Waspada Paparan Radiasi

I.Aeni Muharromah, lulusan Universitas Padjadjaran Bandung, bekerja sebagi humas ahli madya BATAN, juga dosen di UNPAM Tangsel. Karya tulisnya dimuat di berbagai Jurnal dan bunga rampai. Menulis bagian yang tidak terpisahkan dari keg humas
Konten dari Pengguna
23 Februari 2021 8:30
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari I Aeni Muharromah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ilustrasi paparan radiasi. foto: freepik.com
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi paparan radiasi. foto: freepik.com
ADVERTISEMENT
Kalian masih ingat peristiwa temuan paparan radiasi awal tahun 2020 yang sempat ramai dimuat media masa? Ya masyarakat sekitar terperangah dan mulai sadar akan bahaya lingkungan. Paparan radiasi yang bikin geger terdeteksi alat monitoring lingkungan yang rutin dilakukan di perumahan Batan Indah Serpong akhir Januari 2020. Nilai paparan meningkat dan alat detektor radiasi berbunyi kencang.
ADVERTISEMENT
Dalam Ilmu fisika, radiasi adalah pancaran energi melalui suatu materi atau ruang dalam bentuk panas, partikel atau gelombang elektromagnetik/cahaya (foton) dari sumber radiasi. Disadari atau tidak, ternyata di sekitar kita banyak sekali radiasi. Radiasi ada di mana-mana, di rumah, di kantor, di pasar, di lapangan, maupun di tempat-tempat umum.
Penting untuk diketahui adalah sejauh mana radiasi tersebut dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan kita. Sumber radiasi yang kita kenal di sekitar kehidupan kita, contohnya adalah televisi, lampu penerangan, alat pemanas makanan (microwave oven), komputer, dan lain-lain.
Selain benda-benda tersebut ada sumber-sumber radiasi yang bersifat unsur alamiah dan berada di udara, di dalam air atau berada di dalam lapisan bumi. Beberapa di antaranya adalah uranium dan thorium di dalam lapisan bumi; karbon dan radon di udara; serta tritium dan deuterium yang ada di dalam air. Radiasi ada dalam kehidupan kita.
ADVERTISEMENT
Kembali pada peristiwa temuan paparan radiasi di atas, Batan (badan tenaga nuklir nasional) dibantu Bapeten (badan pengawas tenaga nuklir nasional), Gegana, pemkot Tangsel sebagai penguasa wilayah melakukan penyisiran dan pembersihan sumber yang memancar radiasi berasal dari serpihan vial limbah sesium-137 yang dibuang secara illegal oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Pertanyaan dan rasa keingitahuan masyarakat di antaranya; mengapa insiden penemuan paparan radiasi terjadi? Apa sumber radiasinya, berbahayakah? Bagaimana efeknya terhadap penduduk sekitar? Mengapa terjadi kelalaian? Apakah Sesium-137 yang dinyatakan dalam investigasi berasal dari reaktor nuklir yang hanya berjarak 4,5 km? Dari mana sampah serpihan vial limbah sesium-137 berasal? Kok bisa sampai di kebun kosong perumahan Batan Indah? Apa sebenarnya yang dilakukan oleh Batan dan Bapeten? Mengapa hadir juga Gegana Polri, TNI, juga wali kota dan Menteri Ristek-BRIN? Itu adalah bagian pertanyaan yang selalu ditanyakan jurnalis dan juga masyarakat pada umumnya.
ADVERTISEMENT
Nilai paparan lebih tinggi dari lingkungan normal itu harus dicermati dengan serius jangan sampai menimbulkan bahaya radiasi oleh karena itu harus segera ditangani dengan baik, melalui dekontaminasi dengan proses clean up; grading dan coring dilakukan dalam waktu 20 hari, yang dikerjakan oleh tim pekerja radiasi yang tangguh dan pengawas proteksi radiasi dibantu oleh gegana, pemkot dan detasemen KBR (Kimia Biologi dan Radioaktif).
