Apple Disebut Sempat Mau PHK 5.000 Karyawan buat Diganti Bot AI, tapi Batal

kumparanTEKNOverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
John Ternus, ditunjuk sebagai CEO Apple yang baru, menggantikan Tim Cook yang telah menjabat sebagai CEO selama 15 tahun di perusahaan itu. Foto: REUTERS/Stephen Lam
zoom-in-whitePerbesar
John Ternus, ditunjuk sebagai CEO Apple yang baru, menggantikan Tim Cook yang telah menjabat sebagai CEO selama 15 tahun di perusahaan itu. Foto: REUTERS/Stephen Lam

Apple dilaporkan sempat memiliki rencana untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 5.000 karyawan di divisi dukungan pelanggan AppleCare.

Berdasarkan laporan terbaru dari jurnalis Bloomberg Mark Gurman, sebagaimana dikutip dari MacRumors, posisi ribuan karyawan tersebut bakal diambil alih oleh agen layanan pelanggan virtual bertenaga kecerdasan buatan (AI).

Apple awalnya meyakini bahwa agen bot AI ini mampu mengambil alih sebagian besar tanggung jawab yang selama ini ditangani oleh tim customer support manusia, baik melalui sambungan telepon maupun live chat di web.

Namun, rencana tersebut saat ini telah ditunda hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Apple dilaporkan mengurungkan niat untuk mengambil langkah drastis tersebut dalam waktu dekat.

Apple Park, markas baru perusahaan Apple di Cupertino, California. Foto: Shutter Stock

Meskipun PHK massal urung dilakukan, transisi Apple menuju otomatisasi layanan sebenarnya sudah mulai berjalan. Sejak bulan lalu, pelanggan di Amerika Serikat dan Kanada yang menghubungi layanan AppleCare via telepon secara otomatis akan diarahkan ke asisten virtual AI.

Asisten bot canggih ini dirancang untuk dapat menjawab berbagai pertanyaan umum pelanggan, serta memberikan panduan pemecahan masalah (troubleshooting) secara bertahap (step-by-step) untuk perangkat Apple.

Meski demikian, jika AI tidak mampu menjawab keluhan spesifik atau jika pengguna secara khusus meminta untuk berbicara dengan manusia, bot tersebut akan langsung mengalihkan panggilan ke teknisi asli.

Saat ini belum dapat dipastikan apakah Apple nantinya akan kembali menghidupkan rencana PHK ini atau sekadar mengurangi kuota perekrutan untuk posisi staf AppleCare di masa mendatang.

Apple Park, markas baru perusahaan Apple di Cupertino, California. Foto: Shutter Stock

Meski 5.000 karyawan AppleCare aman untuk saat ini, laporan yang sama menyebutkan bahwa Apple dalam beberapa minggu terakhir tetap melakukan perampingan dengan mem-PHK sejumlah karyawan di posisi manajemen tingkat menengah, termasuk memangkas sekitar setengah lusin posisi direktur.

Sumber yang sama menyebut, di era baru CEO John Ternus, Apple dituntut lebih banyak bereksperimen supaya tetap kompetitif di era AI.

Ternus, disebut percaya bahwa Apple mesti mempekerjakan lebih sedikit orang dan menuntut lebih banyak kepada para engineer yang ada, serta mengurangi pembengkakan organisasi.