Mahasiswa UMSURA Unjuk Gigi di ASEAN Classroom Malaysia

Mahasiswa Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Surabaya
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ahmad Dwi Kurniawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) berkesempatan mengikuti program Study and Culture Program bertajuk ASEAN Classroom di Malaysia. Program ini berlangsung selama dua pekan, mulai 24 Agustus hingga 6 September 2026, dan digelar atas kerja sama dengan tiga universitas ternama di Malaysia: Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Universiti Teknologi Malaysia (UTM), dan Universiti Teknologi MARA (UiTM).
Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen UM Surabaya dalam memperluas wawasan internasional mahasiswanya, sekaligus mempererat jejaring akademik dengan perguruan tinggi di kawasan ASEAN.
Belajar Lintas Disiplin dari Tiga Kampus
Selama program berlangsung, mahasiswa UMSURA tidak hanya diajak mengenal budaya Malaysia, tetapi juga mendapatkan materi akademik lintas disiplin dari para pengajar di ketiga universitas mitra. Setidaknya ada lima materi utama yang disampaikan selama program berlangsung:
Environmental Law in the Perspective of Tourism — membahas bagaimana regulasi lingkungan hidup berkaitan erat dengan pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan.
AI for Smarter Academic Writing — mengenalkan pemanfaatan kecerdasan artifisial sebagai alat bantu dalam meningkatkan kualitas penulisan akademik mahasiswa.
Artificial Intelligence, Law, and Tourism — mengulas titik temu antara perkembangan teknologi AI, kerangka hukum yang mengaturnya, serta dampaknya terhadap industri pariwisata.
Madrid System — memperkenalkan sistem internasional pendaftaran merek dagang yang banyak digunakan pelaku usaha lintas negara.
The Basic Ideas of Criminal Law Reform in Indonesia — memaparkan gagasan-gagasan dasar di balik reformasi hukum pidana di Indonesia, termasuk arah kebijakan hukum pidana nasional ke depan.
Kombinasi materi ini mencerminkan upaya program untuk menghadirkan perspektif yang beragam—mulai dari isu lingkungan dan pariwisata, hukum kekayaan intelektual, hingga perkembangan teknologi AI yang kian relevan dengan dunia hukum dan akademik saat ini.
Pengalaman Belajar Lintas Negara
Mengikuti kelas bersama mahasiswa dan pengajar dari USIM, UTM, dan UiTM memberi pengalaman belajar yang berbeda bagi mahasiswa UMSURA. Selain menambah wawasan akademik, program ini juga membuka ruang diskusi lintas budaya dan cara pandang antarnegara terhadap isu-isu hukum kontemporer, seperti regulasi AI dan reformasi hukum pidana.
Program semacam ini sejalan dengan semangat ASEAN Classroom, yaitu mendorong mobilitas akademik mahasiswa di kawasan Asia Tenggara serta memperkuat kolaborasi pendidikan tinggi lintas negara.
Dorongan bagi Mahasiswa untuk Go International
Keikutsertaan mahasiswa UM Surabaya dalam program ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa mahasiswa dari perguruan tinggi daerah pun memiliki kesempatan yang sama untuk terlibat dalam program internasional. Pengalaman belajar di tiga universitas berbeda dalam satu rangkaian program turut memperkaya perspektif mahasiswa terhadap perkembangan hukum dan teknologi di tingkat regional.
Program Study and Culture Program ASEAN Classroom ini diharapkan dapat terus berlanjut dan membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa UM Surabaya untuk mengembangkan wawasan akademik sekaligus jejaring internasional mereka.
