5 Jenis Penelitian Survei dalam Aspek Pendidikan: Kelebihan & Kekurangannya

Saya seorang mahasiswa aktif Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu PendidIkan, Universitas Jember.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ageng Rachmad tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam membuat sebuah proposal peneliti atau bahkan karya tulis ilmiah, tentu peneliti wajib mengetahui metode-metode penelitian yang dipakainya. Salah satunya metode penelitian survei.
Metode penelitian survei ialah proses melakukan penelitian dengan mengumpulkan data dari responden berupa jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. Kemudian data yang terkumpul dianalisis secara statistik untuk menarik sebuah kesimpulan yang berarti.
Dapat disimpulkan bahwa penelitian surveisurvei adalah metode guna mengumpulkan informasi dari individu ataupun kelompok yang mewakili sebuah populasi sejumlah besar responden yang kemudian akan digeneralisasi.
Penelitian survei memiliki banyak jenis variasi dalam pelaksanaannya. Pada konteks pendidikan penelitian survei dapat dikelompokkan minimal menjadi lima macam bentuk. Dimana seluruh bentuk atau jenis yang ada memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Apa sajakah itu?
1. Survei catatan
Jenis survei ini sering disebut Survei of Records, sebab dalam pelaksanaannya banyak menggunakan sumber-sumber berupa cacatan atau informasi non-reaksi. Pada bentuk ini peneliti biasanya tak banyak melibatkan jawaban langsung dari orang atau subjek yang diteliti.
Kelebihan :
Objektivitas informasi yang diperoleh lebih objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Jika catatan tepat dan up to date, dapat dijadikan acuan perbandingan yang sangat baik.
Sumber-sumber yang ada murah dan tidak berpindah-pindah tempat, sehingga lebih efektif
Catatan-catatan yang ada memungkinkan menjadi bahan perbandingan secara historis dan dapat digunakan guna menganalisis kecenderungan dari suatu keadaan ke keadaan lain yang berbeda.
Kekurangan :
Peneliti terhalang oleh catatan-catatan yang bersifat rahasia.
Sumber-sumber catatan mungkin tidak lengkap, tidak tepat, dan kadaluarsa.
Catatan pada umumnya hanyalah informasi faktual yang perlu kajian lebih lanjut tentang kebenarannya.
2. Survei menggunakan angket atau kuesioner
Survei jenis ini biasanya didistribusikan kepada responden melalui jasa pos. Dinegara-negara yang masyarakatnya memiliki tingkat pendidikan yang lebih maju, jenis penelitian ini termasuk aman. Tetapi untuk negara kita sendiri masih memerlukan pencermatan secara intensif.
Kelebihan :
Dapat menjangkau responden dalam jumlah besar.
Dapat direncanakan dengan angket bagus, sederhana dan menarik.
Dapat diadministrasi dengan lebih mudah.
Pengisian angkat dapat dilakukan dengan metode anonim atau dapat merahasiakan identitas responden.
Kekurangan :
Memungkinkan tingkat pengembalian responden yang rendah.
Tidak ada kepastian bahwa pertanyaan dalam angket diketahui maksudnya oleh responden.
Tidak ada kepastian bahwa responden yang menjawab adalah responden yang dimaksud oleh peneliti.
3. Survei melalui telepon
Penelitian jenis ini merupakan penelitian yang menggunakan jasa telepon. Peneliti biasanya menggunakan buku petunjuk (buku kuning) menghubungi responden, kemudian mengatakan maksud dan tujuan memperoleh informasi yang diteliti dari responden. Seiring kemajuan teknologi, jenis ini sering digunakan baik dalam penelitian pendidikan maupun sosial.
Kelebihan :
Lebih mudah dibandingkan metode wawancara langsung.
Waktu lebih fleksibel.
Mencakup daerah tinggal yang luas.
Dapat menghubungi responden dalam jumlah besar.
Kekurangan :
Hilangnya beberapa keuntungan yang ada pada wawancara langsung seperti mimik wajah, gerak anggota badan dan tangan, serta gambaran lingkungan rumah responden.
Diwilayah tertentu, banyak penduduk yang belum memiliki pesawat komunikasi telepon.
Mengganggu hak kerahasiaan seseorang.
4. Survei menggunakan wawancara kelompok
Jenis ini mirip dengan wawancara orang perorang. Peneliti biasanya menggali informasi melalui grup yang kemudian terjadi interaksi diantara anggota kelompok dengan peneliti, sehingga menghasilkan suatu gambaran yang baik tentang kelompok atau objek yang diteliti.
Kelebihan :
Hasil survei lebih merefleksikan tingkah laku kelompok dalam suatu lembaga.
Wawancara jenis ini lebih efisien daripada wawancara secara individual.
Dapat merangsang produktivitas tinggi diantara kelompok.
Kekurangan :
Memungkinkan terjadi rasa terintimindasi perbedasn yang ada dalam individual.
Memungkinkan terjadinya loyalitas kelompok yang dapat mempengaruhi keadaan kelompok itu sendiri.
Memungkinkan terjadinya manipulasi oleh anggota grup, misalnya orang yang pandai bicara.
5. Survei dengan melakukan wawancara individual
Survei jenis ini tergolong survei konvensional yang dilakukan wawancara secara perorangan. Peluang keberhasilan dalam meneliti menggunakan jenis ini apabila peneliti merasa tertantang untuk melakukan eksplorasi permasalahan dengan informasi yang terbatas.
Kelebihan :
Lebih bersifat personal.
Memungkinkan terjadinya wawancara yang mendalam.
Memungkinkan peneliti memperoleh informasi tambahan dilihat dari gerakan tangan, mimik wajah dan lain sebagainya.
Proses dapat fleksibel dengan menyesuaikan situasi.
Kekurangan :
Memungkinkan terjadinya konflik pribadi.
Memerlukan keterampilan wawancara yang lebih (harus menguasai materi atau bahan perbincangan).
Mungkin sulit menyimpulkan hasil temuan wawancara.
Memungkinkan terjadinya manipulasi terang-terangan dari pewawancara.
Sumber
Aqib, Zainal dan Rasidi Hasan. 2019. "Metodologi Penelitian Pendidikan". Yogyakarta: Andi Offset. Pg 196-200.
