Sehat tapi Bisa Berbahaya? Fakta Duduk Jongkok yang Jarang Diketahui!

Alumni Universitas Airlangga-Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Mahasiswa S2 Universitas Negeri Surabaya- Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Agustiansyah Amanda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah kamu sadar kalau orang Indonesia punya kebiasaan unik yang jarang dimiliki budaya lain, yaitu duduk jongkok? Entah saat nongkrong di warung kopi, menunggu teman atau bahkan di toilet, posisi ini seolah sudah jadi bagian dari keseharian. Terlihat alami, santai, bahkan sebagian orang percaya bisa menyehatkan tubuh.
Namun, benarkah duduk jongkok selalu membawa manfaat? Atau justru ada risiko kesehatan yang tersembunyi di balik kebiasaan ini?
Mengapa Duduk Jongkok Dianggap Sehat?
Secara antropologis, jongkok adalah posisi alami manusia sejak dulu. Banyak masyarakat agraris terbiasa duduk jongkok untuk beristirahat setelah bekerja. Berbeda dengan masyarakat modern yang terbiasa duduk di kursi, jongkok justru membuat tubuh lebih lentur dan terhubung dengan "mekanisme alami" tubuh.
Manfaat duduk jongkok yang sudah dibuktikan antara lain:
Memperkuat otot kaki dan inti tubuh: Posisi jongkok mengaktifkan otot paha, bokong, betis, sekaligus otot inti yang penting untuk postur tubuh.
Meningkatkan kesehatan sendi: Mobilitas pinggul, lutut dan pergelangan kaki lebih terjaga. Gerakan naik-turun juga memberi siklus sehat bagi persendian.
Melancarkan pencernaan, karen saat jongkok, usus besar jadi lebih rileks sehingga BAB terasa lebih lancar dan risiko sembelit berkurang.
Menjaga keseimbangan tubuh, karena melibatkan banyak otot besar, jongkok melatih koordinasi dan stabilitas tubuh.
Mendukung kesehatan panggul: Posisi ini dapat memperkuat otot panggul, bahkan bermanfaat bagi ibu hamil.
Efek Negatif Duduk Jongkok Terlalu Lama
Meski terlihat menyehatkan, duduk jongkok juga bisa jadi pedang bermata dua. Apalagi, kebiasaan baru orang zaman sekarang adalah jongkok lama di toilet sambil main HP. Kebiasaan ini tanpa sadar bisa memicu berbagai masalah kesehatan:
Nyeri otot dan pegal-pegal jika otot paha, betis, dan tumit dipaksa menahan beban tubuh terlalu lama.
Tekanan berlebih pada lutut: Beban tubuh bisa berkali lipat menekan lutut, berisiko mempercepat kerusakan tulang rawan.
Sakit pada tumit: Tumit yang terus menekan lantai lama-lama bisa nyeri, terutama jika ada masalah telapak kaki.
Gangguan sirkulasi darah: Jongkok lama membuat darah sulit mengalir lancar ke kaki, menimbulkan kesemutan atau kram.
Risiko wasir meningkat: Posisi jongkok sambil bermain HP sering membuat orang mengejan lebih lama saat BAB. Ini bisa memicu atau memperparah wasir.
Cedera otot dan ligamen. Posisi ekstrem dapat membuat otot dan ligamen di paha atau lutut meregang berlebihan.
Dengan kata lain, duduk jongkok sehat jika dilakukan sebentar, tapi bisa berbahaya kalau berlebihan.
Bagaimana Agar Jongkok Tetap Aman?
Tidak perlu takut, karena kuncinya ada pada cara kita menggunakannya. Beberapa tips yang bisa diterapkan:
Batasi durasi jongkok, cukup 30–60 detik untuk peregangan.
Pastikan telapak kaki menapak penuh, dada terbuka, punggung tetap lurus.
Jika sulit, gunakan penopang seperti kursi atau dinding.
Hindari terlalu lama jongkok di toilet sambil main HP.
Kesimpulan
Duduk jongkok ibarat dua sisi mata uang. Di satu sisi, posisi ini bisa memperkuat otot, melenturkan sendi dan melancarkan pencernaan. Tapi di sisi lain, kalau dilakukan berlebihan, ia justru bisa memicu nyeri, gangguan peredaran darah, hingga risiko wasir.
Artinya, jongkok bukanlah kebiasaan yang harus dihindari, tapi juga tidak boleh berlebihan. Bijaklah menggunakan tubuh, jongkoklah secukupnya, rasakan manfaatnya dan hindari risikonya.
