Kumparan Logo

Rekomendasi Laptop untuk Desain Grafis & Editing Video 4K Terbaik di 2026

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 13 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition Gen 11. Foto: Akbar Mubarak/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition Gen 11. Foto: Akbar Mubarak/kumparan

Laptop terbaik untuk desain grafis dan editing video 4K butuh kombinasi tiga hal: GPU diskrit yang powerfull, prosesor dengan akselerasi AI untuk mempercepat rendering, dan layar dengan akurasi warna tinggi untuk color grading. Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition Gen 11 menghadirkan kombinasi ini lewat prosesor Intel® Core™ Ultra dengan NPU hingga 50 TOPS, layar PureSight Pro OLED dengan Delta E<1, serta Force Pad dan Yoga Pen Gen 2 untuk kebutuhan sketsa dan desain langsung di layar.

Tim kumparanTEKNO mencoba Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition Gen 11 selama sepekan lebih, mulai dari editing video profesional di DaVinci Resolve, rendering simulasi fisika 3D di Blender, gambar dengan bantuan AI (Artificial Intelligence) di Microsoft Paint, sampai gaming di judul berat seperti Hell Let Loose. Semua diuji sambil dipantau suhu dan performanya lewat CPUID HWMonitor.

Jujur, ini laptop feel-nya kantoran tapi performa bak komputer studio berjalan. CPU, GPU, dan NPU laptop ini berjalan beriringan untuk mempercepat prosesrendering video 4K dan animasi 3D berat. Warna layar juga konsisten dari proses editing video sampai hasil akhir. Dan laptop yang seharusnya buat kerja kreatif ini –yang mencengangkan– sanggup diajak gaming dengan FPS tinggi.

Dengan performa yang serba bisa dan gahar, laptop ini punya desain tampilan yang low profile dengan warna Luna Grey, warna abu-abu muda ini memberi kesan modern, stylish, dan minimalis—sehingga pas untuk dibawa kerja, ke kafe, atau meeting tanpa terlalu kelihatan mencolok seperti layaknya bawa laptop gaming.

Kenapa Desainer & Video Editor Membutuhkan Laptop Berkinerja Kelas Studio?

Editing video 4K dan desain grafis bukan sekadar soal "prosesor kencang". Prosesnya melibatkan banyak beban kerja sekaligus: dari transfer file berukuran besar, decode footage resolusi tinggi, rendering efek visual kompleks, color grading yang butuh akurasi warna presisi, sampai multitasking antara software editing, browser referensi, dan aplikasi komunikasi tim.

Laptop kelas studio yang ideal harus bisa menangani semua itu tanpa lag, tanpa throttling (penurunan performa akibat panas berlebih), dan tanpa mengorbankan portabilitas. Ibarat Anda ingin banyak hal dalam satu alat saja; dan Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition Gen 11 memenuhi permintaan tersebut.

Kriteria Utama Laptop untuk Editing Video 4K & Desain Grafis Heavy-Duty

Dapur Pacu & Akselerasi AI On-Device untuk Rendering Cepat

Prosesor dengan NPU (Neural Processing Unit) memungkinkan sebagian proses AI (seperti background removal, auto-framing, atau image generation) berjalan langsung di perangkat tanpa bergantung koneksi cloud. Tapi penting dicatat: tidak semua fitur berlabel "AI" otomatis memakai NPU. Namun dengan adanya NPU, laptop jadi punya dorongan tambahan untuk beban kerja yang membutuhkan akselerasi AI. Efeknya rendering jadi makin cepat, pekerjaan makin cepat selesai.

Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition Gen 11. Foto: Akbar Mubarak/kumparan

Layar OLED Akurasi Warna Tinggi (Delta E < 1)

Untuk kebutuhan color grading dan desain, akurasi warna layar itu krusial. Delta E adalah satuan yang mengukur seberapa jauh warna yang ditampilkan layar dari warna sesungguhnya. Semakin kecil angkanya, semakin akurat. Delta E<1 berarti hampir tidak ada perbedaan yang terlihat mata manusia antara apa yang ditampilkan di layar dan warna aslinya.

Biasanya di layar laptop biasa, warna yang ditampilkan punya perbedaan karena kualitas layar. Namun dengan Delta E<1, warna tetap akurat sehingga menjamin kerja-kerja kreatif yang lebih presisi.

