Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKM 18 Uniba Bantu UMKM Keripik Singkong Lokal Naik Kelas

KKM 18 Universitas Bina Bangsa

KKM 18 Universitas Bina Bangsa

Kelompok KKM 18 Universitas Bina Bangsa, terdiri dari mahasiswa-mahasiswi berdedikasi dari berbagai program studi. Kami siap berkolaborasi dan menerapkan ilmu pengetahuan untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat melalui program kerja yan

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari KKM 18 Universitas Bina Bangsa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di tengah persaingan industri kuliner yang semakin ketat, sentuhan inovasi dan strategi pemasaran modern menjadi kunci bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk bertahan dan berkembang. Menyadari hal tersebut, sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 18 dari Universitas Bina Bangsa (Uniba) tergerak untuk memberikan pendampingan kepada salah satu industri rumahan (home industry) keripik singkong di lingkungan mereka.

UMKM yang menjadi fokus pendampingan kali ini adalah "Keripik Singkong Kurnia Sari," sebuah usaha rumahan yang selama ini memproduksi keripik singkong secara tradisional. Berdasarkan observasi awal, mahasiswa KKM 18 melihat adanya potensi besar pada produk ini. Keripik yang dihasilkan memiliki tekstur yang renyah dan cita rasa otentik yang khas, lahir dari proses pengolahan yang masih sederhana dan menjaga kualitas bahan baku. Seperti yang terlihat dalam salah satu dokumentasi, irisan singkong yang tipis dan seragam seperti pada gambar:

Bahan baku utama
zoom-in-whitePerbesar
Bahan baku utama

menjadi bahan baku utama yang siap diolah menjadi camilan gurih.

Namun, di balik kualitas produknya, UMKM Keripik Singkong Kurnia Sari menghadapi tantangan klasik: pemasaran dan pengemasan yang masih konvensional. Penjualan hanya terbatas pada lingkungan sekitar tanpa adanya identitas merek yang kuat.

"Kami melihat produknya sangat enak dan punya potensi untuk dijual lebih luas. Sayangnya, kemasannya masih polosan dan belum ada label yang bisa menjadi identitas. Dari sanalah kami memulai program pendampingan ini," ujar salah seorang perwakilan mahasiswa KKM Kelompok 18.

Program utama yang diusung oleh kelompok mahasiswa ini adalah melakukan rebranding atau pembaruan citra merek. Langkah pertama yang mereka lakukan adalah merancang dan mencetak label kemasan yang lebih profesional dan informatif. Seperti yang terlihat pada gambar:

Label UMKM Keripik Singkong

label baru tersebut didesain dengan menarik, memuat informasi penting seperti:

  • Nama Merek: Keripik Singkong

  • Nama Produsen: HOME INDUSTRI, Diproduksi Oleh: Nurul Sifa

  • Varian Rasa: Original, Balado, dan Pedas

  • Kontak Pemesanan: 081585785036

  • Logo Halal: Menjamin konsumen Muslim bahwa produk ini terjamin kehalalannya, sebuah nilai tambah yang sangat signifikan di pasar Indonesia.

Dengan adanya label baru ini, produk yang tadinya hanya berupa keripik dalam kemasan plastik biasa (seperti pada IMG_2288.jpg), kini memiliki identitas yang jelas, terlihat lebih higienis, dan tepercaya.

Selain bantuan dalam hal pengemasan, para mahasiswa juga melakukan sesi diskusi dan pendampingan langsung dengan pemilik usaha, Ibu Suleha. Dalam suasana yang akrab di kediamannya.

Mewawancara Ibu Suleha

Para mahasiswa memberikan wawasan mengenai strategi pemasaran digital sederhana. Mereka memberikan saran tentang bagaimana memanfaatkan aplikasi perpesanan seperti WhatsApp dan media sosial untuk mempromosikan produk, menjangkau pelanggan baru di luar lingkungan terdekat, dan mengelola pesanan secara lebih efisien.

Ibu Kurnia Sari, sang pemilik usaha, menyambut hangat inisiatif para mahasiswa. "Saya sangat senang dan terbantu dengan kehadiran adik-adik mahasiswa KKM ini. Dulu saya hanya menjual biasa saja dari rumah ke tetangga. Sekarang dengan adanya stiker baru ini, keripik saya jadi kelihatan lebih bagus dan modern. Saya jadi lebih percaya diri untuk menjualnya," ungkapnya dengan penuh semangat.

Kegiatan ini merupakan cerminan nyata dari peran perguruan tinggi dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada poin pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga turun langsung untuk mengidentifikasi masalah di lingkungan sekitar dan memberikan solusi yang aplikatif dan bermanfaat.

Kolaborasi antara Mahasiswa KKM Kelompok 18 Universitas Bina Bangsa dan UMKM Keripik Singkong Kurnia Sari ini diharapkan dapat menjadi pemicu pertumbuhan usaha tersebut. Dengan bekal produk berkualitas yang kini didukung oleh kemasan yang menarik dan pemahaman dasar tentang pemasaran, Keripik Singkong Kurnia Sari siap untuk "naik kelas", menjangkau pasar yang lebih luas, dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. Ini adalah bukti bahwa sinergi antara semangat akademis dan ketekunan pelaku usaha lokal dapat menciptakan perubahan yang positif dan berkelanjutan.