Konten dari Pengguna

Indikasi Seseorang Melek Literasi

Agus  Buchori

Agus Buchori

Saya seorang arsiparis di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan yang suka menulis. Tinggal di pesisir utara Lamongan tepatnya di Desa Paciran, Kecamatan Paciran , Kabupaten Lamongan, Jawa Timur

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Agus Buchori tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto koleksi pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Foto koleksi pribadi

Literasi sering dihubungkan dengan kemampuan baca tulis seseorang. Di era ketika masyarakat masih belum melek aksara anggapan literasi sebagai kemampuan baca tulis tidaklah salah. Namun, ketika memasuki era perkembangan media dan teknologi informasi anggapan tersebut perlu dikaji ulang.

Informasi yang begitu melimpah sekarang ini memerlukan kecakapan seseorang lebih dari sekedar kecakapan membaca. Tidak bisa dipungkiri bahwa informasi yang tersaji sekarang ini membutuhkan kemampuan seseorang untuk bisa menggunakan agar informasi tersebut lebih berdaya guna.

Informasi yang bisa membantu mengatasi persoalan seseorang adalah informasi yang didapatkan oleh seseorang ketika orang tersebut sudah bisa mengenali kebutuhan pribadinya. Dan kemampuan ini tentunya akan dimiliki seseorang jika ia sudah terliterasi. Sebagaimana yang diutarakan oleh Sylvia Braesel dan Thorsten Karg (2021) ada lima tahapan seseorang bisa dianggap terliterasi.

Lima Tahapan Seseorang Dianggap Terliterasi

Pertama, ketika seseorang itu mempunyai persoalan ia mampu menemukan data-data untuk membantu dirinya mengatasi persoalan tersebut dalam artian mempunyai kemampuan untuk mengakses di mana informasi tersebut harus ia dapatakan. Ini berkaitan dengan pengetahuan di mana lokasi informasi itu disimpan.

Kedua, adalah kemampuan seseorang untuk menganalisa data-data yang ia dapatkan apakah data tersebut terpercaya karena dihasilkan oleh lembaga atau seseorang yang kompeten di bidangnya. Memverifikasi data bukanlah monopoli jurnalis belaka sekarang ini karena tiap orang di era sekarang ini harus bertindak sebagaimana jurnalis agar tidak termakan informasi yang tak berguna bahkan palsu.

Ketiga, langkah selanjutnya adalah mampu menyajikan data yang ia peroleh tersebut menjadi informasi yang berguna bagi orang lain. setelah ia mampu mengatasi persoalannya pengalam tersebut bisa dilanjutkan ke orang lain agar kebermanfaatannya berkelanjutan.

Keempat, dari apa yang ia bagikan tersebut, tentunya perlu refleksi diri dengan jalan menerima kritikan dan masukan dari orang lain agar informasi yang telah ia hasilkan bisa lebih sempurna di kemudian hari. Melengkapi kekurangan dari usulan orang lain menjadikan seseorang tersebut mampu berinteraksi untuk pengembangan informasi yang berguna.

Dan yang terakhir adalah mampu menetapkan tujuan dan aksi nyata untuk pemberdayaan masyarakat dari kemampuan mengolah data, menganalisa dan menyajikan informasi tadi. Sebagai anggota masyarakat mereka bisa memberdayakan informasi yang ia punya untuk menggugah kesadaran orang lain tentang pendidikan, lingkungan ataupun di bidang politik.

Itulah lima tahapan yang bisa digunakan untuk menentukan seseorang terliterasi atau belum. Tentunya ini barulah contoh kecil dan semoga bisa menginspirasi kita semua. Salam Literasi!