Konten dari Pengguna

Evaluasi Program Pagi-Pagi Ambyar dalam Menjaga Etika Penyiaran

Affifah Fauzia

Affifah Fauzia

Mahasiswa Universitas Pamulang

·waktu baca 5 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Affifah Fauzia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Program televisi tidak hanya dituntut untuk menarik perhatian penonton, tetapi juga harus mampu menjaga kualitas dan etika dalam penyajian kontennya. Salah satu program yang menarik untuk dikaji adalah Pagi-Pagi Ambyar yang ditayangkan Trans TV. Program ini merupakan tayangan talk show yang banyak membahas kehidupan selebritas, isu yang sedang ramai diperbincangkan, serta berbagai topik hiburan.

Pagi-Pagi Ambyar saat menayangkan episode bersama Lucinta Luna dan pasangannya. Foto ini merupakan dokumentasi pribadi yang diambil dari tayangan resmi Trans TV di YouTube. Sumber foto: Dokumentasi pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Pagi-Pagi Ambyar saat menayangkan episode bersama Lucinta Luna dan pasangannya. Foto ini merupakan dokumentasi pribadi yang diambil dari tayangan resmi Trans TV di YouTube. Sumber foto: Dokumentasi pribadi.

Di balik daya tarik tersebut, Pagi-Pagi Ambyar pernah mendapat perhatian dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait isi tayangannya. Pada Agustus 2023, KPI memanggil pihak Trans TV untuk memberikan penjelasan mengenai episode Pagi-Pagi Ambyar yang menghadirkan Lucinta Luna dan pasangannya pada 10 dan 18 Juli 2023. Menurut KPI, tayangan tersebut mendapat banyak pengaduan masyarakat dan menjadi perbincangan di media sosial. KPI juga menyoroti pentingnya pengelolaan isu sensitif, terutama karena program tersebut disiarkan pada pagi hari yang berpotensi ditonton oleh anak dan remaja.

Permasalahan tersebut menunjukkan bahwa daya tarik sebuah program tidak cukup hanya diukur dari seberapa ramai program diperbincangkan. Konten yang menarik perhatian masyarakat juga perlu dievaluasi dari sisi kepatutan, perlindungan anak dan remaja, serta kepatuhan terhadap etika penyiaran.

Permasalahan dalam Penyajian Konten

Salah satu persoalan yang dapat dilihat dari Pagi-Pagi Ambyar adalah kecenderungan menjadikan kehidupan pribadi selebritas sebagai bagian dari materi hiburan. Hal ini sebenarnya dapat menjadi daya tarik karena penonton memiliki rasa ingin tahu terhadap kehidupan figur publik. Namun, jika pembahasannya terlalu jauh masuk ke persoalan pribadi, program dapat berisiko mengabaikan batas privasi dan kepatutan.

Hal tersebut juga terlihat dalam hasil Indeks Kualitas Program Siaran Televisi KPI. Pada evaluasi tahun 2023, Pagi-Pagi Ambyar mendapat catatan terkait pembahasan kehidupan pribadi selebritas. KPI mencatat adanya beberapa episode yang perlu mendapat perhatian agar pembahasan konflik dan kehidupan pribadi tidak berkembang menjadi eksploitasi.

Catatan serupa kembali muncul dalam laporan KPI tahun 2024. Dalam salah satu episode Pagi-Pagi Ambyar pada 23 Februari 2024, KPI menilai pembahasan mengenai kehidupan pribadi Peggy Melati Sukma terlalu mendalam dan tidak layak menjadi konsumsi publik. KPI juga mencatat bahwa dalam beberapa tayangan variety show masih terdapat persoalan berupa eksploitasi kehidupan pribadi bintang tamu.

Dengan demikian, masalah utama yang dapat dianalisis bukan sekadar keberadaan artis atau topik kontroversial dalam program, tetapi bagaimana tim produksi menentukan batas antara konten hiburan yang menarik dengan konten yang terlalu mengekspos kehidupan pribadi seseorang.

Analisis Berdasarkan Evaluasi Program

Permasalahan tersebut dapat dianalisis menggunakan konsep evaluasi program dan perubahan format program. Dalam materi Modul 16, evaluasi program merupakan proses sistematis untuk menilai apakah sebuah program telah mencapai sasaran audiens, memenuhi standar kualitas isi, serta mematuhi etika dan regulasi. Evaluasi tidak hanya melihat rating atau jumlah penonton, tetapi juga mempertimbangkan kualitas konten dan kepatuhan terhadap aturan penyiaran.

