Konten dari Pengguna

Kuliah, Mengaji di Asrama, dan Mencari Uang: Perjuangan Mahasiswa Meraih Mimpi

Ahmad Hasan

Ahmad Hasan

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ahmad Hasan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber Asrama Ribath Bil Musthofa
zoom-in-whitePerbesar
Sumber Asrama Ribath Bil Musthofa

Menjalani kehidupan sebagai mahasiswa bukan hanya menghadiri soal menghadiri perkuliahan, membaca buku, atau mengejar IPK. Bagi sebagian Mahasiswa, terutama yang berasal dari keluarga yang keterbatasan ekonomi, kuliah yang penuh rintangan dan tantangan. Di tengah kesibukan kuliah, mereka juga harus mencari penghasilan untuk mencukupi kebutuhan kehidupan sehari-hari. Banyak dari mereka juga di barengi dengan kegiatan mengaji dan tinggal di asrama pesantren atau pondok mahasiswa.

Tinggal di asrama atau pesantren menjadi pilihan yang ekonomis dan juga bernilai dalam hal keagamaan dimana mererka mendapatkan pembinaan agama melalui kajian rutin, tholabul ilmi, hingga diskusi keislaman setiap seminggu sekali. Kegiatan mengaji ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan nilai-nilai moral di tengah derasnya arus kehidupan kampus yang semakin bebas. Namun, di balik semua itu, para mahasiswa ini tetap harus memutar otak agar bisa survive.

Banyak dari mereka memakai waktu liburnya di pakai untuk mencari uang, seperti jadi ojol menjadi guru les dan pekerjaan paruh waktu lainya. Semua dilakukan demi memenuhi kebutuhan dasar untuk makan, transportasi, hingga bayar uang kuliah tunggal (UKT). Waktu menjadi sesuatu yang sangat berharga. Pagi digunakan untuk kuliah, sore hingga malam untuk untuk mengaji dan belajar, lalu sisa waktunya dipakai untuk bekerja.

Banyak juga dari mereka yang harus begadang menyelesaikan tugas setelah pulang bekerja. Bahkan saat tubuh lelah, mereka tetap memaksakan diri bangun subuh untuk sholat berjamaah dan mengikuti kajian subuh. Hidup dengan disiplin tinggi dan manajemen waktu yang ketat menjadi kunci utama. Di tengah segala keterbatasan, mereka justru belajar banyak hal yang tidak bisa ditemukan di perkuliahan, tentang makna hidup sabar, syukur, ikhtiar, dan tawakal.

Kuliah, mengaji, dan mencari uang bukanlah hal yang mudah dijalani bersamaan. Tapi bagi mereka yang mempunyai tekad yang kuat, semua itu menjadi jalan menuju kemandirian dan keberkahan. Tujuan kuliah sambil mengaji untuk menyeimbamkan Ilmu Dunia dan Akhirat, kuliah memberikan ilmu dunia yang berguna untuk kehidupan dan karier, sementara mengaji memperdalam ilmu agama yang menjadi bekal akhirat.

Keduanya saling melengkapi agar hidup lebih bermakna.

Sumber Asrama ribath bil musthofa