KKN UPGRIS Melaksanakan Sosialisasi Cuci Tangan di SD Islam Cendikia
Tulisan dari Agastya Rajasya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ngempon, Semarang — Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melaksanakan sosialisasi cuci tangan yang benar di SD Islam Cendikia pada Rabu, 10 September 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kerja (Proker) Bidang Kesehatan yang menjadi prioritas utama KKN UPGRIS Ngempon 2025. Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di SDN 2 Ngempon pada 1 September 2025 dan SDN 1 Ngempon pada 8 September 2025 dan mendapat sambutan positif dari siswa maupun guru.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan enam langkah cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sesuai standar WHO. Setiap langkah dijelaskan secara rinci, mulai dari membasahi tangan, menggosok telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, kuku, hingga membilas dengan air bersih.
Siswa SD Cendekia tampak antusias mengikuti arahan. Mereka dengan semangat menirukan gerakan yang diperagakan mahasiswa KKN. Beberapa siswa bahkan saling mengingatkan agar gerakan dilakukan dengan benar.
“Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan sebelum makan, setelah bermain, dan setelah dari toilet sebenarnya bisa mencegah banyak penyakit menular. Hal ini sangat penting bagi anak-anak sekolah dasar yang masih rentan terhadap infeksi,” jelas salah satu mahasiswa KKN.
Selain praktik langsung, mahasiswa juga menyampaikan materi mengenai jenis-jenis penyakit yang dapat dicegah dengan mencuci tangan, seperti diare, influenza, hingga infeksi kulit. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan ilustrasi bergambar agar mudah dipahami oleh siswa.
Guru-guru SD Cendekia menyambut baik kegiatan ini. Menurut mereka, edukasi tentang pola hidup bersih dan sehat sering kali terlupakan, padahal sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Dengan adanya kegiatan ini, siswa menjadi lebih sadar akan pentingnya kebersihan tangan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan mahasiswa KKN UPGRIS. Sosialisasi cuci tangan ini membuat anak-anak lebih disiplin menjaga kebersihan diri. Kami juga berkomitmen untuk mengingatkan mereka agar menerapkannya setiap hari di sekolah,” ujar salah satu guru pendamping.
Untuk membuat suasana lebih menyenangkan, mahasiswa KKN UPGRIS juga mengajarkan lagu sederhana tentang enam langkah cuci tangan. Lagu ini dinyanyikan bersama dengan irama ceria, sehingga anak-anak lebih mudah mengingat urutan gerakan cuci tangan dengan benar.
Siswa SD Cendekia terlihat sangat antusias saat menyanyikan lagu tersebut. Mereka menepuk tangan dan menirukan gerakan sesuai lirik lagu. Guru menilai pendekatan lewat lagu sangat tepat untuk usia sekolah dasar. “Dengan lagu, anak-anak tidak merasa seperti sedang belajar, tapi bermain. Padahal sebenarnya mereka sedang mengingat hal penting, yaitu bagaimana menjaga kebersihan diri,” ujar salah satu guru.
Kegiatan ini tidak hanya sekadar mengedukasi, tetapi juga diharapkan memberikan dampak jangka panjang. Dengan terbentuknya kebiasaan mencuci tangan di kalangan siswa, angka penyakit menular yang kerap menyerang anak-anak dapat ditekan. Selain itu, budaya hidup sehat juga akan mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih bersih, aman, dan nyaman.

