Keindahan di Balik Lensa Kamera

Afifah Indah Syafitri
Politeknik Negeri Jakarta Program Pendidikan Penerbitan/Jurnalistik.
Konten dari Pengguna
10 Juni 2024 17:16 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Afifah Indah Syafitri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Potret Kehidupan Sehari-hari, Mata Seorang Fotografer Jalanan
Sumber : Foto Doc Pribadi
Di sudut-sudut kota yang sibuk, ada seorang pria dengan kamera di tangannya yang selalu siap menangkap momen-momen berharga. Namanya adalah Abbas, seorang fotografer jalanan yang telah mengabdikan dirinya untuk mengabadikan keindahan dalam keseharian.
ADVERTISEMENT
"Saya suka menangkap momen yang jujur dan alami," kata Abbas sambil menunjuk salah satu fotonya yang menggambarkan seorang anak kecil tertawa bahagia di tengah keramaian pasar. Setiap fotonya bercerita tentang kehidupan, tentang kebahagiaan dan kesedihan yang tercermin di wajah-wajah orang biasa.
Abbas sering menghabiskan waktu berjam-jam di jalanan, mencari momen-momen yang sering terlewatkan oleh mata biasa. "Bagi saya, setiap orang memiliki cerita yang layak untuk diabadikan," tambahnya. Melalui lensa kameranya, Abbas mengajak kita untuk melihat dunia dengan cara yang berbeda, menghargai keindahan dalam keseharian.
Abbas memulai kariernya sebagai fotografer jalanan sekitar sepuluh tahun yang lalu. Saat itu, dia baru saja lulus dari universitas dengan gelar di bidang teknik, namun hatinya selalu tertarik pada dunia fotografi. "Fotografi adalah cara saya untuk mengekspresikan diri dan berbagi cerita dengan orang lain," jelasnya. Dengan modal kamera bekas pemberian ayahnya, Abbas mulai mengeksplorasi jalanan kota, mencari momen-momen yang menarik untuk diabadikan.
ADVERTISEMENT
Salah satu foto Abbas yang paling berkesan adalah potret seorang penjual koran tua yang sedang duduk di pinggir jalan dengan wajah yang penuh keriput namun tersenyum tulus. "Kakek ini sudah menjual koran selama lebih dari 40 tahun," cerita Abbas. "Wajahnya penuh dengan cerita tentang kehidupan, tentang perjuangan dan harapan." Foto ini menjadi simbol dari ketekunan dan semangat hidup yang tak pernah padam, meski di tengah kesulitan.
Abbas tidak hanya menangkap momen-momen bahagia. Banyak fotonya juga mengangkat realitas kehidupan yang keras dan penuh tantangan. Dalam salah satu proyek fotonya, Abbas mendokumentasikan kehidupan para tunawisma yang tinggal di bawah jembatan layang. "Saya ingin menunjukkan bahwa mereka adalah manusia dengan cerita dan perasaan, bukan hanya angka dalam statistik," katanya. Melalui foto-fotonya, Abbas berharap bisa menggugah kesadaran dan empati masyarakat terhadap mereka yang kurang beruntung.
ADVERTISEMENT