Konten dari Pengguna

Kebiasaan Bersyukur sebagai Kontrol Diri yang Positif

Afri Syaharani

Afri Syaharani

Mahasiswi jurusan Pengembangan Masyarakat Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Afri Syaharani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ibu ajarkan anaknya berdoa dan bersyukur. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu ajarkan anaknya berdoa dan bersyukur. Foto: Shutter Stock

Manusia merupakan makhluk yang tidak pernah merasa puas. Manusia selalu bertekad, bermimpi, dan berjuang untuk mencapai kehidupan yang ideal. Namun, perlu disadari bahwa selama kita hidup di dunia tidak akan ada manusia yang bebas dari masalah dan ujian hidup.

Semua manusia di dunia ini pasti akan memiliki ujian dan masalah hidup. Semua manusia yang masuk dalam dimensi kehidupan dunia pasti memiliki medan ujiannya masing-masing yang memang Allah ciptakan berbeda-beda untuk setiap individu. Sebagaimana firman Allah,

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (Q.S. Al-Baqarah:286)

Dalam ayat di atas begitu jelas bahwa Allah menerangkan kepada manusia, bahwa tidak perlu khawatir mengenai ujian hidup yang diberikan karena Allah memberikan ujian kepada setiap hambaNya pasti sesuai dengan kemampuan masing-masing, maka setiap ujian atau masalah yang menghampiri pastilah kita mampu menyelesaikannya.

Apabila kita ingin menjalani kehidupan yang baik, maka terdapat aturan main yang harus kita ikuti. Kita sudah paham bahwa hidup sama dengan ujian. Maka, ketika kita mendapati kondisi hati dan pikiran yang memasuki level ingin menyerah karena ujian yang tak kunjung selesai, di sinilah Allah memberikan kisi-kisi kepada setiap hambaNya untuk selalu memupuk syukur dalam menjalani kehidupan.

Hidup ini memang ladangnya masalah, tapi tidak perlu kita membayangkan kehidupan yang penuh dengan kesuraman. Hidup itu mudah, bahagia juga mudah, mau ada dan tiadanya masalah kita pasti bisa selalu merasakan yang namanya bahagia, tetapi harus dengan syarat-syarat tertentu. Pertama, semakin tinggi tingkat bersyukur maka kita akan mudah mengendalikan diri. Kedua, salah satu kunci kesejahteraan psikologi adalah dengan meningkatkan rasa syukur.

Ilustrasi bersyukur. Foto: Pixabay

Adanya kontribusi bersyukur membuat seseorang memiliki kontrol diri yang lebih baik. Rasa dan sikap bersyukur yang dimiliki mampu mengarahkan kita untuk bertahan dalam menghadapi situasi yang sulit. Fokus bersyukur tidak hanya melihat pada kekurangan tetapi lebih melihat pada apa yang telah dimiliki oleh individu sehingga membuat kita memiliki banyak alternatif pemecahan masalah (Utami, 2020). Dalam hal ini adanya tingkat rasa syukur yang tinggi akan mengarahkan seseorang agar tidak membandingkan kehidupannya dengan orang lain.

Menerima segala kekurangan dan kelebihan yang ada di dalam diri membuat seseorang fokus terhadap pertumbuhan kehidupannya masing-masing, sehingga sifat negatif seperti iri hati, stress, insecure dapat teratasi karena kita merasa cukup dan fokus terhadap apa yang kita miliki. Ketika seseorang memasuki tahapan menerima diri dan kehidupannya, maka dapat dipastikan orang di posisi ini akan selalu tenang dan bahagia dalam menjalani kehidupan karena dia hanya berfokus pada kebaikan yang ada dalam dirinya bukan kepada masalah yang ada di sekitarnya.

Rasa syukur memiliki hubungan positif dengan beberapa aspek kesejahteraan psikologis di antaranya pertumbuhan pribadi, tujuan hidup, hubungan positif dengan orang lain, dan penerimaan diri (Rahayu & Setiawati, 2019). Seseorang yang senantiasa melatih diri untuk selalu bersyukur dalam setiap kondisi dia akan terlatih untuk mencari pelajaran baik yang tersembunyi dalam ujian hidup yang dialaminya. Sehingga dirinya tumbuh menjadi pribadi yang selalu mengupgrade diri agar dapat tumbuh dewasa dan mampu berpikir kritis terhadap situasi sulit yang dialaminya.

Syukur juga dapat membuang energi negatif, seperti stres yang menjadi salah satu penyebab utama tingginya tingkat bunuh diri karena orang yang bersyukur tidak akan mengambil pusing permasalahan yang ada, tetapi fokus menerima dan mensyukuri hal-hal baik yang dimiliki. Oleh karena itu, rasa syukur memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan psikologis terutama pada remaja saat mereka banyak mengucapkan banyak syukur maka hati mereka merasa tentram.

Maka dari itu, sudah sepatutnya kita belajar menghadirkan rasa syukur dalam menjalani kehidupan. Tidak perlu ambil pusing ketika terdapat banyak lika-liku dalam kehidupan cukup perbesar rasa syukur karena dengan begitu kita mudah melihat sisi baik yang ada di sekitar kita. Bahagia adalah menerima dan mensyukuri segala yang kita punya.

Fokus pada perbaikan diri karena hidup kita adalah tanggung jawab kita, tidak perlu membandingkannya dengan kehidupan orang lain. Ingatlah selalu rumus kehidupan bahwa setiap manusia pastilah memiliki medan juang yang berbeda dan sengaja Allah desain khusus sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Lakukan segala sesuatu dengan semaksimal mungkin dan syukuri segala sesuatu yang menjadi jalan hidup kita.