Konten dari Pengguna

Nama Lain Bulan Romadhon

Taslim Reftiardana

Taslim Reftiardana

Taslim Reftiardana - Guru SDIT Alam Cahaya Toboali.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Taslim Reftiardana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Bersama Kelas 2B 'Rojab' SDIT Alam Cahaya | 26/03/2024 |
zoom-in-whitePerbesar
Foto Bersama Kelas 2B 'Rojab' SDIT Alam Cahaya | 26/03/2024 |

Kita harus selalu bersyukur kepada Allah atas rahmatnya kita masih diberikan kesehatan lahir maupun batin, serta nikmat sempat hingga masih dipertemukan bulan yang ini penuh berkah ini, Syahru Ramadhan, Rasulullah bersabda:

قدْ جاءَكمْ شهرُ رمضانَ ، شهرٌ مباركٌ افترضَ اللهُ عليكُمْ صيامَهُ ، يفتحُ فيهِ أبوابُ الجنةِ ، ويغلقُ فيهِ أبوابُ الجحيمِ ، وتغلُّ فيهِ الشياطينُ ، فيهِ ليلةٌ خيرٌ مِنْ ألفِ شهرٍ ، مَنْ حُرِمَ خيرَها فقدْ حرِمَ

“Sesungguhnya telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan berpuasa di dalamnya. Dalam bulan Ramadhan dibuka segala pintu sorga, dikunci segala pintu neraka dan dibelenggu segala syaitan. Didalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa saja tidak diberikan kepadanya kebajikan malam itu, Barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikannya berarti ia telah benar-benar terhalang atau terjauhkan (dari kebaikan)” (HR. Ahmad, An-Nasai dan Baihaqi dari Abu Hurairah )

Dalam kalender Islam, Ramadhan adalah bulan kesembilan. Secara bahasa Ramadhan berasal dari kata ar-ramdhu yang bermakna teriknya sinar matahari yang amat panas. Sedangkan secara maknawi, Ramadhan adalah bulan yang membakar, yakni membakar semua dosa-dosa dan membumi hanguskan sifat-sifat angkara murka yang bertahta di dalam diri dengan amaliah puasa dan amal saleh lainnya, di bulan Ramadhan semua amaliah baik akan dilipatgandakan pahalanya.

Pendapat lain menyatakan Ramadhan bermakna mengasah karena di bulan ini para kabilah-kabilah di Jazirah Arab melakukan aktivitas mengasah alat perang mereka. Dalam hal ini dapat kita pahami bahwa yang mereka asah adalah batin atau mengasah jiwa mereka, karena melalui bulan Ramadhan Allah mengajak manusia untuk tidak tergantung dan terikat pada hal-hal yang bersifat materialistik keduniawiaan, dengan tidak mengkonsumsi makanan dan minuman sampai pada waktu yang telah ditentukan, bahkan juga tidak melakukan hubungan intim dengan pasangan manakala saat berpuasa, yang demikian sebagai upaya untuk mengaktifkan jiwa rohaninya pada seorang yang berpuasa.

Para ulama berdasarkan penghayatan dan perenungannya memberikan tiga nama lain untuk bulan Ramadhan yakni Syahr at-Tarbiyyah, Syahr al-Jihad, dan Syahr ash-Shabr. Dimana akan saya uraikan di bawah ini:

1. Ramadhan Syahr at-Tarbiyyah

Adalah Ramadhan sebagai bulan pendidikan karena di bulan ini Allah mendidik langsung hamba-hamba-Nya untuk memiliki sifat dan akhlak seperti akhlak Allah Swt. Sebagai contoh Allah tidak makan dan minum, maka orang yang berpuasa diperintahkan agar tidak makan dan minum. Jadi, pada dasarnya orang yang sedang berpuasa hakikatnya sedang melatih dirinya untuk memiliki sifat-sifat Ilahiyah (Transendental), sehingga ia hadir di tengah-tengah masyarakat menjadi duta-duta Ilahi Yang Maha Cinta dan Kasih, bukan menjadi duta Syaitan yang selalu mengajak kepada keburukan dan kerusakan. Proses pendidikan inilah yang disebutkan dalam sebuah riwayat, “Berakhlaklah kalian dengan akhlak atau sifat-sifat Allah swt”.

2. Ramadhan Syahr al-Jihad

Ramadhan juga disebut sebagai bulan jihad, berjihad untuk melawan penindasan, fakta historis mencatat beberapa peristiwa besar dan penting dalam sejarah dakwah Islam terjadi pada bulan Ramadan, misalnya peristiwa kemenangan Perang Badar pada tahun ke 2 Hijriah / 624 Masehi, kesuksesan penaklukkan kota Makkah atau yang dikenal Fath al-Makkah pada tahun ke 8 Hijriah/630 Masehi yang saat penakhlukan ini tanpa tetesan darah sedikit pun.

Demikian juga sepeninggal Rasulullah Saw, kemenangan dalam Perang Sabil pada 584 Hijriah /1188 Masehi, Selain dari kemenangan atas peristiwa- peristiwa tersebut, Ramadhan disebut sebagai bulan jihad, karena seluruh umat Muslim sedang berjihad melawan dan menundukkan hawa nafsu diri sendiri. Hal inilah sebagaimana yang disebut oleh Rasulullah sebagai Jihad Akbar, yakni jihad terbesar dan terpenting untuk memperoleh keselamatan hakiki pada setiap kaum muslimin.

3. Ramadhan Syahr ash-Shabr

Yakni Ramadhan sebagai bulan kesabaran karena lewat ibadah puasa umat Muslim dididik oleh Allah agar memiliki sikap/mental sabar dalam menjalani pelbagai kehidupan. Sebab, sabar itu dibutuhkan kapan pun dan di mana pun serta sabar harus merasuk pada lintas umur dewasa, anak-anak, laki-laki, perempuan, kaya, miskin dan lain-lain. Rasulullah bersabda:

الصِّيَامُ نِصْفُ الصَّبْرِ, رواه ابن ماجہ

“Sesungguhnya puasa itu separuh dari kesabaran” (HR. Ibnu Majah)