Cerita di Balik Xiaomi Leica Leitzphone, HP dengan Kamera Cincin Zoom

Leica Leitzphone hadir di Indonesia sebagai smartphone kolaborasi eksklusif antara Xiaomi dan Leica yang menghidupkan warisan fotografi Leica dalam format mobile.
Hadir dalam edisi terbatas di Indonesia sejak Maret 2026 lalu, perangkat ini mengapresiasi kegiatan fotografi yang bukan sekadar menekan tombol shutter, melainkan proses memahami cahaya, membaca emosi, dan merekam momen yang tak akan terulang.
Leica sendiri telah lama dikenal sebagai simbol tertinggi dalam dunia fotografi, identik dengan craftsmanship dan filosofi visual yang selama ini hanya bisa dinikmati kalangan tertentu di segmen kamera premium. Xiaomi ingin membawa semangat itu ke ranah mobile photography, namun tidak lagi sekadar lewat kerja sama teknis biasa.
Andi Renreng, Marketing Director Xiaomi Indonesia, menjelaskan bahwa kolaborasi Xiaomi dan Leica sebenarnya sudah berjalan sejak 2022. Namun yang membedakan Leica Leitzphone dari produk-produk sebelumnya adalah model kerja samanya yang naik level.
"Jika sebelumnya kami fokus pada Joint R&D, kini kami beralih ke Strategic Co-creation Model yang secara signifikan meningkatkan peran Leica dalam pengembangan perangkat kami dari hulu ke hilir," kata Andi Renreng, Marketing Director Xiaomi Indonesia.
Karena proses itulah, Leica Leitzphone tidak dirilis untuk pasar massal. Perangkat ini dikurasi khusus dan hanya ditujukan bagi mereka yang punya apresiasi mendalam terhadap seni visual, seperti fotografer profesional dan pencinta estetika, menjadikannya salah satu smartphone eksklusif yang pernah beredar di Indonesia.
Fitur yang Akomodasi Gaya Fotografi
Leica Leitzphone dirancang untuk mengakomodasi berbagai gaya fotografi. Lewat 13 preset Leica Looks, setiap momen—bahkan di tengah hujan atau cahaya temaram— bisa diabadikan dengan karakter visual khas Leica yang kuat.
Untuk pecinta fotografi jalanan, teknologi LOFIC HDR berperan menjaga kehalusan gradasi warna sekaligus menyingkap detail di area gelap tanpa mengorbankan ketajaman di bagian terang, sehingga suasana kota di jam sibuk maupun gemerlap lampu malam tetap terekam seimbang.
Perangkat ini juga dibekali lima preset efek bokeh khas Leica, dirancang untuk menonjolkan subjek dalam foto potret maupun human interest dengan kedalaman rasa yang natural.
Sementara untuk para petualang, Leica UltraPure Optical Design hadir sebagai teman andal mengabadikan lanskap alam. Mulai dari pantulan danau di pegunungan, gradasi warna pantai saat senja, hingga detail arsitektur kota dengan ketajaman yang membuat hasil fotonya terasa hidup.
Desain yang Bercerita Lewat Sentuhan Fisik
Selain kemampuan kamera, Leica Leitzphone juga menonjolkan sisi fisik lewat desain industrial yang stylish.
Salah satu elemen paling khas adalah Leica Camera Ring, sebuah cincin kontrol yang memungkinkan pengguna mengatur zoom, atau focal length dan fokus secara presisi, menghadirkan kembali sensasi mekanis layaknya memakai kamera profesional Leica. Jadi ini terkesan seperti kamera yang juga HP, tapi juga HP yang sekaligus kamera.
Salah satu sosok yang telah merasakan langsung perangkat ini adalah Davy Linggar, fotografer ternama sekaligus Leica Indonesia Ambassador, yang dikenal lewat karya-karya visualnya yang sarat emosi.
Bagi Davy, Leica Leitzphone berhasil menghadirkan sesuatu yang jarang ia temukan di perangkat mobile lain: karakter visual khas Leica, lengkap dengan mode M3 dan M9, dikemas dalam bodi compact yang selalu siap digunakan kapan saja.
Ia menilai desain aluminium yang solid serta kontrol camera ring yang terasa seperti lensa manual membuat pengalaman memotretnya jauh lebih personal dan minim distraksi, mengembalikan fokus pada esensi fotografi itu sendiri: cahaya, emosi, dan cerita.
“Bagi saya, fotografi adalah tentang kembali ke esensi utamanya yaitu menangkap rasa dan mengabadikan momen. Leica Leitzphone menghadirkan pengalaman presisi tersebut dalam bentuk compact, mulai dari desain aluminium yang solid hingga kontrol camera ring yang intuitif layaknya lensa manual,” kata Davy Linggar.
