Praktikan PPL BK UNNES Hasilkan RPL “Bijak Bermedsos” di SMKN 9 Semarang

Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Semarang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Adelia Rosanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Semarang, 25 Agustus 2025 – Praktikan mahasiswa Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang menjalankan program UNNES Lantip Angkatan 5 di SMKN 9 Semarang menghasilkan sebuah karya berupa Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL) bertema “Bijak Bermedsos: Medsos Boleh, Candu Jangan.”
RPL Bimbingan Klasikal ini disusun berdasarkan hasil Angket Kebutuhan Peserta Didik (AKPD) yang dibagikan pada awal masa praktik. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa banyak siswa kelas XI merasa kesulitan mengendalikan ketergantungan terhadap media sosial seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram. Berdasarkan temuan tersebut, praktikan merancang RPL yang berfokus pada peningkatan kesadaran siswa agar mampu menggunakan media sosial secara sehat dan bertanggung jawab.
RPL “Bijak Bermedsos” disusun dengan menggunakan metode Game Based Learning yang menggabungkan unsur permainan dan pembelajaran. Dalam kegiatan layanan klasikal, praktikan memanfaatkan aplikasi Kahoot! sebagai media utama kuis interaktif, PowerPoint untuk penyampaian materi, dan Google Form untuk asesmen hasil layanan. Materi dalam RPL mencakup empat subtopik utama, yaitu:
Kenali tanda-tanda kecanduan media sosial
Dampak negatif penggunaan media sosial berlebihan
Media sosial sebagai ruang positif
Strategi mengendalikan penggunaan media sosial
Kegiatan layanan dilaksanakan di kelas XI AKL 1 dan XI PM 1, dengan melibatkan siswa secara aktif melalui permainan, diskusi, dan refleksi diri menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Kegiatan ini dirancang agar siswa dapat belajar dengan cara yang menyenangkan sekaligus bermakna.
Guru BK SMKN 9 Semarang menyampaikan apresiasi atas karya tersebut.
“RPL ini sangat sesuai dengan kebutuhan siswa saat ini. Pendekatan interaktif yang digunakan praktikan membuat siswa lebih bersemangat dan mudah memahami materi,” ungkapnya.
Produk RPL “Bijak Bermedsos” dilengkapi dengan berbagai perangkat pendukung seperti materi layanan, LKPD, Media, instrumen evaluasi proses dan hasil, serta dokumentasi kegiatan. Karya ini kemudian diserahkan kepada pihak sekolah sebagai bentuk kontribusi nyata untuk pengembangan layanan bimbingan dan konseling di SMKN 9 Semarang.
“Saya berharap RPL ini dapat bermanfaat dan menjadi referensi bagi guru BK maupun siswa agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial,” tutur praktikan.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa BK UNNES tidak hanya mengimplementasikan teori di lapangan, tetapi juga mampu menghasilkan produk layanan inovatif yang dapat memberikan dampak positif bagi sekolah dan peserta didik.
Praktikan,
Adelia Dwi Rosanti
