Konten dari Pengguna

Mood Lebih Stabil, Tubuh Lebih Ringan: Rahasia di Balik Stretching Pagi

Agustiansyah Amanda

Agustiansyah Amanda

Alumni Universitas Airlangga-Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Mahasiswa S2 Universitas Negeri Surabaya- Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Agustiansyah Amanda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Streching. Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Streching. Shutterstock

Pagi hari sering jadi momen paling menentukan. Ada yang bangun dengan semangat penuh, ada juga yang langsung merasa lelah, pusing, bahkan bad mood tanpa alasan jelas. Padahal, terkadang penyebabnya sederhana: tubuh belum benar-benar “siap” untuk beraktivitas.

Sebelum membuka laptop atau buru-buru mandi, ada satu kebiasaan kecil yang bisa mengubah mood seharian, yaitu stretching pagi. Rutinitas 5 menit ini bukan cuma membuat badan lebih lentur, tetapi juga memberi efek positif pada pikiran.

Kenapa Stretching Pagi Bisa Mengubah Mood?

Saat tidur, tubuh berada dalam kondisi pasif. Otot menegang, aliran darah melambat, dan pernapasan cenderung dangkal. Ketika kita bangun tanpa meregangkan tubuh, otak menangkap sinyal “ketegangan”, itulah yang sering memicu rasa sumpek atau emosi yang tidak stabil.

Peregangan membantu mengalirkan oksigen ke otak, melemaskan otot, dan memicu pelepasan hormon endorfin. Kombinasi ini membuat perasaan lebih stabil, rileks dan siap menghadapi hari.

1. Tubuh Lebih Ringan dan Tidak Kaku

Bangun tidur dengan leher kaku atau punggung berat itu hal yang sangat umum. Stretching ringan bisa langsung mengurangi rasa kaku itu. Otot yang melemas akan membuat tubuh terasa “enteng”, dan efeknya terasa sampai siang hari.

Khususnya bagi kamu yang bekerja outdoor atau mahasiswa yang sering duduk lama, peregangan pagi adalah cara mudah mencegah pegal dan nyeri seharian.

2. Mengurangi Stres dan Emosi Meledak-Meledak

Sebelum menyentuh HP dan membaca chat menegangkan, coba tarik napas dalam dan lakukan peregangan. Gerakan stretching yang ritmis membantu menurunkan hormon stres. Tubuh yang rileks mengirim sinyal ke otak bahwa semuanya dalam keadaan aman dan terkendali.

Hasilnya? Mood lebih stabil, tidak mudah tersinggung, dan pikiran lebih tenang.

3. Bikin Fokus Lebih Tajam

Peregangan membantu meningkatkan suplai oksigen ke otak. Ini berdampak langsung pada fokus, konsentrasi, serta produktivitas. Kamu jadi tidak gampang ngantuk di jam-jam awal kerja atau kuliah.

Bahkan, banyak orang merasakan bahwa melakukan stretching pagi membuat mereka lebih cepat “on” tanpa harus mengandalkan kopi.

4. Baik untuk Postur Tubuh

Sering duduk membungkuk saat main HP atau ngerjain tugas membuat postur memburuk. Stretching pagi membantu menyeimbangkan kembali otot–otot punggung dan bahu. Dalam jangka panjang, ini menjaga postur tetap tegap sekaligus mencegah nyeri pinggang yang sering muncul tanpa sebab.

5. Gerakan Stretching Pagi yang Mudah Dilakukan

Tanpa alat, tanpa matras, bisa dilakukan bahkan dari atas kasur:

  • Shoulder opener – tarik bahu ke belakang dan tahan 10 detik.

  • Side body stretch – miringkan tubuh kiri–kanan untuk merilekskan pinggang.

  • Neck stretch – miringkan kepala ke samping untuk melemaskan otot leher.

  • Spinal twist – duduk atau berbaring, putar punggung perlahan.

  • Forward bend – tekuk tubuh ke depan untuk meregangkan hamstring.

Total waktu kurang dari 5 menit, tapi efeknya terasa sepanjang hari.