Tingkatkan Literasi Keuangan, KKM Uniba Latih Pembukuan Sederhana Bagi UMKM

Kelompok KKM 18 Universitas Bina Bangsa, terdiri dari mahasiswa-mahasiswi berdedikasi dari berbagai program studi. Kami siap berkolaborasi dan menerapkan ilmu pengetahuan untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat melalui program kerja yan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari KKM 18 Universitas Bina Bangsa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 18 dari Universitas Bina Bangsa (Uniba) menyelenggarakan program sosialisasi untuk memberdayakan para pengrajin keripik lokal. Sejalan dengan tema besar KKM yaitu "UMKM Sertifikasi Halal Menuju Pasar Global", kegiatan ini berfokus pada peningkatan literasi keuangan melalui materi bertajuk "BEBAS BINGUNG KEUANGAN!: PENCATATAN AKUNTANSI SEDERHANA UNTUK PENGRAJIN KERIPIK".
Sosialisasi yang dibawakan oleh pemateri Ibu Deti Susilawati, SE., M.AK. , ini dirancang untuk mencapai beberapa tujuan utama. Tujuan tersebut adalah menyadarkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan pentingnya pencatatan keuangan , membantu mereka dalam membuat buku kas sederhana , serta menumbuhkan kebiasaan untuk secara rutin mencatat transaksi harian.
Dalam paparannya, Ibu Deti Susilawati, SE., M.AK., menyoroti berbagai masalah klasik yang kerap dihadapi oleh UMKM. "Banyak pelaku usaha yang lupa alur pemasukan dan pengeluaran , tidak mengetahui secara pasti apakah usahanya untung atau rugi , dan akhirnya mengalami kesulitan saat hendak mengajukan pinjaman modal ke lembaga keuangan karena tidak memiliki pembukuan," jelasnya.
Sebagai solusinya, materi ini menawarkan metode pencatatan sederhana yang mudah diaplikasikan. "Tidak perlu rumit, kuncinya adalah cukup catat uang masuk dan keluar. Ini bisa dilakukan menggunakan buku tulis biasa, program Excel di komputer, ataupun aplikasi keuangan sederhana di ponsel ," tambah Ibu Deti Susilawati. Fokus utamanya adalah konsistensi dalam mencatat setiap transaksi yang terjadi setiap hari.
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, peserta diberikan contoh praktis format Buku Kas Harian. Format ini terdiri dari lima kolom utama: Tanggal , Keterangan , Uang Masuk , Uang Keluar , dan Saldo. Sebagai ilustrasi, dicontohkan transaksi pada tanggal 1 Juli 2025 , di mana ada pemasukan dari "PENJUALAN" sebesar Rp250.000 , sehingga saldo menjadi Rp250.000. Kemudian pada 3 Juli 2025 , tercatat pengeluaran untuk "BELI MINYAK" sebesar Rp40.000 , yang membuat saldo akhir menjadi Rp210.000.
Di akhir sesi, pemateri membagikan beberapa kiat agar para pengrajin dapat konsisten melakukan pencatatan. Tips tersebut antara lain adalah menyisihkan waktu hanya lima menit setiap hari untuk mencatat , menggunakan format yang paling mudah dipahami , dan menyimpan semua catatan di tempat yang aman serta rapi. Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana para peserta dapat berdiskusi langsung mengenai kendala yang mereka hadapi.
