Konten dari Pengguna

Sibutramine, Kandungan Berbahaya di dalam Obat Diet

AFIFAH NISRINA MAHDIYAH

AFIFAH NISRINA MAHDIYAH

Mahasiswa Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari AFIFAH NISRINA MAHDIYAH tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

illustrasi obesitas. Sumber: Pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
illustrasi obesitas. Sumber: Pixabay.com

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) Obesitas merupakan penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidakseimbangan asupan energi (enegy intake) dengan energi yang digunakan (energy expenditure) dalam waktu lama. Semakin lama, jumlah penderita obesitas di dunia semakin besar. Saat ini terdapat lebih dari 300 juta orang mengalami obesitas dan 800 juta lainnya mengalami pra obesitas atau kelebihan berat badan.

Lalu, bagaimana caranya agar kamu dapat mengetahui apakah kamu termasuk obesitas atau tidak?

Untuk mengetahuinya, kamu dapat menghitung IMT (indeks massa tubuh). Caranya dengan membagi berat badan dalam kilogram dengan hasil kuadrat tinggi badan dalam meter. Berdasarkan klasifikasi Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), Jika hasilnya kurang dari 18,5-22,9 berarti kamu termasuk normal, namun jika kurang dari 18,5 berarti kamu termasuk berat badan kurang (underweight) dan bila lebih dari 23 berarti kamu termasuk kelebihan berat badan (overweight). Untuk overweight sendiri terbagi menjadi 3 bagian, 23-24,9 untuk overweight dengan risiko; 25-29,9 untuk obesitas tingkat I; dan lebih dari sama dengan 30 untuk obesitas tingkat II.

Nah, kalau sudah obesitas bagaimana cara mengatasinya?

illustrasi obat diet. Sumber: Pixabay.com

Terdapat beberapa cara untuk menurunkan berat badan jika dilakukan secara rutin, yaitu dengan mengurangi asupan gula dan karbohidrat, olahraga, serta memperbanyak asupan serat. Namun, belakangan ini banyak beredar iklan yang mempromosikan obat diet untuk menurunkan berat badan dalam waktu singkat. Kalau kamu pernah merasa tertarik dengan obat diet itu, hati-hati ya, karena terdapat beberapa kandungan berbahaya di dalam obat diet.

Salah satu kandungan berbahaya dari obat diet adalah sibutramine. Sibutramine merupakan obat anti obesitas yang dapat mengurangi asupan makanan serta berat badan, jika dilakukan bersamaan dengan perubahan gaya hidup. Menurut Adhe Wisnu, Sudewi dan Lolo (2017), Sibutramin HCl termasuk salah satu obat anti obesitas yang berkhasiat sebagai anoreksansia. Dimana anoreksansia merupakan zat yang dapat menekan nafsu makan dan memacu peningkatan pengeluaran energi. Berdasarkan penelitian, sibutramine efektif dalam mengurangi berat badan dan asupan makanan jika dikonsumsi dalam waktu singkat (<1 tahun), namun efektivitasnya akan berkurang jika digunakan selama lebih dari 1 tahun.

Lantas, mengapa sibutramine termasuk zat yang berbahaya? Mari kita simak efek samping dari sibutramine!

illustrasi efek samping sibutramine. SumberL Pixabay.com

Efek samping dari konsumsi sibutramine adalah mulut kering, sakit kepala, insomnia, dan dalam beberapa kasus dapat terjadi amnesia. Selain itu, Menurut Adhe Wisnu, Sudewi dan Lolo (2017), sibutramin HCl ini termasuk obat keras yang kontraindikasi dengan penyakit kardiovaskuler, hal tersebut disebabkan karena sibutramine juga dapat meningkatkan kerja sistem kardiovaskular berupa naiknya tekanan darah sistolik dan diastolik sebanyak 2-20 mmHg serta meningkatkan detak jantung sebanyak 3-20 kali/menit. Hal ini dapat meningkatkan peningkatan jumlah kasus penyakit kardiovaskular.

Sejak 2012, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 007 tahun 2012 tentang Registrasi Obat Tradisional oleh Kementerian Kesehatan, Sibutramin Hidroklorida sebagai bahan tambahan pada produk pelangsing telah dilarang. Selain itu, penggunaan sibutramine di Indonesia juga sudah dilarang oleh Badan POM karena memiliki efek yang berbahaya untuk jantung dan pembuluh darah. Tetapi masih banyak keluhan dari masyarakat tentang jantungnya yang berdebar setelah mengonsumsi obat diet.

Dengan demikian, meskipun kamu mempunyai impian yang besar untuk memiliki badan yang ideal, jangan sampai kamu tidak memikirkan apa yang akan terjadi pada tubuhmu di masa yang akan datang. Maka dari itu, jika ingin mengonsumsi obat diet sebaiknya harus sesuai dengan resep dokter.