Poligami Itu Lebih Kaya?? Urusan Keuangan Serahkan kepada Para Istri

Penulis buku "Karyawan Bisa Kaya",Financial Planner OASE Consulting member Aidil Akbar Madjid & Partner, saat ini sbg General Manager di PMA Jepang.
Tulisan dari Agus Sudiyar Tanjung tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam acara seputar keuangan di Kumparan beberapa waktu yang lalu, kebetulan saya hadir dan duduk di bangku paling depan. Mas Kiwil tanya, anda sudah punya berapa rumah?? Mobilnya ada berapa?? Waduuh, kok jadi ditanya ginian hehehe. Ya spontan saja saya jawab, baru satu Mas, rumah satu dan mobil satu. Nah betulkan, itu karena istri anda hanya satu kan, celetuk mas Kiwil. Kalau saya beda dong, tegas mas Kiwil, karena saya berpoligami dan istri saya ada dua. Sehingga minimal masing-masing punya rumah dan punya mobil, Jadii lebih kaya yang mana?? Lha benar juga ya, pikir saya dalam hati tentunya. Karena saat kita memutuskan untuk berpoligami, sudah tentu kita juga dituntut untuk dapat bersikap adil kepada para istri. Apalagi mas Kiwil bilang, bahwa semua aset yang dimiliki adalah atas nama para istrinya bukan atas namanya.
Yang buat kagum lagi, ternyata selama ini mas Kiwil menyerahkan pengelolaan keuangan rumah tangganya kepada masing-masing istrinya. Tugas saya sebagai suami, katanya adalah mencari nafkah atau penghasilan. Kalau dapat uang ya saya kasih kepada para istri, ungkapnya. Tinggal istri-istrinya yang mengatur untuk kebutuhan rumah tangganya. Jadi, sebelum memutuskan untuk berpoligami, yakinkan dulu bahwa secara ekonomi sudah mampu untuk berbuat adil dan menghidupi para istri dan anak-anak nantinya.
