Konten dari Pengguna

Menjaga Amalan di Awal Ramadan

Taslim Reftiardana

Taslim Reftiardana

Taslim Reftiardana - Guru SDIT Alam Cahaya Toboali.

·waktu baca 4 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Taslim Reftiardana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Mengaji Bersama saat Gelar Acara Bahagia Bersama Al-Qur'an | 25/03/2024 | By Novrianto W
zoom-in-whitePerbesar
Foto Mengaji Bersama saat Gelar Acara Bahagia Bersama Al-Qur'an | 25/03/2024 | By Novrianto W

Allah SWT telah mengaruniakan nikmat yang terbesar kepada kita; nikmat yang tidak ada bandingannya, nikmat termahal di dunia dan di akhirat, yaitu nikmat iman dan Islam. Kita syukuri nikmat ini dari lubuk hati kita yang paling dalam, kita panjatkan syukur dengan lisan kita, dan kita rasakan dengan otak kita. Kita buktikan syukur kita dengan seluruh perbuatan kita. Sehingga seluruh perbuatan kita zhahir dan batin sesuai dengan Islam.

Hai orang orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan. (Q.S. Al Baqarah : 208 )

Perbuatan apa saja yang didasari dengan Islam, maka akan ada berkahnya di dunia dan di akhirat. Tidak akan ada habis-habisnya selama-lamanya. Apa saja yang tidak didasari dengan Islam, merupakan kerugian yang selama-lamanya.

Apa saja yang kita buat karena Islam, Allah SWT akan ridho kepada kita. Apa saja yang kita buat bukan karena Islam, tetapi karena diri kita, karena kedudukan kita, karena golongan kita, maka itu kerugian yang selama-lamanya,

Ketika orang orang yang di ikuti itu terlepas diri dari orang orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa dan ( ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali (Q.S. Al Baqarah: 166)

Sudah menjadi Rahmat Allah kepada umat ini bahwa Allah SWT telah memberikan waktu-waktu yang istimewa untuk menambal kekurangan kekurangan kita pada waktu-waktu yang lain. Di antara waktu-waktu yang istimewa itu adalah bulan Ramadan ini. Kalau kita menjaga bulan Ramadan ini sungguh-sungguh, maka kata para Ulama', "Allah akan menjaga alaman kita selama satu tahun penuh." Akan tetapi kalau kita tidak menjaga amalan ramadan ini, nanti akibatnya, selama setahun penuh amalan kita akan menjadi lemah.

Bulan ramadan ini beberapa hari telah kita masukin. Di katakan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW bahwa sepuluh hari di awal ramadan adalah hari hari yang di penuhi dengan Rahmat. Maka waktunya kita memohon Rahmat di awal awal ramadan ini.

Semua orang perlu dengan Rahmat. Memang hajat kita yang sebenarnya itu hanyalah satu, yaitu rahmat Allah SWT. Kalau Rahmat Allah datang maka semua masalah akan selesai. Akan tetapi, kalau Rahmat Allah SWT tidak datang, walaupun dunia dan seisinya di berikan kepada kita, manusia dan jin mendukung kita, maka kita akan celaka juga pada akhirnya.

Kemudian, pertengahan Ramadan adalah hari hari maghfirah, penuh dengan ampunan, tidak ada masalah yang lebih menyusahkan manusia di dunia dan di akhirat melebihi dosa doanya, Maka jangan sampai kita sia siakan pertengahan Ramadan ini.

Pada puncak nya, akhir Ramadan adalah (pembebasan dari api neraka ). Tidak ada musibah yang lebih mengerikan melebihi kalau orang itu masuk ke dalam neraka. Kalaupun musibah di dunia ini, mulai zaman nya nabi Adam sampai hari kiamat, di kumpulkan menjadi satu, maka tidak ada apa-apa nya jika di bandingkan dengan musibah masuk ke dalam neraka. Salah satu penyelamat dari neraka adalah menjaga amalan di akhir Ramadan.

Mumpung ramadan ini masih ada, maka jangan kita tunda-tunda. Karena sudah menjadi fitrah manusia kalau awal ramadan sungguh-sungguh, maka di pertengahan Ramadan akan mudah untuk sungguh-sungguh. Di akhir Ramadan, dia akan panen. Kalau di awal ramadan kita lemah, maka kelemahan itu akan menjadi sifat kita. Dengan begitu, di pertengahan Ramadan tambah lembek. Kemudian, di akhir Ramadan tinggal ruginya saja.

Jangan kita sia siakan setiap detik di bulan ramadan ini untuk ibadah, untuk doa, untuk membaca Al Quran, untuk shodaqoh dan infak. Bulan ramadan ini bukanlah waktu nya kita mengumpulkan harta, tetapi waktunya kita mengeluarkan harta. Karena waktu ramadan ini pahala sedekah ini dilipat-gandakan. Awal ramadan ini bukan waktunya kita bermalas-malasan. Sebaliknya, waktunya kita habis habisan untuk beramal. Setiap amalan akan dilipat-gandakan sampai berlipat-lipat.

Dulu kiai saya almarhum K.H Uzairon Thoifuri Abdillah Rohimahullah beliau mengatakan: "Bulan Ramadan ini diibaratkan seperti pasar, kalau orang pergi ke pasar membawa uang, membeli barang" yang ada di sana, maka dia akan mendapatkan banyak bekal, tetapi kalau orang datang ke pasar tidak bawa apa-apa dan lihat lihat saja, maka dia tidak akan mendapatkan apa-apa. Begitulah Ramadan, kalau orang itu beramal sungguh-sungguh di ramadan maka dia akan mendapatkan pahala, tetapi kalau orang bermalas-malasan di Ramadan ini maka dia tidak akan mendapatkan apa-apa, bahkan dia sangat rugi. Kita di dunia ini tidak lama, tahu tahu ramadan sudah hampir habis. Nanti, Tanpa terasa juga, umur kita tahu tahu sudah hampir habis. Sedangkan kita belum beramal apa-apa. Belum membangun akhirat kita dengan sungguh-sungguh. Belum bertaubat kepada Allah SWT dengan sungguh-sungguh, Maka, bagaimana nasib kita di akhirat kelak ketika menghadap kepada Allah SWT.

Maka bulan ramadan ini adalah bulan yang sesuai untuk kita mencuci diri, taubat kepada Allah SWT.

Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang taubat." (Q.S. Al-Baqarah 222)