Kapasitas RAM & Sistem Thermal yang Stabil

RAM besar (minimal 32GB) penting untuk menampung cache editing video 4K dan multitasking berat. RAM yang besar juga memungkinkan penggunaan fitur AI secara lokal yang semakin beragam (misalnya Microsoft Co Creator atau Krita AI Diffusion yang berbasis AI generatif).

Tak kalah penting, sistem pendinginan yang baik dapat menjaga suhu tetap terkendali meski dipakai rendering durasi panjang, supaya performa tidak anjlok di tengah pekerjaan.

Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition Gen 11. Foto: Akbar Mubarak/kumparan

Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition Gen 11: Solusi untuk Desain Grafis & Editing Video 4K

Saat tim kumparanTEKNO pertama kali menyentuh laptop ini, kesan yang muncul ialah feel laptop premium. Bahan aluminium membuat terasa kokoh di tangan. Menariknya, meski dirancang untuk beban kerja berat, bodinya tidak terasa bulky seperti laptop gaming pada umumnya. Ini jadi salah satu nilai jual utama laptop ini: performa kelas studio dalam desain yang tetap portabel.

Dapur Pacu Intel® Core™ Ultra Series 3 Processors

Unit laptop yang diuji ditenagai Intel® Core™ Ultra 9 386H, varian flagship di lini Core Ultra Series 3, dipadukan dengan NPU berkecepatan hingga 50 TOPS dan GPU diskrit NVIDIA GeForce RTX 5060 (8GB) — kombinasi yang jadi "otak" sekaligus "dapur pacu" laptop ini untuk menangani beban kerja kreatif. Arsitektur Intel Core Ultra ini dirancang supaya CPU, NPU, dan GPU saling berbagi beban kerja secara efisien, meski porsi masing-masing komponen tetap bergantung jenis beban kerja yang dijalankan.

Video uji yang dipakai berdurasi 5 menit 52 detik, format 4K (2160 × 3840 rasio 9:16) dengan codec H.264 Master di DaVinci Resolve. Render pertama tanpa color grading tambahan, dalam mode Adaptive Power dan laptop tersambung kabel daya, tuntas dalam 3 menit 47 detik.

Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition Gen 11. Foto: Akbar Mubarak/kumparan

Tim kumparanTEKNO lalu menambahkan color grading LUT bawaan DaVinci Resolve, Leica L-Log to Rec 709 Gamma 2.4, dan mengulang render video yang sama dalam kondisi tanpa kabel daya sama sekali: mode Extreme Power Boost membutuhkan waktu 4 menit 45 detik, lebih cepat beberapa detik ketimbang mode Adaptive Performance di 4 menit 56 detik.

Kami juga memantau suhu dan konsumsi daya langsung lewat CPUID HWMonitor khusus selama render di mode Adaptive Performance ini berlangsung (terpisah dari suhu sebelum dan sesudah proses render, biar datanya representatif untuk beban kerja sesungguhnya).

Hasilnya: suhu CPU mencapai puncak 95°C saat beban terberat, namun rata-rata bertahan di 67°C sepanjang proses render. Ini bukti sistem thermal management laptop ini bekerja efektif meski sempat menyentuh titik panas sesaat.

embed from external kumparan

Baterai juga turun dari 27,2 Wh menjadi 19,31 Wh (selisih 7,89 Wh, atau sekitar 9,4 persen dari kapasitas total 84 Wh). Charge level berubah dari 32% menjadi sekitar 23% setelah render berakhir dalam waktu kurang dari 5 menit.

Data penggunaan baterai tersebut wajar mengingat beban kerja render video yang berat untuk aplikasi editing profesional. Jadi kalau memang butuh performa maksimal untuk rendering durasi panjang, disarankan tetap terhubung ke sumber daya.

Jadi kalau misalkan sedang mobile atau di kafe bawa laptop ini dengan kapasitas baterai terisi penuh, kamu bisa edit video 4K dengan durasi 5-6 menit, kamu masih bisa diminta revisi sekitar 9 kali oleh produser atau atasanmu sebelum akhirnya laptop butuh dicolok power lagi.

