Konten dari Pengguna

Kuliah sambil Kerja, Tekad atau Nekat?

Afridha Khalila

Afridha Khalila

Student in third-year Associates degree focused on Journalism at State Polytechnic of Jakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Afridha Khalila tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Masa Kuliah. Foto: pexels.com/YanKrukov.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Masa Kuliah. Foto: pexels.com/YanKrukov.

Tekad seseorang dimulai dari keinginan kuat akan suatu hal yang dicapai. Tak hanya dari keyakinan kuat, tekad pun mencakup kemampuan seseorang dalam mengendalikan diri dari berbagai halangan guna meraih keberhasilan.

Terbukti pada penelitan psikolog Walter Mischel, ditemukannya hubungan antara tekad dengan kesuksesan. Baik dalam tekad yang melibatkan penekanan terhadap diri sendiri, maupun kemampuan dalam memotivasi diri.

Kisah ini memuat perjuangan yang dimulai dari tekad menjadi nekat. Zahra Afrilla seorang mahasiswi Diploma III (D3) Perpajakan di Universitas Trisakti sekaligus pegawai di salah satu toko online. Ia memiliki tekad untuk mengenyam pendidikan meski harus bekerja.

Setiap hari Senin hingga Jumat, dari pagi hingga sore ia bekerja sebagai content creator sekaligus administrator (admin). Hari-harinya disibukkan dengan memikirkan ide untuk membuat, mengedit, memposting video promosi. Tak hanya itu, ia pun mengatur, mengemas barang pesanan, serta menjadi host di setiap live shopping.

Sedangkan, sore hari usai pulang bekerja ia bergegas untuk membersihkan diri dan mengerjakan tugas. Ia mengikuti kelas karyawan dan mendapat jadwal kelas di malam hari. Dengan bersemangat, ia memperhatikan seluruh pembelajaran dan pembahasan dari setiap mata kuliah, walau kantuk dan lelah melanda.

Meski seringkali kewalahan, sejauh ini ia sanggup mengimbangi antara kuliah dengan kerja. Dalam artian, tugas-tugas dapat dikerjakan sesuai deadline, mengerti setiap materi pelajaran, serta menjalankan jobdesk yang diberikan.

Memiliki kepuasan tersendiri saat ia menggunakan penghasilannya untuk membayar kuliah dan memenuhi kebutuhan pribadinya. Ia pun merasa bangga menjadi sosok yang mandiri serta tangguh. Yap, tekadnya lah yang membawanya untuk nekat. Namun, ia selalu percaya di setiap kesulitan pasti ada jalan.