Konten dari Pengguna

Sosialisasi Batas Sentuhan Tubuh oleh Mahasiswa KKN UPGRIS di SD Islam Cendekia

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Agastya Rajasya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Edukasi batas sentuhan tubuh di SD Islam Cendikia, Kelurahan Ngempon, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang (10/9/2025) Foto: KKN Tematik UPGRIS Ngempon 2025
zoom-in-whitePerbesar
Edukasi batas sentuhan tubuh di SD Islam Cendikia, Kelurahan Ngempon, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang (10/9/2025) Foto: KKN Tematik UPGRIS Ngempon 2025

Ngempon, Semarang — Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mengadakan sosialisasi batas sentuhan tubuh di SD Islam Cendekia pada Rabu, 10 September 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kerja (Proker) Bidang Kesehatan yang berkolaborasi dengan Proker Bidang Pendidikan KKN UPGRIS Ngempon 2025.

Dalam sosialisasi ini, mahasiswa KKN menekankan pentingnya pemahaman tentang batasan tubuh dan area privasi sebagai langkah awal pencegahan kekerasan seksual pada anak. Anak-anak usia sekolah dasar masih berada dalam tahap perkembangan yang penuh rasa ingin tahu, namun belum sepenuhnya memahami batas interaksi sosial yang sehat.

Mahasiswa menjelaskan bahwa bagian tubuh tertentu tidak boleh disentuh oleh orang lain, kecuali oleh orang tua atau tenaga medis dengan alasan yang jelas. Penjelasan ini disampaikan melalui media visual bergambar agar mudah dipahami oleh siswa.

Kegiatan tidak hanya berupa ceramah, tetapi juga diisi dengan simulasi interaktif. Siswa diajak menyebutkan bagian tubuh yang termasuk area privasi dan berlatih cara menolak dengan tegas jika ada orang yang mencoba menyentuh mereka secara tidak pantas. Simulasi ini bertujuan agar anak-anak lebih percaya diri untuk berkata “tidak” dan memahami bahwa mereka berhak menjaga tubuhnya sendiri.

“Tujuannya agar anak-anak berani melindungi diri, tahu batasan tubuh mereka, dan segera melapor kepada guru atau orang tua bila mengalami tindakan yang tidak pantas,” jelas salah satu mahasiswa KKN.

Guru-guru SD Islam Cendekia menyambut baik kegiatan ini. Mereka menilai sosialisasi semacam ini sangat penting karena masih banyak anak yang belum menyadari bahwa tubuh mereka memiliki batasan yang harus dihormati. Metode yang digunakan mahasiswa dinilai menyenangkan dan sesuai dengan usia siswa.

“Kegiatan ini sangat membantu anak-anak memahami hak atas tubuh mereka sendiri. Kami akan terus mendampingi mereka agar berani bicara dan menjaga diri,” ujar salah satu guru pendamping.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UPGRIS berharap siswa SD Islam Cendekia memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk menjaga diri dari tindakan yang merugikan. Edukasi sejak dini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan bebas dari kekerasan.