Satu catatan jujur dari data yang terekam: untuk beban kerja rendering video murni seperti ini, mayoritas kerja berat memang ditangani CPU dan GPU, sementara NPU bekerja lebih sedikit. Ini wajar karena laptop kelas studio memang memasang GPU diskrit seperti RTX 5060 8GB yang kumparanTEKNO uji untuk kerja berat kelas studio.

NPU laptop pada laptop ini baru benar-benar terlihat bekerja intensif saat menjalankan fitur AI generatif spesifik.

Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition Gen 11. Foto: Akbar Mubarak/kumparan

Kualitas Visual PureSight Pro OLED

Layar PureSight Pro OLED laptop ini punya sertifikasi Delta E<1 yang terbukti konsisten di penggunaan nyata: warna yang terlihat di layar saat proses editing dan color grading di DaVinci Resolve sama persis dengan hasil akhir setelah video di-render. Detail ini penting untuk kerja kreatif yang mengandalkan akurasi warna, karena kalau preview meleset dari hasil akhir, proses kerja jadi tidak efisien: Revisi warna-render lagi-revisi lagi. Capek deh.

Layar ini juga nyaman dipandang untuk sesi kerja panjang: tidak bikin mata cepat lelah meski dipakai berjam-jam duduk di depan layar. Visual yang ditampilkan terasa realistis dan tajam, kesan yang juga didapat dari pengamatan tim lain yang turut melihat uji laptop ini.

Sudut pandang (viewing angle) dari samping pun tetap jelas terlihat tanpa distorsi warna—karakteristik umum panel OLED yang unggul dibanding panel IPS konvensional.

Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition Gen 11. Foto: Akbar Mubarak/kumparan

Fitur Pendukung Workflow Kreatif (Force Pad & Yoga Pen)

Force Pad, trackpad yang berfungsi ganda sebagai permukaan untuk menggambar, punya tekstur permukaan yang lembut, dengan bahan dasar seperti kombinasi plastik-karet yang memberi feedback tekanan. Ini berguna untuk menyesuaikan sensitivitas warna atau ketebalan garis saat menggambar.

Permukaan Force Pad juga terasa halus saat digeser, dan area trackpad-nya cukup lebar sehingga tidak terasa sempit saat dipakai gambar atau desain. Saat diuji langsung di Microsoft Paint bawaan, Force Pad ini responsif menangkap gerakan.

Yoga Pen Gen 2 yang menyertainya terhubung lewat Bluetooth dan terasa responsif saat digunakan. Kombinasi Force Pad dan Pen ini yang bikin laptop ini juga relevan buat ilustrator dan desainer, bukan cuma video editor.

Keyboard laptop ini juga terasa solid saat diketik, namun tetap nyaman disentuh–kombinasi yang penting untuk sesi kerja panjang–baik saat mengetik catatan proyek maupun berpindah cepat antar shortcut software editing.

Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition Gen 11. Foto: Akbar Mubarak/kumparan

Tabel Spesifikasi Utama Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition Gen 11

Table Embed

Menampilkan 10 data dari 11 data

Aspek
Spesifikasi
Manfaat untuk Kreator
Prosesor
Hingga Intel® Core™ Ultra 9 386H (Core Ultra Series 3)
Performa flagship untuk rendering & multitasking berat
NPU / AI Acceleration
Hingga 50 TOPS
Mempercepat fitur AI on-device seperti image generation
Grafis
NVIDIA® GeForce RTX™ 5050 Laptop GPU NVIDIA ® GeForce RTX™ 5060 Laptop GPU NVIDIA® GeForce RTX™ 5070 Laptop GPU
Mesin utama rendering 3D, gaming, dan encoding video
Layar
15,3" PureSight Pro OLED, 2,5K WQXGA (2560x1600), 165Hz VRR, 1100 nits peak, 100% sRGB/P3/AdobeRGB, Delta E<1, Dolby Vision®
Akurasi warna tinggi untuk color grading & desain
RAM / Storage
32GB terpasang / SSD NVMe (varian hingga 2TB PCIe Gen4)
Menampung cache editing video 4K & multitasking
Baterai
84WHr — hingga 19,5 jam local video playback, Rapid Charge Express 15 menit untuk 3 jam pakai
Mobilitas kerja tanpa selalu dekat colokan
Dimensi & Bobot
347 x 242 x 16,7mm mulai dari 1,59 kg
Tetap portabel meski berperforma tinggi
Input Kreatif
Force Pad + Yoga Pen Gen 2 (Bluetooth)
Sketsa, ilustrasi, dan desain langsung di layar
Konektivitas
Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, 2x Thunderbolt™ 4, 2x USB-A, HDMI 2.1, SD card reader
Transfer data cepat & fleksibel untuk workflow kreator
Audio
4 speaker, Dolby Atmos®
Pengalaman audio imersif untuk review hasil kerja & hiburan

