah Singkat Lebaran Anak Yatim
Istilah kalimat “Idul Yatama” (Lebaran/Hari Raya Anak Yatim) sebenarnya hanyalah sebuah ungkapan kegembiraan bagi anak-anak yatim itu sendiri, karena pada hari tersebut banyak sekali masyarakat yang biasa memberikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan, khususnya ditujukan kepada anak-anak yatim. Selain karena tradisi saling memberi kepada orang-orang yang membutuhkan, perbuatan ini juga merupakan salah satu perintah dari Rasulullah Saw. Dikutip dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari Abu Hurairah, bahwasanya ada seseorang yang datang mengeluhkan betapa keras hatinya kepada Rasulullah Saw, lalu kemudian beliau berkata kepada orang tersebut: “Jika engkau ingin melembutkan hatimu, maka berilah makan kepada orang miskin dan usaplah kepala anak yatim.”
Dalam perintah yang lain, mengutip dari kitab “Tanbihul Ghafilin bi-Ahaditsi Sayyidil Anbiyaa-i wal Mursalin”, disebutkan bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: “Barangsiapa mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura (10 Muharram), maka Allah akan meningkatkan derajatnyadengan setiap rambut yang diusapnya.”
Dari hadis tersebut menyimpulkan bahwa salah satu anjuran bagi kita sebagai umatnya nabi Muhammad Saw ialah dengan memberikan bantuan kepada anak yatim. Mengusap kepala anak yatim merupakan sebagai wujud dari tanda kasih sayangnya kita kepada mereka. Nabi juga mengajarkan kita agar menyantuni, memeluk, dan mengusap kepala mereka. Dengan melakukan perbuatan itulah bisa mengingatkan kita bagaimana rasanya ditinggal oleh orang tua yang dicintai dalam hidupnya, sehingga terciptanya perasaan lemah lembut di dalam hati kita dan selalu bersyukur terhadap semua yang diberikan oleh Allah Swt.
Anjuran Untuk Berpuasa di 10 Muharram
Selain bersedekah dan menyantuni anak yatim, Islam juga menyarankan agar memperbanyak ibadah dan melakukan perbuatan baik lainnya pada hari ke-10 di bulan Muharram, salah satunya ialah dengan melakukan puasa Sunah Asyura. Mengutip dari cmsAdmin, salah satu penulis artikel YAKESMA yang diterbitkan pada 10 Juli 2023, ia menuliskan bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa pada hari Asyura (10 Muharram), maka Allah akan memberikan seribu pahala malaikat dan pahala 10.000 syuhada.”
Hadis ini menganjurkan kita agar berpuasa di hari ke-10 pada bulan Muharram. Selain karena keutamaan yang sangat besar, berpuasa merupakan salah satu cara agar dapat mengendalikan hawa nafsu kita di dunia, karena pada saat berpuasa, kita dianjurkan memperbanyak amalan-amalan yang baik dan berusaha meredam nafsu dan amatah kita agar tidak terjerumus kedalam perbuatan yang dilarang oleh Allah Swt.
Dengan demikian, melalui perantara melakukan amalan-amalan yang baik inilah kita semua bisa mendapatkan kebaikan pahala di sisi Allah Swt, dan menciptakan kedamaian hati serta memperat tali persaudaraan antar sesama umat Islam.