Dilanjutkan dengan proses remediasi yaitu suatu upaya untuk mengembalikan kondisi lahan yang selama ini dilakukan clean up menjadi seperti semula. Tanah yang dikeruk, akan diganti dengan yang baru, dan untuk memastikan bahwa lahan itu benar-benar aman dari paparan zat radioaktif, maka di lapisan atas akan dilakukan pengecoran setebal 10 cm.
ADVERTISEMENT
Semua lapisan tanah dan tumbuhan dari sekitar sumber untuk diolah di pusat pengolahan limbah radiasi yang berada di kompleks puspiptek. Air tanah diukur dan diperiksa apakah terkontaminasi? Kemudian orang yang paling dekat dengan lokasi dilakukan pemeriksaan melalui alat Whole Body Counting. Untungnya tidak ditemukan kontaminasi dalam sumber air tanah dan paparan pada manusia didapat 2 orang yang agak tinggi namun masih dalam batas ambang aman.
Batan sebagai organisasi yang mengelola pemanfaatan iptek nuklir dan Bapeten badan yang mengawasi pemanfaatannya telah menunjukkan sinergi yang baik dalam kasus temuan paparan radiasi ini. Bapeten telah bekerja memantau lingkungan dalam pengawasan dan kewenangannya dan Batan telah menunjukkan kemampuan dalam menangani paparan yang anomali ini.
ADVERTISEMENT
Untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam menghadapi kedaruratan nuklir Batan telah melakukan latihan bersama yang melibatkan masayarakat sekitar, unsur nubika dan gegana, pemda dan pemkot, unsur muspika dan rumah sakit. Dari musibah ini sebenarnya banyak yang dapat dijadikan pembelajaran baik pihak Batan dan Bapeten juga masyarakat harus menyadari akan keselamatan dan keamanan lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab semua pihak termasuk masyarakat.
Bagi BATAN hal ini dapat menjadi pelajaran yang berharga dan menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa proses dekontaminasi atau clean up dapat diselesaikan dengan baik. Hal ini menunjukkan kemampuan BATAN dalam melakukan proses clean up terhadap wilayah yang terpapar zat radioaktif. Dengan kemampuan personel dan fasilitas yang dimiliki.
ADVERTISEMENT
Proses remediasi telah dilakukan dan Bapeten telah mendeklarasikan bahwa paparan radiasi tesebut sudah clear dan clean, masyarakat tidak perlu takut dan khawatir. Di samping itu, Batan harus lebih intens melakukan komunikasi publik melalui berbagai media untuk memperlihatkan manfaat pengembangan iptek nuklir sangat positif untuk masyarakat luas.
Pemanfaatan iptek nuklir bidang kedokteran, pemanfaatan x-ray, CT scan , dan radiofarmaka telah lama dimanfaatkan untuk terapi kanker tiroid, hipertiroid, mengurangi rasa nyeri di tulang, keloid, dan sebagainya. Bidang pertanian lebih kasat mata lagi karena Batan telah menghasilkan varietas padi sebanyak 22 dan telah ditanam di 34 kabupaten di Indonesia, kedelai 10 varietas, juga kacang hijau.
Pengolahan pangan iradiasi dapat meningkatkan nilai ekspor seperti produk jamu, bumbu mie instan, kosmetik adalah beberapa produk yang memanfaatkan proses iradiasi sinar Gamma. Bidang industri teknologi nuklir untuk mengetahui malfungsi, troubleshooting, diagnostik, ataupun optimasi. misalnya, teknologi nuklir digunakan untuk mendeteksi kebocoran pipa tanpa harus membongkar pipa atau menghentikan proses produksi.
ADVERTISEMENT
Wah. masih banyak lagi pemanfaatan yang sangat bermanfaat dan telah diberdayakan masyarakat. Tak kenal maka tak tahu bagaimana mungkin sayang.
Pada tulisan yang akan datang saya ingin melanjutkan bagaimana kiprah iptek nuklir yang sudah dimanfaatkan. Sebagai penutup BATAN akan berkomitmen untuk melakukan pengelolaan zat radioaktif dengan baik yang didukung oleh sistem keamanan yang andal.
(Aeni)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020