Konten dari Pengguna

Ini 3 Efek Buruk dari Memendam Emosi Negatif

Agnes Claristia

Agnes Claristia

Psychology Student at Universitas Tarumanagara

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Agnes Claristia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Keenan Constance on Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Keenan Constance on Unsplash

Emosi adalah reaksi manusia terhadap seseorang atau suatu kejadian. Secara umum emosi terbagi menjadi dua, yaitu: emosi positif dan emosi negatif. Contoh emosi positif misalnya: bahagia, cinta, nyaman, bangga, optimis, percaya. Contoh emosi negatif misalnya: marah, cemas, cemburu, takut, sedih, benci.

Memendam emosi negatif dalam waktu yang lama akan dapat menyebabkan munculnya berbagai penyakit di dalam tubuh. Hal ini dibahas oleh seorang hipnoterapis dari Amerika Serikat yaitu John Kappas. Ia membahas tentang 5 Body Syndrome, yang merupakan pembahasan tentang bagaimana emosi yang dipendam dalam diri dapat terhubung dengan gejala yang dapat dialami tubuh.

5 Body Syndrome disebabkan oleh adanya emosi negatif yang terpendam, maka salah satu cara untuk menyembuhkan gejala tubuh yang dialami adalah dengan menghapus atau menghilangkan emosi negatif, yang artinya tidak ada lagi emosi-emosi negatif yang menghantui, sehingga nantinya manusia dapat hidup lega.

Pepatah “hati yang gembira adalah obat” adalah benar adanya. Karena saat manusia merasa gembira, dapat dipastikan Ia tidak akan memiliki gejala tubuh atau sakit psikosomatis.

Sakit psikosomatis adalah keadaan di mana tubuh manusia menimbulkan gejala-gejala yang dipengaruhi pikiran dan emosi. Sakit psikosomatis ini dapat timbul saat seseorang tidak menerima kebahagiaan yang seharusnya ia terima dalam hidupnya.

Sakit psikosomatis adalah efek dari memendam emosi negatif yang terlalu lama. Terdapat 3 efek dari sakit psikosomatis, di antaranya:

  • efek ringan, misalnya; pusing, sakit kepala, sakit pundak, pegal-pegal;

  • efek sedang, misalnya; eksim, maag, jerawat, hipertensi, kolesterol, asma;

  • efek berat, misalnya; stroke, kanker, penyakit jantung.

Emosi negatif menghasilkan pikiran negatif. Dari pikiran negatif yang muncul, dapat menimbulkan penyakit tertentu dalam tubuh manusia. Mengapa? Karena sebenarnya tubuh manusia tidak dirancang untuk merasakan emosi negatif melainkan emosi positif. Misalnya seperti, bahagia, senang, gembira, damai sejahtera, dan sukacita. Itulah penyebabnya mengapa emosi negatif berlawanan dengan kondisi tubuh.

Saat memiliki emosi negatif, cara paling ampuh untuk menghilangkannya adalah dengan cuci emosi. Cuci emosi adalah suatu program yang telah didesain selama 14 tahun untuk melepaskan emosi negatif yang menumpuk pada tubuh yang dapat menyebabkan sakit psikosomatis. Bila emosi negatif hilang, maka kebahagiaan yang tadinya tertunda pasti akan kembali, sehingga anda sehat dan dapat menjadi diri anda yang sesungguhnya.