Jika diterapkan pada Pagi-Pagi Ambyar, evaluasi seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan apakah suatu topik berhasil membuat program ramai dibicarakan. Tim produksi juga perlu melihat bagaimana respons masyarakat, pengaduan yang muncul, serta apakah materi yang disajikan sesuai dengan ketentuan penyiaran.

Hal ini penting karena di era digital, respons terhadap sebuah program dapat muncul dengan cepat melalui media sosial. Modul 16 menjelaskan bahwa evaluasi program saat ini dapat memanfaatkan berbagai data, seperti interaksi media sosial, streaming analytics, dan sistem pengukuran audiens. Artinya, komentar dan respons publik dapat menjadi salah satu bahan evaluasi untuk mengetahui bagaimana sebuah tayangan diterima oleh masyarakat.

Dalam kasus Pagi-Pagi Ambyar, banyaknya pengaduan masyarakat yang disampaikan kepada KPI menunjukkan bahwa respons publik terhadap isi program perlu menjadi bahan evaluasi. Namun, evaluasi tidak seharusnya hanya dilakukan setelah muncul teguran atau kritik. Tim produksi perlu melakukan evaluasi secara berkala sebelum masalah yang sama kembali terjadi.

Selain itu, evaluasi juga perlu mempertimbangkan aspek regulasi. Modul 16 menjelaskan bahwa evaluasi diperlukan untuk memastikan program tidak melanggar aturan penyiaran. Dalam kasus Pagi-Pagi Ambyar, KPI secara khusus mengingatkan bahwa program yang ditayangkan pada pagi hari perlu memperhatikan perlindungan anak dan remaja.

Solusi yang Dapat Dilakukan

Berdasarkan permasalahan tersebut, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah memperkuat evaluasi internal sebelum tayangan disiarkan. Tim produksi perlu melakukan penyaringan terhadap materi yang berkaitan dengan kehidupan pribadi, konflik keluarga, perceraian, maupun persoalan sensitif lainnya.

Selanjutnya, program dapat mempertahankan konsep talk show dan hiburan, tetapi melakukan penyesuaian pada cara pembahasannya. Topik mengenai kehidupan selebritas tetap dapat digunakan selama pembahasannya tidak terlalu mengeksploitasi persoalan pribadi. Misalnya, pembahasan dapat lebih diarahkan pada karya, pengalaman, perjalanan karier, atau sisi inspiratif dari narasumber.

Tim produksi juga perlu melakukan evaluasi setelah program ditayangkan. Respons penonton di media sosial, jumlah pengaduan, serta catatan dari KPI dapat dijadikan bahan untuk memperbaiki episode berikutnya. Dengan demikian, evaluasi tidak hanya berfungsi untuk melihat keberhasilan program secara komersial, tetapi juga menjadi alat untuk menjaga kualitas isi.

Modul 16 menjelaskan bahwa hasil evaluasi dapat menjadi dasar untuk mempertahankan, memodifikasi, atau menghentikan sebuah program. Perubahan format juga dapat dilakukan secara minor, misalnya dengan mengubah segmen, durasi, atau cara penyajian. Dalam konteks Pagi-Pagi Ambyar, perubahan tidak harus dilakukan secara keseluruhan. Penyesuaian pada segmen yang membahas persoalan pribadi dan penerapan penyaringan materi yang lebih ketat sudah dapat menjadi bagian dari perbaikan format.

Kesimpulan

Pagi-Pagi Ambyar menunjukkan bahwa program hiburan yang mengandalkan isu selebritas memiliki tantangan dalam menjaga keseimbangan antara daya tarik penonton dan etika penyiaran. Perhatian KPI terhadap sejumlah episode menunjukkan bahwa pembahasan kehidupan pribadi dan isu sensitif perlu mendapatkan pengawasan lebih serius.

Melalui evaluasi program, Trans TV dapat mempertahankan karakter hiburan Pagi-Pagi Ambyar sekaligus memperbaiki kualitas penyajiannya. Evaluasi secara berkala, penyaringan materi sebelum siaran, pemanfaatan respons audiens, serta pengawasan terhadap kepatuhan regulasi dapat menjadi langkah untuk mengurangi potensi masalah yang sama. Dengan demikian, keberhasilan program tidak hanya dilihat dari banyaknya penonton atau ramainya pembicaraan di media sosial, tetapi juga dari kemampuannya menghadirkan hiburan yang tetap sesuai dengan tanggung jawab penyiaran kepada publik.