KKN Tim II UNDIP: Edukasi PLTS Sederhana untuk Rumah Menuju Net Zero 2060

Mahasiswa S1 Universitas Diponegoro
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Ahmad Fauzan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Temanggung, (08/08/2024) – Mahasiswa Tim II KKN Universitas Diponegoro dalam rangkaian program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mereka, telah melaksanakan demonstrasi pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sederhana yang dirancang khusus untuk kebutuhan rumah tangga. Kegiatan ini diadakan di Desa Sukomarto, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung dan mencakup dua aspek utama, yakni demonstrasi pembuatan PLTS serta penyuluhan tentang penghematan dan efisiensi konsumsi energi listrik.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menunjukkan cara membuat PLTS sederhana, tetapi juga mengedukasi masyarakat setempat mengenai penghematan energi listrik dan efisiensi konsumsi listrik yang dapat dicapai dengan memanfaatkan teknologi energi terbarukan. Salah satu fokus utama dari penyuluhan adalah pengenalan energi listrik dari matahari yang menggunakan panel surya sebagai sumber energi terbarukan.
Kebutuhan energi global terus meningkat, dengan proyeksi Badan Energi Dunia (IEA) menunjukkan kenaikan permintaan energi sebesar 45% hingga 2030, sebagian besar berasal dari bahan bakar fosil. Penggunaan sumber energi tak terbarukan seperti batu bara, minyak, dan gas bumi meningkatkan risiko pemanasan global dan perubahan iklim. Untuk mengatasi tantangan ini, energi baru terbarukan menjadi solusi krusial. Pemerintah Indonesia mendukung pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sebagai langkah strategis dalam transisi menuju energi bersih. Melalui program-program seperti yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Universitas Diponegoro, yaitu mempromosikan PLTS sederhana di desa-desa, Indonesia berkomitmen untuk mencapai target bebas karbon pada tahun 2060. Inisiatif ini mendukung upaya global untuk mengurangi emisi karbon dan memastikan keberlanjutan energi untuk masa depan.
Mahasiswa Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Elektro angkatan 2021, Ahmad Fauzan, melihat kondisi saat ini sebagai kesempatan untuk memberikan kontribusi nyata dalam sektor energi. Melalui program KKN, Ahmad Fauzan memberikan sosialisasi tentang penerapan energi terbarukan menggunakan tenaga matahari di rumah tangga. Dengan fokus pada penggunaan PLTS, ia mengedukasi masyarakat tentang pentingnya beralih ke energi terbarukan. Upaya ini sejalan dengan target Indonesia untuk mencapai keberlanjutan energi dan mengurangi emisi karbon, serta berkontribusi pada pencapaian Indonesia bebas karbon pada tahun 2060.
Pembuatan, demonstrasi, dan penyuluhan mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sederhana dilakukan melalui serangkaian langkah yang terstruktur untuk memastikan pemahaman yang menyeluruh oleh masyarakat. Proses dimulai dengan merangkai PLTS sederhana, di mana mahasiswa KKN memberikan penjelasan mendetail tentang cara memasang dan menghubungkan komponen-komponen utama sistem surya. Selanjutnya, ia menjelaskan perbedaan antara listrik arus searah (DC) dan arus bolak-balik (AC), serta bagaimana masing-masing jenis listrik digunakan dalam sistem PLTS.
Dalam penyuluhan ini, mahasiswa juga memperkenalkan berbagai komponen PLTS sederhana, seperti panel surya, inverter, SCC, dan baterai, serta fungsinya dalam sistem. Mahasiswa mengajarkan cara menghitung kebutuhan daya listrik rumah tangga untuk menentukan ukuran PLTS yang sesuai, memastikan bahwa sistem yang dipasang dapat memenuhi kebutuhan energi rumah dengan efisien.
Selain itu, mahasiswa memberikan informasi praktis tentang cara menghemat energi, termasuk teknik-teknik untuk mengurangi konsumsi listrik dan meningkatkan efisiensi energi di rumah. Dengan langkah-langkah ini, tujuan dari pembuatan, demonstrasi, dan penyuluhan adalah untuk memberdayakan masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk beralih ke energi terbarukan, mendukung upaya pencapaian keberlanjutan energi dan target Indonesia bebas karbon pada tahun 2060.
Banyak warga desa menunjukkan antusiasme yang tinggi selama sesi pembuatan PLTS sederhana. Mereka aktif bertanya tentang berbagai aspek proses ini, termasuk mengungkapkan betapa pentingnya bagi mereka untuk memahami teknologi ini. Salah seorang warga mengungkapkan, "Kami sangat senang dengan demonstrasi ini. Di sini, di sawah, mendapatkan listrik dari PLN sangat sulit karena lokasi kami yang jauh dari tiang listrik. PLTS sederhana ini bisa jadi solusi yang sangat berguna bagi kami."
Inisiatif mahasiswa Teknik Elektro Universitas Diponegoro dalam mengadakan penyuluhan mengenai penghematan energi listrik dan pengenalan energi baru terbarukan merupakan langkah signifikan dalam mempromosikan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya keberlanjutan energi di masyarakat. Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini, ia tidak hanya memberikan pengetahuan praktis tentang pembuatan dan instalasi PLTS sederhana, tetapi juga menyampaikan informasi vital mengenai teknik penghematan energi yang dapat diterapkan sehari-hari.
Dengan mengedukasi warga Desa Sukomarto tentang manfaat dan penerapan teknologi energi terbarukan, mereka berkontribusi pada upaya global untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan memitigasi dampak perubahan iklim. Kegiatan ini juga mendukung visi Indonesia untuk mencapai net zero emission pada tahun 2060 dengan mendorong transisi menuju sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Melalui upaya ini, mahasiswa tidak hanya memberikan solusi praktis untuk masalah energi lokal, tetapi juga memperkuat komitmen mereka terhadap pengembangan komunitas yang lebih mandiri dan ramah lingkungan. Inisiatif ini mencerminkan dedikasi mahasiswa untuk menciptakan perubahan positif dan memberikan kontribusi berarti bagi masa depan yang lebih berkelanjutan.
Harapan masyarakat Desa Sukomarto setelah menerima edukasi tentang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sederhana sangat tinggi. Banyak warga yang merasa optimis bahwa teknologi ini dapat menjadi solusi efektif untuk masalah energi yang mereka hadapi, terutama di daerah yang jauh dari infrastruktur listrik konvensional. Mereka berharap dapat memanfaatkan PLTS untuk mendapatkan akses listrik yang lebih stabil dan terjangkau di rumah-rumah mereka.
#KKNUndipTim2
#P2KKNUndip
#LPPMUndip
#Undip
Penulis : Ahmad Fauzan, Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Dosen Pembimbing Lapangan : Sukiswo S.T, M.T
