• 1

USER STORY

Bijaksana dalam Memilih Gadget di Tengah Ancaman Serangan Siber

Bijaksana dalam Memilih Gadget di Tengah Ancaman Serangan Siber


GM Sales Advan, Ellen Angerani

GM Sales Advan, Ellen Angerani (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
Perkembangan teknologi yang begitu pesat, tidak dapat dipungkiri telah membawa perubahan besar dalam kehidupan kita sehari-hari. Perubahan ini, mau tidak mau, mengharuskan kita untuk meredefinisi banyak hal. Yang paling utama adalah soal keamanan.
Hidup di era digital memaksa kita untuk memperhatikan masalah keamanan di kehidupan virtual kita. Berdasarkan ikhtisar data mengenai aktivitas statistik digital yang dirilis oleh We Are Social, terdapat 88, 1 juta pengguna internet aktif di Indonesia.
Tujuh puluh sembilan juta diantaranya merupakan pengguna media sosial aktif. Sementara menurut data yang dirilis oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJIII), sekitar 55,3 persen responden yang diwawancarai mengaku menghabiskan waktu selama lebih dari enam jam untuk mengakses internet.
Tingginya angka pengguna internet dan media sosial, ternyata tidak berbanding lurus dengan kesadaran masyarakat atas ancaman serangan siber dan pencurian data. Menurut data yang dirilis oleh perusahaan keamanan siber, ESET, tingkat kesadaran masyatakat Indonesia mengenai ancaman serangan siber masih lebih rendah dibanding negara-negara di Asia Tenggara lain, seperti, Thailand, Malaysia, dan Singapura. Hanya 25, 1 persen masyarakat di Indonesia yang mempunyai kesadaran akan ancaman serangan siber atau pencurian data.
Melihat realita di atas, agaknya memang penting kalau masyarakat harus memperhatikan kualitas gadget yang mereka gunakan. Salah satu produsen telepon pintar yang menyediakan spesifikasi perlindungan dari serangan siber adalah Advan, melalui produk terbaru mereka Advan GI Pro.
Berbicara dalam acara Onboarding kumparan, Rabu (15/11/2017) bertempat di Kuningan City Mall, Kuningan, Jakarta Selatan, GM Sales Advan, Ellen Angerani Gunawan berbicara mengenai pentingnya perlindungan telepon pintar dari ancaman serangan siber.
"Masa depan, semuanya sudah jadi digital. Jadi, kalau kita memiliki internet atau handphone itu, serasa handphone itu lebih berharga dari pada uang. Terus ketinggalan, kita akan lebih panik ketinggalan handphone daripada dompet. Kebutuhan dasar manusia itu, perlu untuk merasa aman, kami akan fokus dengan itu," tuturnya.
Selain itu, ancaman pencurian data juga menjadi sorotan Advan untuk dapat melindungi kerahasiaan data para pengguna telepon pintar.
"Manusia telah jadi satu dengan smartphone. Dengan adanya Big Data, habit manusia dapat dianalisis. Saya nggak kenal anda semua, tapi dengan data, anda semua bisa jadi target kita. Saya bisa tahu lokasi anda, bahkan smartphone yang anda pakai", tuturnya
Menurut GM Sales Advan, Ellen Angerani Gunawan, produk terbaru Advan ini menghadirkan berbagai fitur yang dapat melindungi pengguna dari berbagai ancaman serangan siber. Advan GI Pro ini memiliki fitur seperti, fitur anti theft, yang memungkinkan pengguna untuk mengamankan data mereka meskipun telepon genggam mereka berada di tangan pencuri.

Sekarang kumparan

500

Baca Lainnya