Bedanya Cutting dan Bulking: Dari Pola Makan sampai Gerakan Workout

Alumni Universitas Airlangga-Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Mahasiswa S2 Universitas Negeri Surabaya- Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Agustiansyah Amanda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cutting vs Bulking, Apa Bedanya?
Banyak orang di gym sering bingung: harus mulai dari cutting atau bulking dulu? Ada juga yang salah kaprah, mengira bulking berarti “makan sepuasnya” atau cutting sama dengan “diet super ketat”. Padahal, keduanya adalah strategi berbeda dengan tujuan yang jelas.
Bulking bisa dibilang fase “nambah bahan bakar”, yaitu menambah massa otot lewat kalori surplus. Sementara cutting lebih mirip “memahat bentuk tubuh” dengan mengurangi lemak lewat kalori defisit, tapi tetap menjaga otot.
Perbedaan Dasar: Surplus vs Defisit
Bulking: kalori surplus → otot bertambah, tapi biasanya ada lemak ikut terbawa.
Cutting: kalori defisit → lemak berkurang, tubuh lebih kering dan otot lebih terdefinisi.
Ibaratnya, bulking bikin badan terlihat lebih besar, sedangkan cutting bikin hasilnya tampak lebih rapi.
🚫 Kesalahan umum:
Dirty bulking → makan sembarangan dengan alasan biar cepat gemuk.
Extreme cutting → kalori ditekan terlalu ketat sampai badan lemas.
Pola Makan: Apa yang Harus Dimakan?
Bulking:
Banyak protein: ayam, telur dan daging.
Karbohidrat kompleks: nasi, oat dan kentang.
Lemak sehat: alpukat, kacang dan minyak zaitun.
Cutting:
Tetap tinggi protein, tapi kurangi karbo dan lemak.
Fokus pada sayuran, ikan, daging tanpa lemak, dan serat.
🚫 Kesalahan umum:
Dirty bulking → makan sembarangan dengan alasan biar cepat gemuk.
Extreme cutting → kalori ditekan terlalu ketat sampai badan lemas.
10 Makanan Wajib buat Bulking
Telur :protein lengkap, bantu pemulihan otot.
Daging sapi tanpa lemak : tinggi protein, vitamin B, mineral.
Bubuk protein : praktis, bisa whey, kasein, atau nabati.
Dada ayam : favorit bulking, kaya protein.
Kacang almond : protein + vitamin E, tapi kalori tinggi jadi jangan kebanyakan.
Pisang : energi cepat dengan serat dan gula alami.
Yoghurt Yunani : tinggi protein, cocok setelah olahraga.
Ikan salmon : protein + omega-3 untuk otot sehat.
Kacang kedelai : kaya zat besi & fosfor, baik untuk otot.
Quinoa : karbohidrat kompleks + magnesium untuk energi stabil.
Bedanya Workout di Fase Bulking vs Cutting
1. Bulking: Fokus pada Progressive Overload
Di fase bulking, tujuan utama adalah menambah massa otot. Caranya dengan progressive overload, yaitu menambah beban secara bertahap dari waktu ke waktu. Misalnya, minggu ini kamu squat dengan beban 40 kg, minggu depan bisa ditambah jadi 45–50 kg.
Latihan yang disarankan biasanya berupa compound exercise, yaitu gerakan yang melibatkan banyak otot sekaligus. Contohnya:
Squat (melatih kaki, pinggul, dan core)
Deadlift (melatih punggung, kaki, dan lengan)
Bench press (melatih dada, bahu, dan trisep)
Kenapa compound exercise jadi andalan? Karena gerakan ini memberikan stimulus paling besar untuk pertumbuhan otot dan kekuatan. Intensitas latihan lebih berat, repetisi lebih rendah (6–12 kali), dan waktu istirahat antar set lebih panjang (1,5–3 menit).
2. Cutting: Pertahankan Otot, Tambah Pembakaran Kalori
Di fase cutting, tujuan utamanya adalah mengurangi lemak tubuh tanpa kehilangan otot yang sudah dibangun saat bulking. Itu sebabnya, latihan beban tetap wajib dilakukan. Bebannya tidak perlu selalu meningkat, tapi cukup menjaga agar otot tetap terstimulasi.
Bedanya, cutting biasanya ditambah dengan latihan cardio untuk membakar kalori lebih banyak. Bentuk cardio bisa dipilih sesuai preferensi, misalnya:
Jogging santai atau jalan cepat (LISS) – cocok untuk pemula atau yang butuh latihan dengan intensitas rendah tapi konsisten.
HIIT (High-Intensity Interval Training) – latihan intensitas tinggi dengan jeda istirahat singkat, efektif untuk membakar kalori lebih cepat.
Karena asupan kalori saat cutting lebih sedikit, energi tubuh juga terbatas. Jadi intensitas latihan harus dikelola dengan baik: jangan terlalu berat sampai tubuh drop, tapi juga jangan terlalu ringan hingga hasilnya tidak terasa.
Penutup
Cutting dan bulking bukan sekadar istilah keren di gym, tapi strategi penting dalam perjalanan membentuk tubuh. Ingat, nggak ada hasil instan. Konsistensi latihan dan pola makan jauh lebih menentukan hasil dibanding hanya fokus pada fase mana yang kamu pilih.
Nah, kalau kamu, lagi ada di fase mana sekarang cutting atau bulking? 😉
