Konten dari Pengguna

Sosialisasi Batas Sentuhan dan Cuci Tangan SDN 2 Ngempon – KKN UPGRIS 2025

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Agastya Rajasya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ngempon, 1 September 2025 — Mahasiswa KKN UPGRIS 2025 mengadakan sosialisasi batas sentuhan tubuh dan edukasi cuci tangan di SDN 2 Ngempon, bertujuan menanamkan kesadaran sejak dini tentang menjaga diri dan kebiasaan hidup bersih. Baca selengkapnya tentang KKN UPGRIS Ngempon 2025

Program KKN UPGRIS ini bertujuan menanamkan kesadaran sejak dini tentang menjaga diri dan pola hidup sehat di lingkungan sekolah dasar. Kegiatan yang diikuti seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6 ini berlangsung dari pukul 07.00 hingga 10.00 WIB. Program tersebut meliputi sosialisasi mengenai batas sentuhan tubuh dan praktik mencuci tangan yang benar, dengan tujuan memberikan pemahaman sejak dini mengenai pentingnya menjaga diri sekaligus membiasakan pola hidup bersih dan sehat.

Sosialisasi Batas Sentuhan Tubuh di SDN 2 Ngempon, Kelurahan Ngempon, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang (1/9/2025) Foto: Adhitya Fernanda/KKN Tematik UPGRIS Ngempon 2025
zoom-in-whitePerbesar
Sosialisasi Batas Sentuhan Tubuh di SDN 2 Ngempon, Kelurahan Ngempon, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang (1/9/2025) Foto: Adhitya Fernanda/KKN Tematik UPGRIS Ngempon 2025

Sosialisasi Batas Sentuhan Tubuh di SDN 2 Ngempon

Dalam sesi pertama, mahasiswa UPGRIS menjelaskan bagian tubuh mana saja yang tidak boleh disentuh orang lain, pentingnya berani berkata “tidak” ketika merasa tidak nyaman, serta siapa saja yang bisa dipercaya untuk dimintai pertolongan, seperti orang tua, guru, atau pihak berwenang.

Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami siswa dari berbagai jenjang kelas. Mahasiswa juga memanfaatkan simulasi dan permainan interaktif untuk memperkuat pemahaman. Dengan cara ini, anak-anak tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi juga mengalami langsung melalui praktik.

Anak-anak terlihat sangat antusias. Mereka aktif bertanya, berbagi pengalaman pribadi, bahkan berani tampil di depan teman-temannya saat simulasi. Guru-guru yang mendampingi pun kagum melihat keberanian anak-anak dalam mengungkapkan pendapat.

Bu Danik, salah satu guru SDN 2 Ngempon, menilai kegiatan ini sangat bermanfaat. “Anak-anak menjadi lebih paham bagaimana menjaga diri dari hal-hal yang berbahaya. Mahasiswa UPGRIS menjelaskan dengan cara yang ramah dan mudah dipahami, sehingga pesan pentingnya benar-benar tersampaikan,” ujarnya.

Edukasi Cuci Tangan yang Benar di SDN 2 Ngempon, Kelurahan Ngempon, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang (1/9/2025) Foto: Adhitya Fernanda/KKN Tematik UPGRIS Ngempon 2025

Edukasi Cuci Tangan Siswa SDN 2 Ngempon oleh Mahasiswa KKN UPGRIS 2025

Setelah sosialisasi mengenai batas sentuhan tubuh, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi enam langkah mencuci tangan yang benar menggunakan air bersih dan sabun. Tujuannya agar anak-anak terbiasa menjaga kebersihan sebelum bersentuhan dengan orang lain atau mengonsumsi makanan, sehingga mencegah penyebaran penyakit.

Mahasiswa terlebih dahulu mempraktikkan setiap langkah mencuci tangan, kemudian mengajak siswa untuk mencoba langsung secara berkelompok. Suasana menjadi meriah saat anak-anak berbaris untuk praktik. Beberapa siswa bahkan sambil bernyanyi mengikuti gerakan, sementara yang lain saling mengingatkan temannya jika ada langkah yang terlewat.

Bu Danik kembali menyampaikan rasa senangnya. “Anak-anak jadi terbiasa hidup bersih dengan cara yang sederhana namun penting. Mereka mengikuti praktik dengan penuh semangat, bahkan kelas kecil pun cepat menguasainya,” katanya.

Kepala SDN 2 Ngempon menegaskan kegiatan ini sejalan dengan upaya sekolah dalam menanamkan pola hidup sehat sejak dini. “Kegiatan seperti ini sangat membantu anak-anak memahami pentingnya menjaga kebersihan. Semoga kebiasaan ini bisa terus mereka bawa dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Dampak Positif Kegiatan

Kedua kegiatan ini dinilai berhasil memberi pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa. Tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menumbuhkan keberanian, kedisiplinan, dan kesadaran diri. Para guru berharap kerja sama dengan mahasiswa UPGRIS dapat terus berlanjut, sehingga anak-anak mendapat lebih banyak pembelajaran praktis yang bermanfaat untuk masa depan mereka. Melalui kegiatan sosialisasi batas sentuhan tubuh dan edukasi cuci tangan SDN 2 Ngempon, siswa belajar melindungi diri sekaligus membiasakan kebersihan sehari-hari.