1 - 10 dari 11 baris

Pengalaman Nyata: Workflow Edit Video 4K Smooth dari Import hingga Rendering Final

Sepanjang pengujian, tim kumparanTEKNO menjalankan laptop ini dalam mode Smart Modes "Working"—modenya terasa hening sepanjang laptop dipakai, tidak berisik meski menjalankan beban kerja kreatif. Lenovo juga menyediakan mode lain yang lebih mengutamakan performa maksimal untuk kebutuhan yang lebih berat.

Proses editing dimulai dari pengambilan gambar 4K dari HP lalu memindahkannya ke laptop. Footage 4K berukuran 4,33 GB yang direkam dari handphone (HP) dipindahkan lewat kabel USB-C ke USB-C, dan hanya membutuhkan waktu 2 menit 21 detik cukup cepat untuk file berukuran besar, berkat dukungan port Thunderbolt™ 4 pada laptop ini.

Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition Gen 11. Foto: Akbar Mubarak/kumparan

Kalau ternyata lupa bawa kabel USB, laptop ini mendukung fitur Smart Share. Kami mencoba fitur ini dengan cara menginstall Smart Connect di HP. Setelah dihubungkan (pairing) dengan laptop, memindahkan file foto dan video semudah nge-tap dua kali pada sisi kanan atau kiri layar laptop dan boom: tiba-tiba foto yang ada di galeri muncul di layar laptop untuk dipindahkan.

Lanjut ke proses editing, kami mengimpor footage lewat drag-and-drop ke timeline DaVinci Resolve, memotong klip, menerapkan color grading LUT Leica L-Log to Rec 709 Gamma 2.4, sampai proses rendering akhir—semua terasa lancar tanpa hambatan berarti.

Seperti dibahas di bagian dapur pacu, video 4K berdurasi 5 menit 52 detik ini butuh waktu render bervariasi tergantung mode daya: dari 4 menit 56 detik di mode Adaptive Performance sampai 4 menit 45 detik di mode Extreme Power Boost saat tanpa kabel daya sama sekali, dengan suhu puncak 95°C tapi rata-rata terkendali di 67°C selama render Adaptive Performance berlangsung.

Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition Gen 11. Foto: Akbar Mubarak/kumparan

Untuk menguji kemampuan rendering 3D dan simulasi fisika, tim kumparanTEKNO mencoba demo resmi Blender Foundation "Space Fabric Cloth Tear", yang menampilkan simulasi kain robek berbasis geometry nodes (teknologi physics terbaru di Blender). Animasi 167 frame di resolusi 1024x1024 dengan 24 FPS berhasil di-render dalam waktu 1 menit 8 detik rata-rata 0,41 detik per frame, tergolong cepat untuk beban kerja yang menggabungkan simulasi fisika sekaligus rendering visual. Ini tentu saja beban kerjanya lebih berat dari sekadar editing video.

Sebagai kreator, kemampuan sketsa dan desain langsung di perangkat juga jadi nilai tambah. Menggunakan Force Pad dan Yoga Pen Gen 2, proses menggambar terasa presisi dan responsif didukung tekstur permukaan yang lembut dan area kerja yang luas.

Satu pengalaman menarik lainnya: tim kumparanTEKNO mencoba fitur Cocreator di aplikasi Paint bawaan Windows—menggambar sketsa kasar gunung, jalan, dan sawah, lalu meminta AI menghaluskannya jadi ilustrasi yang lebih detail lewat prompt teks. Hasilnya jauh lebih halus dari sketsa aslinya, dan selain itu grafik NPU di Task Manager bekerja dengan intens selama proses gambar dan generate image berlangsung. Ini jadi bukti nyata bahwa fitur AI generatif ini benar-benar memanfaatkan NPU 50 TOPS milik prosesor Intel® Core™ Ultra 9 386H.

Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition Gen 11. Foto: Akbar Mubarak/kumparan

Buat yang ingin workflow AI lokal yang lebih advance, laptop ini bisa banget buat dipasang Krita dan plugin AI Diffusion–cara kerjanya mirip dengan Cocreator.

Menariknya, meski dirancang untuk kerja kreatif, laptop ini juga diuji coba untuk gaming bermain Hell Let Loose, gim first-person shooter daring yang cukup imersif dan menuntut sumber daya besar, dengan pengaturan grafis di level epic (tertinggi). Motion blur sengaja dimatikan karena bisa bikin pusing buat beberapa orang. Lewat overlay Xbox Game Bar bawaan Windows 11, frame rate sempat menembus lebih dari 100 FPS, dengan rata-rata stabil di kisaran 70-80 FPS saat adegan tembak-tembakan dan ledakan.

Data CPUID HWMonitor selama sesi gaming ini menunjukkan suhu CPU berkisar 64-84°C dengan rata-rata 70,5°C, sementara suhu GPU RTX 5060 lebih terkendali di kisaran 57,3-64,2°C dengan rata-rata 61,3°C. Soal utilisasi, GPU RTX 5060 sempat menyentuh 100% di momen-momen tertentu, dengan rata-rata di kisaran 55% sepanjang sesi. Tentu saja GPU ini bekerja keras menangani beban gaming, bukan cuma andalan untuk kerja produktivitas, sekaligus suhu yang tetap terjaga jauh di bawah suhu saat rendering video berat sebelumnya.

Soal daya tahan baterai, tim kumparanTEKNO mengujinya dalam beberapa skenario berbeda. Untuk kecepatan pengisian daya, laptop ini diisi dari 5 persen pukul 10.45 sampai 100 persen pukul 12.37—total sekitar 1 jam 52 menit—sambil tetap dipakai aktif untuk multitasking yang tidak masuk akal untuk pekerjaan orang kantoran: membuka browser, Google Drive, WhatsApp Web, menonton YouTube, mengedit dan me-render video di DaVinci Resolve, membuka dan me-render di Blender, mengunduh gim, sampai memindahkan file, semua dalam mode Adaptive Performance. Progresnya tercatat 72 persen di pukul 11.48, lalu 91 persen di pukul 12.08, sebelum akhirnya penuh.

Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition Gen 11. Foto: Akbar Mubarak/kumparan

Untuk ketahanan baterai harian, dalam satu sesi kerja berat dengan banyak proses render, baterai turun dari 98 persen pukul 13.00 menjadi tersisa 10 persen di pukul 16.00 atau sekitar 3 jam pemakaian intensif untuk pengujian beberapa kali sesi render video dan animasi 3D.

Sementara di hari lain dengan pola kerja lebih ringan (browsing, mengetik, membuka email, dan YouTube tanpa proses editing video), laptop ini dipakai dari pukul 11.00 siang hingga pukul 20.00 malam dan masih menyisakan sekitar 30 persen baterai, menunjukkan daya tahan yang jauh lebih panjang untuk aktivitas non-rendering.

Salah satu nilai plus yang menurut pengalaman kami menarik diulas ialah kualitas quad speaker Dolby Atmos yang terletak di samping kanan dan kiri atas dan bawah laptop. Saat memutar lagu Yoasobi, duo pop asal Jepang, kata-kata yang paling pas untuk menggambarkan kualitas audionya ialah: sopan banget masuk telinga. Suaranya jernih tapi tetap ngebas dan bertenaga.

Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition Gen 11. Foto: Akbar Mubarak/kumparan

Supaya hasilnya tidak bias karena telinga baru saja disuguhi suara indah khas Lilas Ikuta, kami mengetesnya dengan lagu lain yang lebih ramai yaitu musik OST Naruto yang dinyanyikan dengan (1) nada koplo, (2) berbahasa Thailand, dan berasal dari akun YouTube (3) Hokage Santuy. Silakan Anda cek sendiri di TKP yang bersangkutan untuk melihat betapa riuh-nya lagu-lagu mereka.

