Konten dari Pengguna

Sosialisasi Digital Marketing dan Pembuatan Inovasi Gemblong Lumer

Agastya Putra

Agastya Putra

Saya Mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Boyolali yang aktif belajar dan berkontribusi dalam pengembangan diri. Tulisan saya hadir sebagai wadah untuk memperjuangkan, menuntut perubahan, dan membangkitkan kesadaran masyarakat.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Agastya Putra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wonosegoro, Boyolali – 2 Agustus 2025

Tim KKN Kelompok 9 Universitas Boyolali (UBY) mengadakan kegiatan sosialisasi digital marketing sekaligus pelatihan pembuatan inovasi produk lokal berupa gemblong lumer kepada warga Dusun Kliyo, Desa Bojong, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, pada Jum'at (01/8).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan warga dalam memasarkan produk secara daring serta memperkenalkan variasi baru dari jajanan tradisional gemblong agar lebih menarik bagi pasar jaman digitalisasi yang tinggi.

“Melalui program ini, kami ingin membantu UMKM lokal lebih melek digital dan memiliki daya saing, sekaligus menjaga eksistensi makanan tradisional lewat inovasi,” Lintang ArindaSanti, Tim KKN 9 UBY.

Dalam sesi pertama, mahasiswa memberikan edukasi mengenai strategi pemasaran digital, mulai dari pemanfaatan media sosial seperti Instagram dan Facebook, teknik pengambilan foto produk, penulisan caption yang menarik, hingga cara memanfaatkan marketplace yaitu Shopee

Selanjutnya, warga diperkenalkan dengan inovasi gemblong lumer—varian baru dari gemblong tradisional yang diisi dengan cokelat lumer atau keju serta dilumuri tepung panir. Warga diajarkan langsung teknik pembuatannya serta cara pengemasan modern agar menarik dan tahan lama.

“Kami ingin mengangkat makanan khas dengan sentuhan modern supaya bisa diterima di kalangan anak muda maupun konsumen luar daerah,” jelas Luthfi Na'imah, salah satu anggota tim KKN yang juga berlatar belakang kuliah di Manajemen.

Peserta pelatihan yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga menyambut antusias kegiatan tersebut. Mereka mengaku mendapatkan ilmu baru yang bisa langsung diterapkan dalam usaha rumahan.

“Biar menarik dalam membuat Gemblong yang unik, Sekarang jadi tahu cara bikin yang isi cokelat, dan tahu juga gimana jualan lewat HP. Terima kasih banyak ilmunya,” kata Ibu Wiji, salah satu peserta.

Ibu Kepala Desa Bojong, turut mengapresiasi program ini. Ia berharap kegiatan seperti ini bisa terus dikembangkan dan dilanjutkan secara berkelanjutan.

Saat kegiatan pembuatan gemblong lumer, Foto diambil oleh Agas salah satu tim PDD KKN 9 Universitas Boyolali

Dengan kegiatan ini, Tim KKN 9 UBY berharap dapat membuka peluang baru bagi warga desa untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal dan memperluas pasar melalui dunia digital.