kumparan
30 Apr 2019 10:44 WIB

Beda dengan Kapal Vietnam, Kapal Scotia Inggris Menabrak karena Lampu

Kapal uap Scotia. Foto: Dok. Wikimedia Commons
Pada Sabtu (27/4), ketegangan terjadi di Laut Natuna Utara. Duduk masalahnya, kapal pengawas Vietnam membuat dorongan ke kapal penangkap ikan Vietnam, BD-979, yang akan ditindak TNI AL karena mencari ikan di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia.
ADVERTISEMENT
Manuver kapal pengawas Vietnam dilakukan dengan sengaja untuk memprovokasi dan menghalangi penindakan TNI AL. Kejadian ini berbeda dengan tindakan kapal pada umumnya yang mestinya akan menghindari tabrakan satu sama lain di laut lepas.
Seperti halnya pada kasus tabrakan kapal Scotia (Amerika Serikat versus Inggris, 1871). Kasus ini sempat geger di dunia pelayaran dan menjadi salah satu preseden dalam khazanah hukum laut internasional.
Kasus ini bermula saat kapal uap Inggris, Scotia, berlayar sepanjang garis pelayaran Cunard ke barat di dekat Laut Tengah sekitar tengah malam, pada tanggal 8 April 1867. Ia berangkat dari Liverpool menuju New York.
Pada saat yang sama, di tengah samudera, kapal layar Berkshire berbendera Amerika Serikat (AS) melaju dari arah yang berlawanan. Kedua kapal tersebut akan bertemu di satu titik. Mereka harus menghindar supaya tidak bertabrakan satu sama lain.
ADVERTISEMENT
Akan tetapi, kedua kapal tersebut tetap saja melaju dengan arah dan kecepatan yang sama. Akibatnya, keduanya bertabrakan satu sama lain. Kapal Berkshire tenggelam tanpa ada sisa sehingga menuntut kejadian ini di pengadilan AS.
Replika Kapal Scotia. Foto: Dok. Wikimedia Commons
Di pengadilan terungkap, rupanya kapal Scotia sudah melihat cahaya putih dari kapal Berkshire sebelum terjadinya tabrakan. Namun, petugas dek kapal Scotia melihat isyarat cahaya putih tersebut sebagai tanda bahwa kapal Berkshire masih 5 mil jauhnya sehingga belum ada kewajiban untuk bermanuver.
Ini sesuai dengan ketetapan hukum laut Inggris pada 1863 berjudul "Aturan untuk mencegah Tabrakan di Laut". Aturan ini dianggap sebagai aturan hukum laut yang dipakai karena sudah diadopsi oleh sekitar 30 negara saat itu.
Dalam pasal 3 aturan itu dijelaskan, kapal uap yang berlayar harus memasang lampu warna putih terang di atas tiang kapal, lampu hijau di sisi kanan kapal, dan lampu merah di sisi kiri kapal.
ADVERTISEMENT
Masing-masing cahaya lampu memiliki arti tersendiri:
  1. Lampu putih menandakan kapal laut masih berjarak 5 mil dari kapal di depannya.
  1. Lampu hijau (ditaruh di sisi kanan kapal) dinyalakan saat kapal berada di jarak kurang lebih 2 mil.
  1. Lampu merah menandakan jarak kedua kapal sudah berdekatan dan berisiko mengalami tabrakan.
Pengecualian aturan ini diberlakukan bagi kapal layar yang tak memakai mesin uap. Kapal layar membawa semua lampu sebagaimana ditetapkan pada aturan, kecuali untuk lampu putih yang tak perlu dibawa.
Ilustrasi kapal layar. Foto: Luz A. Villa from Medellin, Colombia.
Lalu apa yang harus dilakukan ketika ada dua kapal yang melaju berlawanan arah dan akan bertemu (bertabrakan) di satu titik? Dalam hukum laut Inggris, pasal 15 mengatur:
Jika dua kapal, salah satunya adalah kapal layar dan yang lainnya adalah kapal uap, melaju ke arah sama yang berisiko tabrakan, maka kapal uap harus menghindar dari jalur pelayaran kapal uap.
ADVERTISEMENT
Pada kasus tabrakan dengan kapal Berkshire, awak dek kapal Scotia mengira lampu putih yang dilihatnya berasal dari kapal uap lain dan jaraknya masih 5 mil jauhnya. Dalam hukum Inggris, bila dua kapal uap saling melaju ke arah yang sama, maka kapal yang melihat kapal lain menyalakan lampu berwarna hijau (jarak 2 mil) lebih dulu harus bermanuver mengganti arah.
Kapal layar Berkshire dari AS dianggap sudah menyalahi aturan. Sebab, kapal tersebut mengisyaratkan diri sebagai kapal uap dengan membawa lampu warna putih. Ia juga memberi isyarat jarak yang tidak tepat sesuai hukum yang berlaku dalam pelayaran internasional sehingga menyebabkan tabrakan.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan