Mahasiswa KKM Kelompok 18 Tiba di Lebak Gede, Siap Kembangkan Potensi Lokal

Kelompok KKM 18 Universitas Bina Bangsa, terdiri dari mahasiswa-mahasiswi berdedikasi dari berbagai program studi. Kami siap berkolaborasi dan menerapkan ilmu pengetahuan untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat melalui program kerja yan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari KKM 18 Universitas Bina Bangsa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Langit Lebak Gede di awal Juli 2025 terasa berbeda. Bukan hanya karena mentari pagi yang bersinar lebih cerah, tetapi karena ada energi baru yang menyelimuti suasana di sekitar kantor kelurahan. Energi itu datang dari serombongan anak muda berjaket merah menyala, yang langkahnya mantap menapaki halaman kantor. Mereka adalah kami, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 18 dari Universitas Bina Bangsa, yang datang dengan sekantong mimpi dan rencana untuk memulai babak pengabdian selama sebulan penuh. Kedatangan kami disambut dengan jabat tangan hangat dan senyum tulus dari jajaran aparat kelurahan serta para tokoh masyarakat yang telah menunggu dengan ramah.
Acara serah terima yang berlangsung pada Senin pagi, 7 Juli 2025, terasa jauh dari kesan kaku. Momen itu lebih terasa seperti pertemuan antara orang tua dan anak-anaknya yang baru pulang. Suasana menjadi cair ketika kami saling memperkenalkan diri, diselingi tawa kecil dan anggukan penuh harap. Ini adalah titik nol, penanda simbolis bahwa kami telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar Kelurahan Lebak Gede, setidaknya untuk tiga puluh hari ke depan.
Ketua Kelompok 18, Vioren Haris, dengan suara yang bergetar karena antusiasme, mencoba merangkum perasaan kami semua. "Kami datang ke Lebak Gede bukan karena kebetulan. Kami melihat ada denyut kehidupan yang kuat di sini, ada potensi luar biasa di setiap sudut desa, mulai dari keramahan warganya hingga produk-produk lokal yang sebenarnya punya kualitas juara. Tujuan kami sederhana: kami tidak ingin sekadar menerapkan teori dari buku, kami ingin belajar langsung dari 'universitas kehidupan' di sini. Kami ingin bertukar ilmu dan cerita dengan bapak, ibu, dan seluruh masyarakat," ujarnya, yang disambut tepuk tangan hangat.
Niat itu kami terjemahkan ke dalam serangkaian program kerja yang dirancang untuk menyentuh langsung kebutuhan warga. Di sektor ekonomi, kami tak hanya akan menggelar pelatihan digital marketing biasa. Kami bermimpi untuk melihat keripik singkong atau Klanting buatan warga Lebak Gede bisa terpajang cantik di etalase toko online, lengkap dengan kemasan yang menarik. Di bidang pendidikan, angan kami adalah menciptakan sebuah pojok baca yang nyaman di balai warga, tempat adik-adik bisa tenggelam dalam dunia imajinasi, serta mengadakan bimbingan belajar yang membuat mereka percaya bahwa mereka bisa meraih cita-cita setinggi langit.
Tak lupa, isu kesehatan dan lingkungan menjadi perhatian utama. Kami akan mengajak warga untuk lebih peduli pada Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui obrolan santai dari rumah ke rumah, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong lewat kerja bakti rutin. Bahkan, kami pun siap membantu di kantor kelurahan, membereskan tumpukan arsip dan membantu proses digitalisasi data, agar pelayanan untuk warga bisa lebih cepat dan efisien.
Kepala Kelurahan Lebak Gede, Bapak Miftahul Kamal, dalam sambutannya memandang kami dengan tatapan kebapakan. "Saya selalu percaya, anak-anak muda ini adalah obor. Kehadiran adik-adik mahasiswa dari Kelompok 18 di sini adalah energi baru yang akan menyalakan kembali semangat di tengah-tengah kami. Jangan sungkan, anggap kami semua sebagai orang tua kalian sendiri. Pintu rumah kami selalu terbuka. Mari kita bekerja bersama, berkolaborasi, dan buktikan bahwa sinergi antara semangat muda dan pengalaman kami bisa membawa perubahan nyata untuk kemajuan Lebak Gede," ungkapnya tulus.
Kini, dengan semangat pengabdian yang membara, kami siap melebur, mendengarkan, dan berkarya. Ini bukan lagi sekadar program KKM untuk memenuhi syarat kelulusan. Ini adalah sebuah janji untuk menorehkan jejak, sekecil apapun itu, di hati masyarakat Lebak Gede. Sebuah perjalanan untuk membuktikan bahwa generasi muda bukan hanya peduli, tetapi juga siap menjadi bagian dari solusi untuk membangun negeri, dimulai dari sebuah desa yang ramah ini.