Hasilnya: Audio tetap terasa halus dan nyaman didengar meski musiknya jauh lebih riuh. Konsistensi kualitas suara di dua genre yang berlawanan ini menunjukkan tuning audio laptop ini cukup seimbang. Kualitas audio ini tentu penting–selain untuk menunjang proses kreasi konten dan editing video–juga mendukung urusan entertainment hingga gaming. Makin lengkap!

Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition Gen 11. Foto: Akbar Mubarak/kumparan

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Laptop Editing Video 4K & AI PC

Frequently Asked Question Section

Laptop apa yang cocok untuk editing video dan desain grafis?

chevron-down

Laptop dengan kombinasi prosesor bertenaga, NPU untuk akselerasi AI, GPU diskrit, dan layar akurasi warna tinggi seperti Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition Gen 11 cocok untuk menangani editing video 4K, desain grafis, hingga rendering 3D dalam satu perangkat.

Apa laptop AI terbaik untuk creator profesional?

chevron-down

Laptop AI PC dengan NPU minimal 40+ TOPS (standar Copilot+ PC) seperti Yoga Pro 7i Aura Edition Gen 11 (dengan NPU hingga 50 TOPS) bisa menjalankan fitur AI on-device seperti image generation tanpa bergantung koneksi internet, sekaligus tetap bertenaga untuk workflow kreatif berat.

Bagaimana NPU, CPU, dan GPU bekerja sama di laptop AI PC ini?

chevron-down

Ketiganya dirancang saling melengkapi tergantung jenis beban kerja. Berdasarkan pengujian tim kumparanTEKNO, fitur AI generatif seperti Cocreator di Paint terbukti memanfaatkan NPU secara intensif, sementara untuk beban kerja rendering video di DaVinci Resolve, CPU dan GPU diskrit RTX 5060 yang mengambil porsi kerja lebih besar.

Laptop AI apa yang bisa mempercepat editing dan multitasking?

chevron-down

Kombinasi CPU dengan NPU 50 TOPS dan RAM 32GB pada Yoga Pro 7i Aura Edition Gen 11 membantu proses multitasking antara software editing, browser, dan aplikasi lain tetap lancar tanpa lag.

Apakah laptop untuk editing video ini bisa dipakai gaming?

chevron-down

Bisa. Meski dirancang untuk kerja kreatif, GPU diskrit NVIDIA RTX 5060 di laptop ini sangat sanggup menjalankan gim berat seperti Hell Let Loose dengan pengaturan grafis rata kanan (Epic) mencapai frame rate di atas 100 FPS dengan rata-rata stabil 70-80 FPS.

Kesimpulan: Mengapa Yoga Pro 7i Aura Edition Adalah Investasi Masa Depan Kreator

Setelah sepekan lebih pengujian, Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition Gen 11 terbukti cocok untuk video editor profesional yang butuh performa untuk aplikasi editing kelas pro, sekaligus mumpuni untuk animasi 3D dan desain grafis berkat dukungan Force Pad dan Yoga Pen Gen 2.

Ditenagai Intel® Core™ Ultra 9 386H dengan NPU hingga 50 TOPS, laptop ini juga terbukti mempercepat workflow lewat AI on-device dan bisa ditingkatkan lagi ke workflow AI yang lebih advance lewat Krita dan plugin AI Diffusion bagi yang membutuhkan.

Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition Gen 11. Foto: Akbar Mubarak/kumparan

Meski fokus utamanya untuk kerja kreatif, laptop ini juga terbukti sanggup diajak gaming di judul berat seperti Hell Let Loose. Jadi setelah seharian kerja, malam harinya masih bisa dipakai untuk hiburan tanpa kompromi performa berarti. Cocok banget buat jadi justifikasi izin ke istri nyari laptop untuk kerja–padahal gaming juga bisa, hahaha.

Salah satu nilai jual paling terasa dari laptop ini: meski jadi perangkat serba bisa untuk editing video, animasi 3D, desain grafis, sampai gaming, bobot dan desainnya tidak terasa bulky seperti laptop gaming pada umumnya. Daya tahan baterainya juga cukup diandalkan untuk multitasking harian, membuat pekerjaan editing video berat bisa dikerjakan di mana saja tanpa selalu dekat dengan colokan.

Pelajari lebih lanjut spesifikasi lengkap dan beli Lenovo Yoga Pro 7i Aura Edition Gen 11 di sini.