KKN UPGRIS Melaksanakan Sosialisasi Cuci Tangan di SDN Ngempon 01
Tulisan dari Agastya Rajasya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ngempon, Semarang — Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) melaksanakan sosialisasi cuci tangan yang benar di SDN 1 Ngempon pada Senin, 8 September 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kerja (Proker) Bidang Kesehatan yang menjadi prioritas utama KKN UPGRIS Ngempon 2025. Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di SDN 2 Ngempon pada 1 September 2025 dan mendapat sambutan positif dari siswa maupun guru.
Edukasi Enam Langkah Cuci Tangan
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan enam langkah cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sesuai standar WHO. Setiap langkah dijelaskan secara rinci, mulai dari membasahi tangan, menggosok telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, kuku, hingga membilas dengan air bersih.
Siswa SDN 1 Ngempon tampak antusias mengikuti arahan. Dengan semangat, mereka menirukan gerakan yang diperagakan mahasiswa KKN. Beberapa siswa bahkan tampak saling mengingatkan teman-temannya agar gerakan dilakukan dengan benar.
Pentingnya Kebiasaan Sehat Sejak Dini
“Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan sebelum makan, setelah bermain, dan setelah dari toilet sebenarnya bisa mencegah banyak penyakit menular. Hal ini sangat penting bagi anak-anak sekolah dasar yang masih rentan terhadap infeksi,” jelas salah satu mahasiswa KKN.
Selain praktik, mahasiswa juga menyampaikan materi mengenai jenis-jenis penyakit yang dapat dicegah dengan mencuci tangan, seperti diare, influenza, hingga infeksi kulit. Materi ini disampaikan dengan bahasa sederhana, disertai ilustrasi bergambar agar mudah dipahami oleh siswa.
Dukungan Guru dan Lingkungan Sekolah
Guru-guru SDN 1 Ngempon menyambut baik kegiatan ini. Menurut mereka, edukasi tentang pola hidup bersih dan sehat sering kali terlupakan, padahal sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Dengan adanya kegiatan ini, siswa menjadi lebih sadar akan pentingnya kebersihan tangan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan mahasiswa KKN UPGRIS. Sosialisasi cuci tangan ini membuat anak-anak lebih disiplin menjaga kebersihan diri. Kami juga berkomitmen untuk mengingatkan mereka agar menerapkannya setiap hari di sekolah,” ujar salah satu guru.
Harapan Mahasiswa KKN UPGRIS
Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN UPGRIS berharap siswa tidak hanya sekadar memahami teori, tetapi juga menjadikan cuci tangan sebagai kebiasaan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah. Dengan begitu, pola hidup bersih dapat tertanam sejak dini dan menjadi benteng pertama dalam menjaga kesehatan.
“Harapan kami, anak-anak tidak hanya mengingat enam langkah cuci tangan ini pada saat kegiatan saja, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika kebiasaan ini terbentuk, maka kesehatan mereka akan lebih terjaga,” tambah mahasiswa KKN lainnya.
Lagu Edukatif tentang Cuci Tangan
Untuk membuat suasana lebih menyenangkan, mahasiswa KKN UPGRIS juga mengajarkan lagu sederhana tentang enam langkah cuci tangan. Lagu ini dinyanyikan bersama-sama dengan irama ceria, sehingga anak-anak lebih mudah mengingat urutan gerakan cuci tangan dengan benar.
Siswa SDN 1 Ngempon terlihat antusias saat menyanyikan lagu tersebut. Mereka bahkan ikut menepuk tangan dan menirukan gerakan sesuai lirik lagu. Metode ini dinilai efektif karena anak-anak lebih cepat menangkap pesan kesehatan melalui musik dan aktivitas yang menyenangkan.
Guru menilai pendekatan lewat lagu sangat tepat untuk usia sekolah dasar. “Dengan lagu, anak-anak tidak merasa seperti sedang belajar, tapi bermain. Padahal sebenarnya mereka sedang mengingat hal penting, yaitu bagaimana menjaga kebersihan diri,” ujar salah satu guru pendamping.
Dampak Jangka Panjang
Kegiatan sosialisasi cuci tangan ini tidak hanya sekadar mengedukasi, tetapi juga diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang. Dengan terbentuknya kebiasaan mencuci tangan di kalangan siswa, angka penyakit menular yang kerap menyerang anak-anak dapat ditekan. Selain itu, budaya hidup sehat juga akan mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih bersih, aman, dan nyaman.

