Investigasi Laporan UFO oleh Pemerintah Perancis

Pengajar di Program Studi Fisika di Institut Teknologi Kalimantan
Konten dari Pengguna
28 Juli 2022 19:24
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Agus Rifani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Gambar ulang objek yang dilihat di Brittany dan merupakan kategori D setelah diinvestigasi oleh tim dari Geipan. (Peristiwa dan gambar asli dapat diakses pada situs Geipan dengan kode laporan: FORET-FOUESNANT (LA) (29) 10.12.2018.
zoom-in-whitePerbesar
Gambar ulang objek yang dilihat di Brittany dan merupakan kategori D setelah diinvestigasi oleh tim dari Geipan. (Peristiwa dan gambar asli dapat diakses pada situs Geipan dengan kode laporan: FORET-FOUESNANT (LA) (29) 10.12.2018.
ADVERTISEMENT
Laporan investigasi UFO Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) telah disampaikan kepada anggota kongres AS pertengahan Juni lalu. Media di AS maupun di luar AS, seperti Indonesia, ramai mengabarkan perkembangan tersebut. Memang sejak tahun lalu, upaya pemerintah AS untuk membuka hasil penelitian UFO/UAP disorot banyak pihak, terutama mereka yang telah lama berminat dengan masalah UFO.
ADVERTISEMENT
Namun demikian, sesungguhnya investigasi UFO tidak hanya dilakukan oleh pemerintah AS. Di Benua Eropa, Perancis, dengan lembaga serupa NASA bernama CNES, telah membentuk unit khusus yang menginvestigasi laporan penampakan UFO. Sayangnya, kegiatan investigasi dibawah pemerintah Perancis tersebut tidak ramai diberitakan. Oleh karena itu, berikut ini akan saya rangkumkan hasil investigasi mereka.

Geipan: Lembaga di Perancis yang Menangani Laporan UFO

Lembaga itu bernama Geipan, singkatan dari Groupe d'Études et d'Informations sur les Phénomènes Aérospatiaux Non-identifiés. Jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia kira-kira begini: Kelompok Informasi dan Riset Fenomena Angkasa Tidak Teridentifikasi. Lembaga ini berdiri sejak tahun 1977 dengan nama Gepan (Kelompok Studi Fenomena Angkasa Tidak Teridentifikasi). Sehingga negara Perancis sebenarnya telah menginvestigasi UFO/UAP sejak 1977.
ADVERTISEMENT
Sejak 2016, Geipan dipimpin oleh Jean-Paul Aguttes, seorang ilmuan senior yang sudah 20 tahun bekerja di CNES. Dia berjasa mengembangkan proyek satelit untuk CNES dan pernah menjabat menjadi Deputi Direktur Toulouse Space Center. Sebanyak 20 penyelidik tergabung dalam Geipan dan setiap kasus dapat diinvestigasi oleh penyelidik tambahan jika diperlukan.

Metode Investigasi Geipan

Geipan mengembangkan metode baku dalam investigasi dan pelaporan penampakan UFO. Siapa saja dapat melaporkan kepada Geipan jika mereka melihat objek yang diduga UFO di wilayah negara Perancis. Umumnya laporan masuk melalui Gendarmerie (semacam cabang khusus dari kepolisian). Setelah laporan tersebut dipastikan bukan termasuk dari fenomena alam atau objek di udara yang dikenal seperti pesawat misalnya, maka mereka akan melakukan investigasi lapangan dan merangkum hasil investigasi tersebut dalam suatu laporan. Laporan dapat diakses dari situs Gepan. Tidak hanya itu, hasil investigasi dikelompokkan dalam empat kategori, yaitu A, B, C dan D. Kategori D inilah yang memuat penampakan UFO, yaitu objek yang tetap tidak dapat diidentifikasi meskipun telah melalui proses investigasi dari tim Geipan.
ADVERTISEMENT

Hasil Investigasi Geipan

Kategori A memuat laporan yang setelah diinvestigasi ternyata merupakan objek yang dikenal. Contohnya satu laporan dari daerah Lorraine pada tanggal 9 Januari 2021. Setelah dilakukan investigasi oleh tim dari Geipan, ternyata merupakan mobil yang sedang melaju kencang di jalan raya (kode kasus NANCY (54) 01.09.2021).
Sementara itu, Kategori B memuat laporan dengan kesimpulan ‘mungkin’ merupakan objek dikenal. Contohnya satu laporan dari daerah Pays de la Loire pada tanggal 12 September 2021 menyampaikan penampakan lusinan titik berpendar jingga di angkasa. Bergerak pelan sekitar selama lima menit sebelum meredup dan hilang. Menurut penyelidik, karakteristik objek ini adalah lampion yang biasa diterbangkan di perayaan tertentu. Hanya saja mereka tidak mendapatkan ada informasi acara yang melepaskan lampion pada jam tersebut. Oleh karena itu, mereka masukkan laporan tersebut dalam kategori B, yaitu : mungkin merupakan objek dikenal (dalam hal ini lampion).
ADVERTISEMENT
Kategori C digunakan untuk menampung laporan yang tampak tidak teridentifikasi namun kekurangan sumber informasi. Salah satu laporan, bertanggal 9 Desember 2020 disampaikan oleh seorang pilot dan krunya. Mereka melihat tiga objek bercahaya sangat terang, bergerak dengan kecepatan sudut tinggi selama 15 sampai 20 detik. Saat itu, mereka sedang terbang dari Paris ke Bogota, tepatnya di daerah Ile. Meskipun demikian, tidak ada foto atau video yang dapat menunjang pengamatan tersebut. Karena itu, laporan ini dimasukan dalam kategori C, yaitu tidak teridentifikasi namun kurang informasi.
Tentu bagi peminat UFO, laporan paling menarik ada pada kategori D yaitu objek tidak teridentifikasi. Salah satunya adalah laporan hasil investigasi yang diberi kode FORET-FOUESNANT (LA) (29) 10.12.2018. Kejadiannya seperti ini. Pada tanggal 10 Desember 2018, di daerah Brittany, antara jam 7.20 – 7.50 pagi waktu setempat, seorang perempuan berumur 48 tahun melihat objek aneh berbentuk batang persegi berwarna kuning di udara. Terdapat lingkaran hijau bercahaya di tengah batang tersebut. Objek ini bergerak pelan tanpa suara apapun dan ketika mendekat, sistem radio pada mobil menjadi tidak berfungsi. Ukuran objek sangat besar dan terlihat jelas. Orang yang menyaksikan objek ini dapat menentukan ketinggian dan lintasan objek tersebut dengan cukup akurat. Berdasarkan informasi tersebut dan hasil olah investigasi di lapangan, maka laporan ini dimasukkan dalam kategori D
ADVERTISEMENT
Mengutip situs Geipan, hingga bulan Maret 2022, mereka telah melakukan investigasi pada 2978 kasus. Hasilnya, sebanyak 99 kasus atau 3,3% masuk dalam kategori D yaitu fenomena tidak teridentifikasi alias UFO. Barangkali menjadi catatan menarik, saat Kementerian Pertahanan AS merahasiakan banyak laporan UFO, Perancis melalui Geipan membuka laporan UFO ke publik.
Sementara NASA baru pada awal bulan Juli ini mengumumkan akan membentuk tim untuk memeriksa masalah UFO, Geipan sudah mengembangkan metodologi ilmiah dan menggunakannya pada 2978 kasus yang dilaporkan ke mereka. Melihat kenyataan ini, mungkin kita perlu lebih banyak melihat dan belajar dari Perancis tentang bagaimana mereka menghadapi fenomena tidak teridentifikasi.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020