Krisis Chip Diprediksi Lama, HP Indonesia Sarankan Beli Laptop-PC Sekarang

Waktu terbaik membeli laptop atau komputer (PC) adalah sekarang, terutama bagi konsumen yang memang membutuhkan perangkat baru. Hewlett-Packard (HP) Indonesia menyarankan konsumen tidak menunda pembelian karena krisis chip memori global diperkirakan masih akan berlanjut hingga beberapa tahun ke depan.
Consumer Personal System Category Manager HP Indonesia, Edo Jonathan Chandra, mengatakan kenaikan harga laptop dan PC sulit dihindari jika harga chip memori terus meningkat. Kelangkaan terjadi karena produsen memori mengalokasikan lebih banyak kapasitas produksinya untuk memenuhi kebutuhan data center dan server kecerdasan buatan (AI).
Banyak konsumen menanyakan kepada saya, kapan waktu terbaik untuk refresh PC atau perangkat elektronik? Waktu terbaiknya sekarang.
- Edo Jonathan Chandra, Consumer Personal System Category Manager HP Indonesia -
Perkembangan AI mendorong pembangunan data center dan meningkatkan permintaan terhadap chip memori sejak akhir 2025. Server AI membutuhkan memori dalam jumlah besar untuk memproses dan menyimpan data.
Produsen chip kemudian memprioritaskan pasokan untuk data center. Kondisi tersebut mengurangi ketersediaan komponen bagi perangkat konsumen seperti laptop dan PC.
Menurut Edo, konsumsi chip memori untuk server AI telah menyerap sebagian besar pasokan, terutama di Amerika Serikat.
"Di AS, AI server itu sudah banyak sehingga kontribusi konsumsi memori untuk mereka sudah memakan cukup besar,” ujarnya saat ditemui di acara The OmniBook Clubhouse, Selasa (1/9/2026).
Krisis Chip Memori Diprediksi Berlangsung hingga 2028
Lembaga riset pasar International Data Corporation (IDC) dan Samsung memperkirakan tekanan terhadap pasokan chip memori global dapat berlangsung hingga 2028. Edo sependapat dengan proyeksi tersebut karena HP juga telah merasakan dampak kenaikan harga komponen.
Jika kelangkaan berlanjut, produsen laptop dan PC berpotensi menyesuaikan harga jual untuk menutupi kenaikan biaya produksi. Konsumen yang menunda pembelian dapat menghadapi harga perangkat yang lebih tinggi dalam beberapa tahun mendatang.
Meski demikian, Edo memastikan HP Indonesia masih memiliki persediaan chip yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam waktu dekat.
"Kami sudah memiliki stok yang cukup. Jadi, konsumen tidak perlu khawatir mengenai hal itu," tutup Edo.
