News
·
29 Juni 2020 8:07

Peran Orang Tua dan Guru Menghadapi Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi

Konten ini diproduksi oleh Ahmad Arief Rifaldi
Peran Orang Tua dan Guru Menghadapi Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi (970310)
searchPerbesar
Sumber: Liputan6.com
Kehadiran wabah Covid-19 benar-benar mempengaruhi kegiatan hampi semua sector kehidupan. Baik itu sektor ekonomi, sosial, agama, bahkan hingga ke sektor pendidikan. Khususnya pada sektor pendidikan, tahun ajaran baru 2020/2021 akan segera tiba untuk pendidikan PAUD,SD, dan SMP, tepatnya pada bulan Juli. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sudah memutuskan pembelajaran tetap dilakukan di rumah untuk sekolah yang berada di kawasan zona kuning, oranye, dan merah. Hal ini tentu saja akan membuat orang tua harus bekerja ekstra di rumah. Terutama untuk para ibu rumah tangga harus sebaik mungkin mengontrol kegiatan pembelajaran anak nya di rumah. Perubahan model pembelajaran dari tatap muka ke daring (online) tentu saja banyak menghambat proses pembelajaran terutama interaksi yang tidak berjalan baik antara guru dan peserta didik. Beberapa kendala bisa saja terjadi seperti tidak ada sinyal, kouta habis, bahkan ada beberapa peserta didik yang tidak mempunyai smartphone. Sekolah dan orang tua harus saling bersinergi menghadapi pembelajaran jarak jauh di rumah. Pihak sekolah akan lebih baik jika memberikan beberapa masukan untuk orang tua dalam mengontrol anaknya ketika kegiatan pembelajaran daring ini dilakukan. Karena peran orang tua saat ini menjadi lebih dominan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dikonsepkan oleh pihak sekolah.
ADVERTISEMENT
Ketika sebelum memasuki masa pandemi ini para orang tua peserta didik sering mengeluh kepada tenaga pendidik, mungkin sekarang saatnya para orang tua merasakan sulit nya menjadi seorang pendidik. Tenaga pendidik juga pada masa pandemi ini dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam membangun suasana pembelajaran yang mendukung semangat peserta didik mengikuti pembelajaran jarak jauh ini. Tidak hanya sebagai pengontrol, peran orang tua juga sebagai fasilitator untuk anak nya agar nyaman dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh.
Peran Orang Tua di Masa Pandemi
1. Mengontrol kegiatan pembelajaran.
Orang tua harus mengetahui jadwal pembelajaran anak nya, agar setiap saat dapat mengingatkan anaknya untuk mengikuti pembelajaran. Hal ini bisa dikatakan bahwa orang tua menjadi guru di rumah. Tidak hanya mengontrol, akan tetapi orang tua juga harus selalu memberikan motivasi kepada anak nya untuk semangat mengikuti pembelajaran. Karena pembelajaran jarak jauh tentu saja akan menimbulkan rasa jenuh. Hal yang harus ditekankan ialah bahwa orang tua sebagai pengontrol bukan sebagai pembantu peserta didik. Banyak dijumpai justru orang tua memberikan jawaban cuma-cuma ketika anak nya sedang mengerjakan tugas dari guru. Sebagai pengontrol, orang tua juga harus sering berkomunikasi kepada guru wali kelas terkait perkembangan siswa selama mengikuti pembelajaran jarak jauh.
ADVERTISEMENT
2. Memfasilitasi anak belajar.
Poin kedua ini bisa dikatakan sebagai salah satu faktor utama kunci keberhasilan peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh ini. Orang tua harus memberikan fasilitas senyaman mungkin untuk anak nya dalam mengikuti pembelajaran. Ingat, senyaman mungkin bukan semewah mungkin. Salah satu fasilitas yang terpenting ialah kouta internet, tidak hanya untuk satuan pendidikan sekolah, permasalahan kouta internet juga dirasakan para mahasiswa. Para orang tua bisa mengalokasikan keuangan yang sebelumnya digunakan untuk ongkos dan biaya pulang pergi dialokasikan untuk membeli kouta internet. Lagi-lagi hal ini perlu pengawasan penuh dari siswa. Sebagai fasilitator, orang tua juga harus menjaga mood dari anaknya, jangan sampai ketika pembelajaran berlangsung mood dari anak itu dalam keadaan tidak baik, hal itu akan kepada ketidakefektifan pembelajaran yang berlangsung dikarenakan materi yang akan dijelaskan oleh sang guru akan lewat begitu saja.
ADVERTISEMENT
Peran Guru di Masa Pandemi
1. Memberikan model dan strategi pembelajaran yang kreatif dan inovatif
Salah satu faktor penunjang keberhasilan kegiatan pembelajaran di kelas ialah cara mengajar guru. Dengan cara apa dan media apa yang digunakan guru akan sangat berdampak pada keberhasilan kegiatan pembelajaran. Jika hanya menggunakan metode ceramah saja selama dua semester tentu akan membuat para peserta didik jenuh. Terlebih lagi di masa pandemi ini, tingkat kreatifitas seorang guru benar-benar di tuntut dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh ini. Tidak hanya kreatif,akan tetapi juga harus inovatif. Bila di rasa cara satu efektif untuk meningkatkan semangat belajar peserta didik. Seorang guru harus memikirkan cara-cara yang lainya atau mengembangkan cara satu yang telah sukses itu. Seorang guru juga harus selalu mengevaluasi kegiatan pembelaran baik itu sukses ataupun gagal meningkatkan semangat belajar siswa. Adanya evaluasi diri akan menjadikan seseorang lebih kreatif dan inovatif dan guru yang baik ialah guru yang selalu mengevaluasi diri ketika peserta didik gagal, bukan justru memarahi peserta didik yang gagal. Kutipan berasal dari dosen prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yaitu, ibu Didah Nurhamidah.
ADVERTISEMENT
2. Berkomunikasi dengan wali murid.
Komunikasi merupakan cara pendukung dari terciptanya model dan strategi pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Guru dapat berkomunikasi kepada para wali murid untuk menanyakan perkembangan para peserta didik. Guru juga dapat meminta saran kepada wali murid terkait dengan cara apa pembelajaran dapat dilakukan secara efektif. Guru juga dapat meminta kepada wali murid untuk mendukung program menagajar yang telah dikonsepkan oleh guru. Guru mewajibkan kepada wali murid untuk memberikan laporan terkait perkembangan peserta didik di rumah selama mengikuti kegiatan pembelajaran di rumah. Laporan itu bisa di buat seminggu sekali
Sejatinya kegiatan pembelajaran jarak jauh ini ialah untuk membantu program pemerintah dalam upaya mencegah penularan wabah Covid-19. Akan tidak efektif apabila hanya beberapa sektor saja yang hanya mendapat pengawasan khusus. Jangan sampai di sektor pendidikan sudah atur sedemikian rupa untuk membantu pencegahan penularan wabah ini akan tetapi tidak di dukung oleh sektor yang lain. Pihak sekolah juga dapat memberikan sanksi kepada peserta didik yang melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Guru harus selalu menekankan kepada peserta didik untuk tetap di rumah saja. Guru juga harus selalu memastikan kepada wali murid untuk tetap menerapkan physical distancing dan social distancing. Jangan sampai kegiatan pembelajaran jarak jauh dimanfaatkan untuk pergi ke mall ataupun melaksanakan kegiatan lainya di luar rumah.
ADVERTISEMENT