Konten dari Pengguna

Jurnalisme dan Pendidikan Sekolah

Agus Budiana

Agus Budiana

Jurnalis Warta Perwira, menulis opini dan feature. Alumnus Journalism Course Thomson Foundation (UK) & University of Derby (UK). Anggota Society for Features Journalism (USA) & Hostwriter.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Agus Budiana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tulisan ini hanya sebagai pengingat kembali, mungkin sekarang sudah banyak sekolah-sekolah yang membentuk kegiatan jurnalisme dalam kegiatan ekstra kurikuler, tulisan ini hanyalah sebagai pelengkap saja bagi sekolah yang sudah mempraktikan kegiatan jurnalisme disekolahnya.

Apabila kita berkunjung ke suatu sekolah pemandangan pertama yang sering kita lihat yang pertama adalah, sebuah papan dengan kaca berdiri atau menempel di dinding didalamnya menempel tulisan-tulisan pengumuman. Baik pengumuman dari pihak sekolah maupun pengumuman dari organisasi siswa mengenai berbagai hal kegiatan kreatifitas. Kita mengenalnya dengan istilah majalah dinding (Mading), tentunya bukan suatu keterpaksaan pihak sekolah memasang majalah dinding pada setiap sudut bangunan sekolah, tujuan utamanya adalah ingin memberikan seluruh informasi kegiatan sekolah, untuk dapat diketahui oleh sekolah itu sendiri termasuk para siswa didalamnya.

Pada dasarnya kegiatan penyampaian informasi ini tidak beda jauh dengan salah satu fungsi media massa dalam informasi yaitu, mengumpulkan bahan informasi hasil dari berbagai sumber untuk dikumpulkan, diolah informasinya selanjutnya disampaikan dengan tujuan untuk diketahui oleh publik. Selanjutnya publik menerima informasi apabila sesuai dengan referensinya akan menindaklanjuti informasi tersebut dalam bentuk tindakan. Begitupula dengan pihak sekolah, ragam informasi yang ditempel di mading bertujuan untuk diketahui oleh siswa sekolah untuk didukung dan diberi partisipasi secara keseluruhan.

Ilustrasi praktik kegiatan jurnalisme di sekolah (Sumber:Freepik)

Nelva Sari (2021) menegaskan bahwa, majalah dinding merupakan salah satu wujud keterampilan menulis, karena majalah dinding merupakan salah satu bentuk majalah sekolah yang paling sederhana dengan biaya yang murah sehingga lebih mungkin dilaksanakan dimana saja. Majalah dinding memiliki peran yang cukup tinggi dalam upaya pembinaan dan pembentukan siswa, baik dalam aspek pengetahuan, kemampuan, keterampilan, bakat dan minat maupun sikap.

Jurnalisme dalam ruang pendidikan sekolah adalah praktik dan pengembangan jurnalistik dilingkungan sekolah atau institusi pendidikan. Mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, ini bukan hanya tentang menghasilkan bulletin sekolah atau mading. Lebih dari itu adalah tentang memanfaatkan prinsip-prinsip jurnalistik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, pemahaman dan komunikasi secara tertulis.

Peran Jurnalisme di sekolah

Konsep kegiatan jurnalisme memiliki bebarapa aspek penting, bagi lingkungan sekolah terutama dalam proses mengelola informasi sampai bagaimana informasi itu disebarluaskan dilingkungan sekolah. Dalam hal inipun keterlibatan siswa sebagai pengelola dibantu oleh guru-guru yang mempunyai kompetensi dalam penulisan jurnalistik. Hal yang dapat menumbuhkan sikap positif ketika para siswa terbiasa dengan kegiatan jurnalisme di sekolah.

Melalui kegiatan jurnalistik seperti menulis berita, resensi buku atau membuat konten multimedia siswa termotivasi untuk berkreasi dan mengasah kemampuan mereka. Adanya mading dapat mendorong siswa untuk menampilkan hasil karyanya.

Dengan adanya kegiatan jurnalisme disekolah, nanti akan hadir suatu budaya komunikasi yang konstruktif antara siswa, guru, orang tua dan masyarakat luas. Akan menciptakan lingkungan sekolah yang transparan dan partisipatif. Selain itu akan melatih siswa dalam pembelajaran jurnalisme yang meliputi kegiatan peliputan, wawancara, penelitian dan penyuntingan.

Manfaat kegiatan jurnalisme sekolah

Beberapa manfaat dalam pengembangan kegiatan jurnalistik di sekolah, dapat kita identifikasi beberapa hal terutama bagi siswa sekolah sebagai pengelola mading dan siswa keseluruhan lainnya. Peningkatan pemahaman kemampuan menulis berdasarkan kaidah jurnalistik siswa akan semakin terasah dengan baik, mereka selain mampu menulis berita mampu juga menulis tentang artikel, feature. Hal ini akan melatih mereka dalam menyajikan data dengan baik dan mengolah informasi.

Terbiasa berpikir kritis, siswa akan terbiasa tidak mudah menerima suatu informasi begitu saja namun mereka harus melakukan cross check sumber, validasi data dan menganalisis informasi sebelum disebarluaskan. Hal ini akan melatih siswa dalam berpikir kritis, analitis dan sistematis. Desfe (2023) Jurnalistik di sekolah selain keterampilan teknis, ekstrakurikuler ini juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Siswa diajak untuk mempertanyakan berita dan isu-isu yang mereka laporkan, mengeksplorasi berbagai sudut pandang, dan mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam. Ini membantu mereka menjadi pembaca yang cerdas dan pemikir yang analitis.

Selain itu mampu membuat siswa berkomunikasi dengan baik, baik pada saat wawancara dengan sumber berita maupun dalam menyajikan informasi dihadapan umum dan menambah kemampuan dalam public speaking. Jurnalisme dapat menjadi wadah penyaluran bakat dan minat siswa dibidang penulisan, fotografer, videographer, article writer, public speaking.

Dan yang lebih penting adalah membentuk dan menanamkan rasa tanggung jawab pada siswa, untuk senantiasa menampilkan informasi-informasi yang jujur, benar berimbang dalam prinsip jurnalisme sederhana, dimana hal ini akan menjadikan siswa taat pada ketentuan yang menjadi aturan main dalam bentuk etika tulisan mading yang disepakati oleh pengelola dan sekolah.