KKM 18 Uniba Hadirkan Solusi Digital untuk Keluhan Warga di Desa Lebak Gede

Kelompok KKM 18 Universitas Bina Bangsa, terdiri dari mahasiswa-mahasiswi berdedikasi dari berbagai program studi. Kami siap berkolaborasi dan menerapkan ilmu pengetahuan untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat melalui program kerja yan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari KKM 18 Universitas Bina Bangsa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 18 dari Universitas Bina Bangsa (Uniba) membawa angin segar inovasi digital ke Desa Lebak Gede. Pada hari Minggu, 20 Juli 2025, bertempat di aula kelurahan, para mahasiswa menyelenggarakan acara sosialisasi yang berfokus pada pengenalan sistem pengaduan masyarakat berbasis web, sebuah langkah progresif untuk meningkatkan pelayanan publik dan partisipasi warga.
Acara yang merupakan bagian dari program utama KKM kelompok 18 ini mengusung tema besar "Mewujudkan Kepemimpinan Diri untuk Mengabdi". Tema ini tercermin jelas dalam inisiatif mereka untuk menciptakan solusi konkret atas permasalahan yang ada di masyarakat. Selain sosialisasi sistem pengaduan, para mahasiswa juga mengintegrasikannya dengan program penyuluhan mengenai pentingnya kebersihan lingkungan, menunjukkan pendekatan yang holistik terhadap pembangunan desa.
Pusat perhatian dalam sosialisasi ini adalah presentasi yang dibawakan secara lugas dan mendetail oleh Aes Saputra, salah satu anggota KKM 18 yang bertanggung jawab atas pengembangan teknis sistem tersebut. Di hadapan warga, tokoh masyarakat, dan perangkat desa yang hadir, Aes Saputra memaparkan alur kerja serta manfaat dari platform digital yang telah mereka rancang.
"Sistem ini kami buat untuk menjembatani komunikasi antara warga dan pemerintah desa secara lebih efektif, efisien, dan transparan," jelas Aes Saputra saat presentasi. Ia menunjukkan antarmuka (interface) sistem melalui proyektor, memperlihatkan bagaimana warga dapat dengan mudah mengirimkan laporan atau keluhan langsung dari ponsel atau komputer mereka.
Platform tersebut dirancang dengan antarmuka yang ramah pengguna. Warga dapat mengajukan berbagai jenis pengaduan, mulai dari masalah infrastruktur seperti jalan rusak atau lampu penerangan jalan yang mati, hingga layanan administrasi dan isu sosial lainnya. Fitur unggulan dari sistem ini adalah kemampuan untuk melampirkan foto sebagai bukti pendukung, serta adanya notifikasi status pengaduan, sehingga pelapor dapat memantau proses tindak lanjut dari laporannya, mulai dari status 'diterima', 'diproses', hingga 'selesai'.
"Tujuannya adalah untuk memangkas birokrasi yang terkadang berbelit dan memastikan setiap laporan terdokumentasi dengan baik. Bagi pemerintah desa, data yang terkumpul dalam sistem ini bisa menjadi dasar untuk pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran," tambah Aes.
Antusiasme peserta terlihat jelas selama sesi berlangsung. Beberapa warga aktif bertanya mengenai keamanan data dan bagaimana cara menggunakan aplikasi tersebut bagi mereka yang kurang akrab dengan teknologi. Tim KKM 18 dengan sabar menjawab setiap pertanyaan dan meyakinkan bahwa mereka akan melakukan pendampingan selama periode KKM berlangsung untuk memastikan warga terbiasa dengan sistem baru ini.
Kegiatan ini bukan hanya tentang teknologi. Para mahasiswa juga menekankan bahwa sistem pengaduan ini dapat menjadi alat yang ampuh untuk menjaga kebersihan lingkungan. Warga diimbau untuk melaporkan jika ada tumpukan sampah liar atau fasilitas kebersihan yang rusak melalui platform tersebut, sehingga bisa ditangani dengan cepat oleh pihak terkait.
Sebagai simbol apresiasi dan penyerahan hasil kerja secara simbolis, acara diakhiri dengan penyerahan plakat dan sertifikat dari perwakilan mahasiswa KKM 18 kepada Aes Saputra sebagai pemateri utama. Momen ini, bersama dengan sesi foto bersama seluruh peserta, menandai komitmen bersama antara mahasiswa dan masyarakat Desa Lebak Gede untuk bergerak menuju tata kelola desa yang lebih modern dan responsif.
Inisiatif yang dilakukan oleh mahasiswa KKM 18 Uniba ini diharapkan tidak berhenti sebagai program seremonial. Dengan adanya serah terima sistem kepada pihak desa, diharapkan platform ini dapat terus dikelola dan dikembangkan menjadi bagian integral dari pelayanan publik di Desa Lebak Gede, menjadi warisan pengabdian yang bermanfaat jangka panjang.
