Studio Pengembang Game Kingdom Come: Deliverance Kena Serangan Siber

kumparanTEKNOverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kingdom Come: Deliverance II. Foto: Warhorse Studios
zoom-in-whitePerbesar
Kingdom Come: Deliverance II. Foto: Warhorse Studios

Pengembang seri game Kingdom Come: Deliverance, Warhorse Studios, menjadi korban serangan siber yang membuat sistem dan data perusahaan diakses pihak tidak berwenang. Pengumuman itu dipublikasikan pada 27 Oktober 2026 lewat situs resminya.

Dalam pernyataannya, Warhorse menyebut penyelidikan dan pengamanan sistem sudah berjalan. Pihak studio juga mengatakan bahwa prioritas utamanya adalah mengamankan sistem, memastikan seberapa besar pembobolan terjadi, dan melindungi karyawan, mitra, serta komunitas pemain. Warhorse menyatakan berkoordinasi dengan otoritas terkait selama penyelidikan berlangsung.

CEO Warhorse Studios, Martin Frývaldský, menyebut kejadian ini sebagai insiden serius bagi studio dan semua pihak yang terdampak. Warhorse juga menegaskan bahwa selama penyelidikan berlangsung, studio tidak melayani wawancara maupun memberikan komentar tambahan.

"Ini adalah insiden serius bagi Warhorse Studios dan semua pihak yang terdampak. Prioritas utama kami adalah mengamankan sistem kami, memastikan sepenuhnya dampak pelanggaran tersebut, dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi karyawan, mitra, dan komunitas kami," kata Martin.

facebook embed

Hingga kini, jenis data yang diakses peretas belum dijelaskan. Dalam kasus serangan siber terhadap studio game, proyek yang sedang dikerjakan juga berisiko bocor jika peretas menembus berkas internal.

Warhorse merupakan anak usaha penuh Fellowship Entertainment, perusahaan hasil pemisahan dari Embracer. Kingdom Come: Deliverance pertama kali dirilis pada 2018, disusul sekuelnya, Kingdom Come: Deliverance II, pada Februari 2025.

Perkembangan investigasi akan diumumkan studio setelah informasi dapat disampaikan secara bertanggung jawab.

Kingdom Come: Deliverance II. Foto: Warhorse Studios

Belakangan juga Terjadi di Capcom

Insiden di Warhorse terjadi tak lama setelah Capcom mengumumkan kasus serupa. Pada 22 Oktober 2026, produsen Resident Evil dan Monster Hunter itu menyatakan bahwa sebagian data pelanggan dalam layanan akun daring CAPCOM ID telah diakses pihak ketiga tanpa izin.

Menurut Capcom, sebanyak 11.774.247 data email pengguna terdampak. Data tersebut berupa alamat email dan informasi sistem seperti tanggal pembuatan akun, waktu login terakhir, jumlah login, serta alamat IP saat login terakhir. Pada 43 data di antaranya, tanggal lahir, jenis kelamin, negara/wilayah, dan nama panggilan juga ikut terakses.

Capcom mengaku tidak menemukan bukti bahwa kata sandi yang dibuat pelanggan sendiri bocor. Namun, perusahaan memastikan kata sandi pada 196 akun diubah tanpa izin dan sudah direset. Informasi kartu kredit tidak termasuk dalam data yang terdampak.

Ilustrasi hacker. Foto: Shutterstock

Capcom mendeteksi aktivitas mencurigakan pada 19 Oktober dan langsung memblokir akses tersebut. Pada 20 Oktober, perusahaan membentuk markas penanganan insiden, lalu pada 21 Oktober melaporkan kasus itu ke Kepolisian Prefektur Osaka dan Komisi Perlindungan Informasi Pribadi Jepang. Layanan berbasis CAPCOM ID dan akses ke game dinyatakan tetap berjalan normal.

Capcom mengimbau pelanggan waspada terhadap email atau pesan mencurigakan yang mengatasnamakan Capcom, dan tidak membuka tautan atau lampiran di dalamnya.

"Alamat email yang terdaftar dengan CAPCOM ID dapat terus digunakan tanpa gangguan. Namun, ada kemungkinan informasi yang terpengaruh dapat disalahgunakan untuk mengirim email palsu atau komunikasi lain yang meniru Capcom atau pihak terkait," tulis Capcom.

Perusahaan juga membuka kanal bantuan khusus di Jepang, Amerika, Eropa-Timur Tengah-Afrika, serta Asia (di luar Jepang) dan Oseania.