Konten dari Pengguna

Krisis Pangan Mendorong Alternatif Komoditas dalam Ketahanan Pangan Nasional

Afia Rahma

Afia Rahma

Citizen Journalist

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Afia Rahma tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Alternatif Komoditas Selain Beras Padi

Lahan yang digunakan untuk komoditas selain padi beras. Sumber : dokumen pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Lahan yang digunakan untuk komoditas selain padi beras. Sumber : dokumen pribadi

Semakin maraknya perubahan iklim, penurunan jumlah lahan, hingga peningkatan harga menjadi permasalahan tersendiri di negara Indonesia. Krisis pangan pun semakin mengancam. Hal ini mendorong adanya impor beras pun meningkat.

Selama beberapa dekade Indonesia telah berjuang untuk mencapai swasembada beras namun hanya berhasil di pertengahan tahun 1980-an dan tahun 2008-2009.

Pada beberapa tahun terakhir Indonesia perlu mengimpor sekitar 3 juta ton beras setiap tahunnya, terutama dari Thailand dan Vietnam, untuk mengamankan cadangan beras negara. Hal tersebut menggambarkan bahwa kondisi ketahanan pangan terutama beras di Indonesia sedang dalam kondisi krisis.

Swasembada Beras yang Diutamakan

Di Indonesia Beras merupakan makanan pokok paling utama sehingga beras menjadi salah satu komoditi pangan yang strategis. Selain itu Peristiwa Krisis Ekonomi tahun 1998 membuktikan kepada kita bahwa gangguan pada ketahanan pangan seperti meroketnya kenaikan harga beras berkembang menjadi krisis multidimensi, telah memicu kerawanan sosial yang membahayakan stabilitas ekonomi dan stabilitas Nasional.

Dengan pertimbangan pentingnya beras tersebut, Pemerintah selalu berupaya untuk meningkatkan ketahanan pangan terutama Beras. Pertimbangan tersebut menjadi semakin penting bagi Indonesia karena sebagian besar penduduknya yang bergantung pada beras.

Untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduknya, Indonesia memerlukan ketersediaan pangan dalam jumlah mencukupi dan tersebar, yang memenuhi kecukupan konsumsi maupun stok nasional yang cukup sesuai persyaratan operasional logistik yang luas dan tersebar. Indonesia harus menjaga ketahanan pangannya.

Strategi Ketahanan Pangan

Dalam UU No. 18 tahun 2012, Ketahanan Pangan merupakan "kondisi terpenuhinya Pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan”.

Dewi dan Ginting (2012) menyimpulkan bahwa ketahanan pangan memiliki 5 unsur yang harus dipenuhi:

  1. Berorientasi pada rumah tangga dan individu

  2. Dimensi waktu setiap saat pangan tersedia dan dapat diakses

  3. Menekankan pada akses pangan rumah tangga dan individu, baik fisik, ekonomi dan sosial

  4. Berorientasi pada pemenuhan gizi

  5. Ditujukan untuk hidup sehat dan produktif.

Ketahanan pangan minimal mengandung unsur pokok, yaitu ketersediaan pangan, aksesibilitas masyarakat, dan stabilitas harga pangan. Jika salah satu dari unsur tersebut tidak terpenuhi atau ketersediaan pangan yang lebih kecil dibandingkan kebutuhannya dapat menciptakan ketidak-stabilan ekonomi. Kondisi pangan yang kritis ini bahkan dapat membahayakan stabilitas ekonomi dan stabilitas Nasional.

Alternatif Pangan Selain Beras

Untuk mencapai ketahanan pangan, maka diversifikasi sangat diperlukan. Diversifikasi yang ditekankan di sini bukanlah variasi pangan olahan, melainkan variasi pangan pokok. Diversifikasi pangan sebaiknya memanfaatkan pangan lokal mengingat potensi pangan lokal di Indonesia sangat melimpah.

Menurut Febriaty (2016), pola konsumsi beras di Indonesia harus dikurangi karena banyaknya permintaan beras yang lebih besar dibandingkan pasokan yang tersedia. Beras sebagai makanan pokok dapat diselingi dengan makanan lain seperti singkong, jagung, kedelai, dan sebagainya. Selain sebagai makanan pokok, potensi lokal pun dapat dimanfaatkan sebagai makanan pelengkap. Untuk itu, diharapkan kerja sama di Bidang Agrokompleks dapat semakin ditingkatkan.

Sumber Data

Dewi GP, Ginting AM. 2012. Antisipasi Krisis Pangan Melalui Kebijakan Diversifikasi Pangan. J Ekon Kebijak publik. 3(1):65–78.

Febriaty H. 2016. Analisis Perkembangan Impor Beras Di Indonesia Hastina Febriaty. Ekon J Ilmu Ekon dan Stud Pembang. 16(2). http://jurnal.umsu.ac.id/index.php/ekawan/article/view/941.

Hendriyana A. 2016. Alternatif Pangan Selain Beras Dapat Tingkatkan Ketahanan Pangan Nasional. [diakses pada 20 Apr 2022]. https://www.unpad.ac.id/2016/11/alternatif-pangan-selain-beras-dapat-tingkatkan-ketahanan-pangan-nasional